Sponsors Link

Metamorfosis Belalang – Jenis dan Ciri Cirinya

Sponsors Link

Belalang adalah salah satu dari jenis serangga sekaligus hama untuk tanaman. Meski menjadi salah satu jenis hama, namun belalang juga punya peran penting pada keseimbangan ekosistem khususnya ekosistem sawah. Sama seperti hewan lain, metamorfosis belalang juga terdiri dari beberapa tahapan yang akan kami ulas secara lengkap berikut ini.

Jenis Jenis Belalang

Belalang yang merupakan salah satu jenis hama khususnya di area persawahan terdiri dari beberapa jenis, seperti:

  • Belalang Kayu: Belalang kayu memiliki ukuran kurang lebih 85 mm ketika dewasa dengan warna tubuh yang berubah menjadi coklat tua seperti kayu.
  • Belalang Sembah: Belalang sembah atau biasa disebut belalang setandu merupakan jenis serangga yang masuk dalam ordo Mantodea.
  • Belalang Hijau: Belalang dengan nama Latin Atractomorpha crenulata yang masuk dalam golongan ordo Orthoptera.
  • Belalang Batu: Belalang yang memiliki penampilan unik sekaligus aneh karena menyerupai batu dengan warna hitam agak abu abu.

Ciri Ciri Belalang

Sama seperti hewan lain, belalang memiliki ciri ciri khusus yang bisa membantu belalang dalam beradaptasi pada lingkungannya. Beberapa ciri ciri khusus belalang tersebut diantaranya adalah:

1. Karakteristik Fisik Belalang

Untuk segi anatomi belalang umumnya memiliki warna hijau, coklat atau hitam. Sedangkan kaki belakangnya berukurang besar untuk membantu belalang ketika melompat jauh dari daun satu ke daun yang lain. Untuk kaki tengah dan kaki belakang belalang dipakai untuk berjalan serta memegang dedaunan yang merupakan makanannya.

Belalang memiliki antena dengan struktur sensorik yang akan merespon bau serta sentuhan. Belalang mempunyai mata untuk merasakan intensitas cahaya serta penglihatan yang sangat luas. Selain itu, belalang juga punya 2 pasang sayap di bagian depan yang ramping dan untuk bagian belakang yang besar bernama Grasshoppers dalam bahasa Inggris.

2. Makanan Belalang

Belalang adalah hewan herbivora sehingga akan makan tanaman yang ada di pohon. Beberapa jenis belalang juga tumbuh di tanaman inang serta akan makan biji buah, bunga, daun serta batang.

Untuk jenis belalang lainnya ada yang masuk golongan omnivora sehingga akan makan segala yang ada di tanah seperti bunga, daun, biji buah dan juga serangga lain yang sudah mati. Belalang umumnya akan mengonsumsi makanan yang mengandung gula, vitamin dan juga asam amino kompleks.

3. Reproduksi Belalang

Untuk alat reproduksi, belalang betina ukuran tubuhnya lebih besar dibandingkan dengan belalang jantan yang disebabkan karena ovipositornya. Sesudah belalang melakukan proses kawin, maka belalang betina akan memakai ovipositor untuk menggali lubang di tanah yang akan dipakai bertelur.

Telur yang nantinya dihasilkan belalang betina mempunyai ukuran, bentuk serta jumlah berbeda tergantung dari masing masing jenis belalangnya.

4. Perilaku Belalang

Belalang akan beraktivitas di siang hari meski terkadang juga mencari makan saat malam. Belalang tidak punya wilayah atau sarang dan bahkan beberapa spesies belalang juga akan bermigrasi panjang yang dilakukan untuk menemukan makanan baru.

Sebagian besar spesies belalang soliter dan hanya akan berkumpul ketika musim kawin. Namun untuk spesies yang sedang bermigrasi terkadang juga akan berkumpul dalam jumlah jutan bahan hingga milyaran belalang.

Belalang juga memiliki beberapa predator yang akan memangsa belalang seperti ular, kumbang, tikus, burung serta laba laba. Saat belalang merasa dirinya terancam, maka akan dikeluarkan cairan berwarna kecoklatan. Para ilmuwan berpendapat jika cairan tersebut berguna untuk melindungi belalang dari serangan predator.

Belalang juga akan berusaha menghindari serangan predator dengan cara bersembunyi di antara rumput atau dedaunan yang memiliki warna serupa dengan tubuh belalang sehingga dapat berkamuflase serta sulit ditemukan.

Metamorfosis Belalang

Untuk metamorfosis belalang memiliki beberapa tahapan yang tidak jauh berbeda dengan hewan lain yakni diawali dari fase telur, nimfa dan akhirnya berubah menjadi belalang dewasa.

1. Stadium Telur

Untuk tahap pertama dari metamorfosis belalang diawali dengan stadium telur sama seperti metamorfosis lebah. Telur belalang dihasilkan dari pembuahan sel telur belalang betina oleh spermatozoa dari belalang jantan. Telur yang dihasilkan nantinya akan diletakkan belalang betina di daun, batang tanaman atau bisa juga di tanah.

Setiap kali satu proses pembuahan, belalang betina umumnya akan menghasilkan antara 10 hingga 300 butir telur dengan bentuk seperti butiran beras. Untuk area sub tropis, belalang betina umumnya akan meletakkan telur di bawah tanah yakni sekitar 3 hingga 4 cm dari permukaan tanah. Ini dilakukan supaya telur tidak rusak akibat suhu terlalu dingin selama musim dingin.

Untuk lama pengeraman telur sangat bervariasi tergantung dari kondisi lingkungan tempat tinggal belalang tersebut. Untuk area tropis, telur biasanya lebih cepat menetas, sedangkan untuk area sub tropis, telur dapat mengalami masa dorman sampai 10 bulan sebelum menetas di awal musim panas. Nantinya, telur akan menetas dan keluar bayi belalang atau nimfa berwarna putih.

2. Stadium Nimfa

Metamorfosis belalang tahap kedua adalah stadium nimfa sama seperti metamorfosis kumbang. Nantinya sesudah melewati stadium nimfa ini, maka akan berubah menjadi belalang kecil yang belum mempunyai sayap serta alat reproduksi. Nimfa belalang biasanya memiliki warna putih dan akan berubah menjadi coklat atau hijau ketika sudah terkena sinar matahari selama beberapa saat.

Fase nimfa dalam metamorfosis belalang ini umumnya terjadi selama 25 sampai 40 hari. Selama fase tersebut, nimfa akan makan dedaunan yang masih muda, terus mengalami pertumbuhan dan juga ganti kulit antara 4 hingga 6 kali tergantung dari kelembapan serta suhu lingkungan dan juga jenis belalang.

Saat sudah masuk ke instar ke enam yakni antara 30 hingga 40 hari, maka nimfa belalang umumnya sudah mempunyai sayap kecil pada tubuh dan akhirnya masuk ke fase berikutnya di dalam metamorfosis menjadi belalang dewasa yang sudah siap terbang.

3. Stadium Belalang Dewasa

Sesudah melewati fase nimfa sekitar 1 bulan, maka proses metamorfosis belalang akan dilanjutkan ke tahap berikutnya yakni fase belalang dewasa seperti metamorfosis nyamuk. Belalang dewasa mempunyai sayap yang lengkap, kuat serta bisa dipakai untuk terbang.

Sedangkan untuk sistem reproduksi juga sudah matang serta siap dipakai untuk menghasilkan telur belalang baru sesudah melakukan proses pembuahan bersama dengan belalang betina.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Hewan