Sponsors Link

Metamorfosis Rayap

Sponsors Link

Kita biasa jumpai laron pada lampu yang menyala dengan sangat terang, sementara kita tahu rayap adalah binatang yang suka makan segala hal yang berbau kayu atau kertas. Sebenarnya keduanya adalah hewan yang sama, karena laron termasuk dalam siklus hidup rayap.

Rayap merupakan hewan yang melalui metamorfosis, lebih spesifiknya metamorfosis tidak sempurna. Ini karena mereka melalui fase telur, nimfa, kemudian rayap dewasa. Di sini terlihat bahwa rayap tidak melalui fase pupa atau pembentukan kepompong, maka mereka dianggap melalui metamorfosis tidak sempurna.

Beberapa contoh hewan lainnya yang melalui metamorfosis tidak sempurna seperti rayap adalah kecoa dan capung, berbeda dengan metamorfosis kupu-kupu atau katak yang melalui metamorfosis sempurna.

Tahap Metamorfosis Rayap

1. Tahap Telur

Ketika rayap pertama bertelur, rayap bertina akan mengeluarkan 4 hingga 15 butir telur yang berbentuk silindris dengan bagian ujung yang membulat dan berwarna putih. Panjang dari telur ini bervariasi antara 1 hingga 1,5 mm. Telur baru akan menetas setelah berumur 8 hingga 11 hari.

2. Tahap Nimfa

Setelah telur menetas dan keluarlah nimfa, nimfa tersebut akan melalui beberapa instar yaitu pergantian kulit. Selama menjadi nimfa, mereka akan diatur menjadi anggota kasta atau golongan oleh ratu sesuai tugas atau fungsinya.

Di tahap ini, ada beberapa organ yang belum muncul seperti sayap dan baru akan muncul pada saat rayap menjadi dewasa.

3. Tahap Rayap Dewasa

Di tahap ini, sayap mulai muncul pada rayap dan mereka sudah dibagi ke kasta masing-masing sesuai fungsinya, yaitu kasta prajurit, kasta pekerja, dan kasta reproduktif.

Klasifikasi Rayap

Pada setiap koloni rayap terdapat tiga kasta atau golongan yang dibentuk sesuai fungsinya masing-masing, yaitu kasta prajurit, kasta pekerja, dan kasta reproduktif. Fungsi dari masing-masing kasta adalah sebagai berikut:

1. Kasta Pekerja

Seperti namanya, kasta pekerja memiliki tugas untuk mencari dan menyimpan makanan, merawat induk dan larva, serta membangun dan memperbaiki sarang. Para rayap pekerja memiliki aktivitas yang paling tinggi baik di dalam sarang maupun di luar sarang. Biasanya mereka adalah rayap yang menyebabkan kerusakan pada kayu.

Pada umumnya, rayap pekerja memiliki warna yang pucat dengan kutikula yang hanya sedikit mengalami penebalan, sehingga mereka tampak menyerupai nimfa. Kasta pekerja biasa disebut sebagai inti koloni rayap, karena sekitar 80-90% dari anggota koloni rayap terdiri dari kasta pekerja. Kasta pekerja pun dapat berumur 19 hingga 24 bulan.

2. Kasta Prajurit

Tugas utama dari kasta prajurit adalah untuk menjaga sarang serta keseluruhan koloni. Jenis rayap ini memiliki rahang yang besar, sehingga mereka tidak bisa makan sendiri. Mereka harus bergantung pada rayap pekerja untuk menyuapi mereka agar bisa makan.

Berdasarkan bentuk dari kasta prajurit, rayap prajurit bisa dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tipe mandibulate dan tipe nasuti. Tipe mandibulate adalah rayap yang memiliki rahang yang kuat dan besar tanpa rostum. Sementara untuk tipe nasuti, mereka memiliki rostum yang panjang namun mandibel yang kecil.

Rayap pekerja dapat menyerang musuh dengan mandibel mereka dengan cara menusuk, mengiris, dan menjepit musuh. Namun ada juga spesies rayap prajurit yang dapat menyemprotkan cairan berwarna putih susu melalui lubang kecil yang terdapat pada kepalanya. Cairan ini bersifat racun bagi musuh alami mereka.

Salah satu persamaan antara rayap prajurit dan rayap pekerja adalah keduanya tidak memiliki mata, dan umur paling panjang mereka adalah maksimal dua tahun.

3. Kasta Reproduktif

Kasta reproduktif adalah yang kita kenal sebagai laron atau anai-anai. Rayap jenis ini memiliki sayap yang sangat diperlukan untuk berpindah tempat untuk membangun koloni baru. Dua pasang sayap mereka memiliki ukuran sama dan muncul dari punggung mereka. Berbeda dengan rayap prajurit dan rayap pekerja, laron memiliki mata.

Laron merupakan calon raja dan ratu koloni baru. Agar dapat menemukan pasangannya, laron akan terbang dan berkumpul di tempat dimana ada cahaya terang. Sayap mereka sangat rapuh, sehingga begitu mereka telah menemukan pasangan dan mencari tempat untuk membangun koloni baru, sayap mereka akan segera rontok.

Ratu rayap dapat memproduksi telur setiap tiga detik baik siang atau malam. Setiap harinya mereka dapat memproduksi sekitar 30.000 telur. Selain itu, ratu rayap adalah serangga dengan umur terpanjang di dunia. Berbeda dengan serangga-serangga lainnya yang hanya dapat hidup dalam hitungan bulan atau hari (seperti lalat capung dengan umur terpendek di dunia yang hanya hidup dalam hitungan jam), ratu rayap dapat hidup 15 hingga 25 tahun pada kondisi yang ideal.

Sebagian besar dari perkembangan hidup rayap diatur dalam koloni dan terisolir dari pengaruh nimfa sesuai dengan kebutuhan koloni. Koloni yang sedang bertumbuh subur pada umumnya memiliki pekerja dengan jumlah yang sangat banyak, sementara jumlah prajurit mereka sangat sedikit dengan ada hanya 2 sampai 4 persen. Bagi koloni yang sedang mengalami banyak gangguan, akan ada lebih banyak rayap prajurit dengan ada 7 sampai 10 persen, karena koloni rayap perlu adanya rayap prajurit untuk mempertahankan sarang.

Demikian mengenai proses metamorfosis rayap serta klasifikasinya berdasarkan fungsi-fungsinya. Perlu diingat bahwa rayap dan laron merupakan hewan yang sama, hanya mereka memiliki fungsi yang berbeda.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Hewan