Sponsors Link

Bioma Laut: Pengertian, Ciri-ciri dan Jenis Zonanya

Sponsors Link

Bioma dapat dikatakan tipe formasi yang berarti sekelompok ekosistem pada benua yang memiliki struktur dan fisiognomi yang sama, sifat lingkungan dan mempunyai karakteristik komunitas yang sama. Terdapat beberapa jenis bioma di bumi. Salah satunya bioma laut yang keberadaannya paling tua dan terbesar di planet bumi sekitar 2/3 bagian bumi.

ads

Bioma laut adalah formasi dari sekelompok ekosistem laut yang memiliki fisiognomi, struktur, lingkungan (komponen biotik dan abiotik) dan karakteristik yang sama. Ciri-ciri bioma laut diantaranya:

  • Volume 70% dari permukaan bumi: Permukaan laut merupakan habitat paling luas sekitar 70% dari permukaan bumi atau 2/3 bumi.
  • Salinitas tinggi: Salinitas atau kadar garam air laut adalah 35 0/00 (35 bagian garam dalam 1000 bagian air laut). Air tawarnya hanya 0,5 bagian.
  • Suhu laut berkisar 20C-320C: Suhu air laut mulai dari 20C di area kutub dan suhu 320C didaerah tropis. Variasi tahunan suhu laut biasanya tidak lebih dari 60C. suhu laut berpengaruh pada pola iklim dan angina dunia.
  • Kontinuitas: Semua laut berhubungan satu sama lain dengan perbedaan biota tiap kedalaman berbeda.
  • Sirkulasi air laut berlangsung terus: Hal yang mempengaruhi sirkulasi air laut berlangsung terus menerus adalah angin, suhu dan kadar garam. Selalu berganti setiap waktu.
  • Konsentrasi nutrient terlarut rendah: Konsentrasi nutrient terlarut menjadi faktor pembatas utama yang menentukan populasi. Tergolong rendah dengan konsentrasi garam biogenic (NaCl, PO4,NO3 dan lainnya) sangat bervariasi dari satu tempat ke tempat lain dan dari musim ke musim berikutnya.
  • Melimpahnya uap air: Luasnya permukaan bioma laut menyebabkan melimpahnya uap air untuk siklus hidrologi. Sehingga dengan keberadaan bioma ini ketersediaan uap air (curah hujan) tercukupi.
  • Terjadi gelombang pasang-surut: Terjadi berbagai jenis gelombang salah satunya adalah pasang dan surut. Hal ini dipengaruhi gaya tarik menarik bulan dan matahari. Air pasang merupakan periode naiknya permukaan air laut sampai menutupi garis pantai, sedangkan surut merupakan periode terjadi turunnya permukaan air. Pasang lompat adalah naik turunnya pasang secara luar biasa, kadang-kadang pasang surutnya air terjadi di luar kebiasaan.

Zona Bioma Laut

Zona pada bioma laut terdiri dari zona neritik (laut dangkal) dan Oseanik (berada di lautan lepas). Berikut penjelasannya:

1. Zona Neritik

Terletak disepanjang pantai dan memiliki kedalaman yang dangkal. Lebar zona sekitar 16-240 Km. Terbagi lagi menjadi dua zona littoral (zona diantara batas pasang dan surut) dan sublittoral (zona batas surut hingga kedalaman 200 meter).

2. Zona Oseanik

Zona ini terdapat dua bagian yang dapat ditembus cahaya (fotik) dan yang tidak dapat ditembus cahaya (afotik). Zona afotik terbagi lagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

  • Basial: Area mulai dari batas zona fotik (200meter) hingga kedalaman 2000 meter.
  • Abisal: Laut yang memiliki kedalaman lebih dari 2000 meter hingga 4000 meter.
  • Hadal: Laut terdalam dasar laut yang berada di kedalaman 5000-6000 meter. Dikenal juga dengan zona hidopelagic atau zona parit.

Komunitas Biota Bioma Laut

Penyebaran komunitas laut tergantung atas responnya terhadap arus air, suhu, dan barrier fisik. Penyebaran komunitas lokal dipengaruhi oleh gelombang, kedalaman, salinitas dan tipe dasar lautan.

Sponsors Link

1. Komunitas Zona Neritik

Biota terdapat di dua zona Intertidal (dipengaruhi suhu, cahaya dan salinitas) dan zona Sublittoral (substratnya terdiri dari pasir, tanah liat dan karang). Komunitas di kedua zona ini produser, plankton, konsumen dan deckmposer tumbuh baik. Sebagian sejenis hewan invertebrata.

Terdapat rantai makanan yang lengkap, terdiri dari produsen yang meliputi fitoplankton diatome, dinoflagellata Chlorophyceae multiseluller, Phaeophyceae, dan Rhodophyceae. Lalu konsumen terdiri dari zooplankton, benthos, nekton dan neuston. Berikut penjelasan mengenai konsumen:

  • Zooplankton: Meliputi Meroplankton (plankton temporer, sebaagian hidupnya di air dan bentuknya seperti larva dan holoplankton (plankton permanen yang hidupnya pada perairan terbuka).
    • Contoh Metroplankton: larva pilidium planula Coelenterata.
    • Contoh Holoplankton: Copepoda, Crustaceae, Mollusca, ubur-ubr, Lunicata, Foraminifera dan Radiolaria.
    • Contoh yang menepel di karang: Anemon laut, spong, Hydroide, Tunicate.
  • Benthos: Beberapa diantaranya Crustacea, Mollusca, cacing yang menggali habitat pasir. Contohnya Protozoa, Nematoda, Annelida.
  • Nekton dan Neuston: Terutama hewan-hewan yang dapat berenang seperti ikan, Crustaceae besar, kura-kura, ikan hiu dan burung.
Sponsors Link

Dan yang terakhir terdiri dari dekomposer (pengurai). Dimana penyebaran bakteri laut hampir sama dengan jenis ekosistem air tawar. Sebagian bakteri perifitik yang menempel pada permukaan tumbuh-tumbuhan yang terapung, hewan dan bahan organik. Bakteri terdapat di semua tempat terutama dasar laut. Menurut Zobel (1963) kerapatan bakteri laut terbuka adalah 1/liter dan pada pantai 108/ millimeter.

2. Komunitas Zona Oseanik (Basial dan Abisal)

Pada zona ini tidak terdapat komunitas produsen. Dasar lautan ditutupi oleh Oozoa. Oozoa terdiri atas kerang bersilikat diatome dan kerang berkapur dengan Foraminifera terutama Globigerina. Ikan-ikan pada bagian laut ini mempunyai organ yang dapat memancarkan sinar dengan mulut yang lebar-lebar untuk menangkap mangsa dengan bentuk tubuh yang khas.

Demikian penjelasan mengenai bioma laut beserta ciri dan jenis zona beserta komunitasnya. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Ekologi