Sponsors Link

Metamorfosis Kecoa

Sponsors Link

Dalam kehidupan sehari-hari kita sudah temukan kecoa, terutama di tempat-tempat yang kotor, lembab, dan sejuk seperti di kamar mandi. Hal ini karena mereka tinggal berkelompok, dimana mereka mencari makan pada malam hari dan bersembunyi di siang hari. Di dalam rumah, biasanya kecoa akan bersembunyi di celah-celah dinding, bingkai pintu, di dalam kamar mandi, lemari, serta alat elektronik lainnya. Mereka akan bersembunyi di celah yang sempit jika mereka merasa terganggu atau terancam hidupnya.

Kecoa termasuk salah satu hewan yang melalui proses metamorfosis, lebih spesifiknya lagi metamorfosis tidak sempurna. Berbeda dengan hewan-hewan yang tidak melalui metamorfosis seperti kambing atau sapi. Kecoa tidak melalui fase pupa atau kepompong, sehingga mereka hanya melalui tiga fase, yaitu fase telur, fase nimfa, dan terakhir adalah fase kecoa dewasa.

Contoh hewan lain yang melalui metamorfosis tidak sempurna adalah capung.

Proses Metamorfosis Kecoa

1. Fase Telur

Seperti banyak hewan lainnya yang melalui metamorfosis, kecoa berawal sebagai telur. Telur kecoa dihasilkan dari pembuahan sel telur betina oleh sel spermatozoa kecoa jantan. Biasanya, induk betina kecoa akan melatakkan telurnya di atas permukaan tanah atau sampah, atau daerah manapun yang jarang dilewati orang.

Induk kecoa akan membawa kantung telur di ujung perutnya untuk waktu yang lama, dari berjam-jam hingga beberapa hari. Telur-telur tersebut akan ditempelkan ke permukaan lokasi bertelur dengan bantuan dari air liur kecoa betina. Lingkungan dimana telur-telur disembunyikan biasanya gelap dan dekat dengan sumber makanan.

Ketika kecoa betina bertelur, ia dapat meletakkan sekitar 16 hingga 32 butir telur dalam sekali bertelur. Telur-telur tersebut saling melekat satu sama lain karena adanya cairan lengket pada permukaannya. Warnanya hitam atau coklat, dan biasanya telur-telur tersebut dilindungi dengan cangkang kapsul yang disebut ootheca. Cangkang ini sangat keras agar dapat melindungi telur dari benturan luar. Pada setiap ootheca terdapat sekitar 15 embrio.

Telur kecoa akan menetas antara 1 hingga 2 bulan tergantung jenis dan spesiesnya. Setelah telur menetas, akan keluar nimfa.

2. Tahap Nimfa

Setelah telur kecoa menetas, nimfa atau bayi kecoa akan kemudian keluar. Ukuran nimfa sangat kecil, hampir seukuran kutu beras. Nimfa berwarna putih dan sudah dapat bergerak bebas mencari makannya sendiri sampai ia tumbuh dan berubah warna menjadi cokelat. Ketika kecoa masih dalam fase nimfa, ia belum mempunyai sayap.

Fase nimfa akan berlangsung selama 60 hari dengan 4 hingga 7 kali instar atau ganti kulit. Setiap nimfa berganti kulit, kulitnya yang baru akan semakin keras. Sayap kecil baru muncul pada fase instead terakhir sebelum memasuki fase terakhir, yaitu fase imago atau kecoa dewasa.

3. Tahap Imago (Kecoa Dewasa)

Pada periode instar terakhir, nimfa kecoa sudah mulai memiliki dua pasang sayap. Pada saat ini, stadium imago dimulai. Imago, atau juga kecoa dewasa, memiliki sayap yang kuat hingga ia bisa terbang. Kecoa muda berukuran lebih kecil, namun ia akan tumbuh menjadi lebih besar sehingga ia mampu melakukan proses reproduksi bersama pasangannya agar proses metamorfosis dapat diulang lagi.

Jenis-Jenis Kecoa

Setelah mengetahui proses metamorfosis yang dilalui kecoa, kita juga patut mengetahui jenis-jenis kecoa yang ada di dunia. Beberapa jenis kecoa adalah sebagai berikut:

1. Kecoa Jerman

Kecora Jerman adalah spesies kecil kecoa dengan ukuran sekitar 1,1 hingga 1,6 cm. Mereka memiliki variasi warna mulai dari tan hingga hampir hitam, dan mereka juga mempunya dua garis gelap yang hampir sejajar pada pronotum yang berjalan secara anteroposterior dari belakang kepala hingga ke pangkal sayap.

Nimfa kecoa Jerman memiliki ukuran kurang dari 3 militer ketika ia baru menetas. Pada setiap ootheca, kecoa Jerman yang benar-benar subur dapat menghasilkan 30 hingga 40 telur per ootheca dan membawa wadah telur salam masa inkubasi. Dibandingkan spesies kecoa yang lain, kecoa Jerman mengalami masa inkubasi yang paling pendek.

2. Kecoa Oriential

Kecoa oriental, atau juga dikenal sebagai waterbug atau kumbang hitam, adalah spesies besar kecoa. Laki-laki dewasa bisa mencapai 18 hingga 29 mm, sementara perempuan dewasa bisa mencapai 20 hingga 27 mm. Kecoa ini berwarna coklat tua atau hitam dengan tubuh yang mengkilap.

3. Kecoa Berpita Coklat

Kecoa berpita coklat merupakan spesies kecoa yang kecil, dengan ukuran sekitar 10 hingga 14 mm. Jenis kecoa ini sangat terkenal di genus Supella.

4. Kecoa Amerika

Kecoa Amerika adalah spesies paling besar di antara spesies kecoa lainnya. Oleh karena itu, kecoa Amerika sering dianggap sebagai hama. Di wilayah-wilayah tertentu di Amerika Serikat, kecoa ini juga dikenal sebagai kecoa kapal, kakerlac, atau kenari Bombay.

Nimfa kecoa Amerika memiliki warna abu-abu kecokelatan. Namun, secara bertahap ia akan memerah.

5. Kecoa Desis Madagaskar

Kecoa desis Madagaskar merupakan kecoa yang biasa dikenal sebagai kecoa mendesis dan merupakan salat satu kecoa spesies paling besar. Tubuhnya bisa mencapai 2 hingga 3 inci dan asli ke pulau Madagaskar. Kecoa ini biasanya dapat ditemukan di dalam log yang sudah membusuk.

6. Kecoa Dubia

Kecoa Dubia, atau juga dikenal sebagai kecoa berbintik oranye, kecoa bercak Guyana, atau kecoa kayu Argentina, adalah spesies kecoa yang memiliki ukuran tubuh sedang. Kecoa jenis ini memiliki tubuh berukuran 40 hingga 45 mm.

Demikian mengenai proses metamorfosis tidak sempurna yang dilalui oleh kecoa serta berbagai jenis kecoa yang ada di seluruh dunia.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Hewan