Sponsors Link

Proses Terjadinya Hujan Lengkap Dengan Jenisnya

Sponsors Link

Hujan adalah bentuk dari proses presipitasi dan juga menjadi proses siklus hidrologi. Indonesia sendiri merupakan negara tropis yang memiliki 2 musim yakni musim kemarau dan juga musim hujan. Ketik musim kemarau, maka cuaca akan terasa sedikit lembab yang diikuti dengan panas terik, sedangkan untuk hujan terjadi sebaliknya. Cuaca akan menjadi lebih dingin dengan potensi hujan hampir selalu terjadi setiap hari.

Saat hujan turun, maka akan melalui banyak proses sehingga hujan bisa terjadi. Proses terjadinya hujan sendiri terjadi dalam beberapa tahap dan berikut akan dijelaskan secara lengkap.

1. Panas Matahari Menyebabkan Penguapan Air

Matahari merupakan sebagian isi dari alam. Matahari akan selalu menyinari bumi dan cahaya teriknya akan menghasilkan efek panas. Panas matahari tersebut nantinya bisa membuat air yang ada di sungai, daun dan laut menguap ke udara.

Selain dari air sungai, danau serta laut, air yang menguap ke udara juga bisa terjadi karena tubuh hewan, manusia, tumbuhan serta benda lain yang mengandung air.

2. Suhu Udara yang Tinggi yang Menyebabkan Uap Air Menjadi Padat dan Awan Terbentuk

Indonesia memiliki suhu udara yang masuk ke dalam golongan suhu udara tinggi yang menyebabkan panas matahari membentuk uap air dan mengalami kondensasi atau pemadatan menjadi embun. Embun terbentuk dari titik titik air yang kecil yang membuat suhu udara semakin tinggi dan akhirnya berkumpul, memadat serta membentuk awan.

Dari kajian Neilburger pada tahun 1995, dalam tahapan ini membuat tetes air mempunyai ukuran jari jari antara 5 hingga 20 mm. Pada ukuran tersebut, tetesan air akan jatuh dengan kecepatan 0.01 sampai 5 cm / detik, sementara untuk kecepatan aliran udara ke atas akan jauh lebih tinggi sehingga tetes air tidak akan jatuh ke bumi.

3. Awan Kecil Berubah Menjadi Awan Besar

Karena adanya angin dari udara, maka bisa menyebabkan tiupan membantu awan bergerak menuju tempat yang lain. Pergerakan angin tersebut memberi pengaruh besar terhadap awan. Ini menyebabkan awan kecil menyatu lalu membentuk awan yang lebih besar dan bergerak ke langit atau ke tempat dengan suhu yang lebih rendah. Jika butiran awan yang berkumpul semakin banyak, maka awan akan berubah menjadi awan kelabu.

4. Hujan Terbentuk

Sesudah awan terlihat semakin kelabu karena titik titik air, maka massanya akan semakin berat dan tak terbendung. Nantinya, butiran hujan akan jatuh ke bumi dan hujan terjadi.

Proses Terjadinya Hujan Secara Singkat

  • Panas matahari menyebabkan air di muka bumi mengalami penguapan.
  • Awan akan terbentuk dari kumpulan uap.
  • Angin akan membentuk awan kecil yang kemudian berkumpul semakin besar.
  • Karena kandungan air di awan semakin besar, maka tidak bisa tertampung dan akhirnya turun hujan.

Proses terjadinya hujan secara singkat terdiri dari beberapa tahapan di atas, sedangkan untuk lokasi terjadinya hujan sangat relatif tergantung dari pergerakan angin. Selain itu, hujan juga dipengaruhi dengan beberapa iklim di Indonesia. Untuk itu, mengetahui iklim yang ada di Indonesia juga akan mempermudah dalam mengetahui jenis hujan apakah yang turun pada waktu tertentu.

Perbedaan Awan Dingin dan Awan Hangat

Proses terjadinya hujan juga akan beperngaruh dengan awan yakni awan dingin dan awan hangat yang akan terbentuk pada saat sedang hujan.

Hujan yang turun bisa memberikan cuaca yang juga berbeda. Ada beberapa macam hujan awan yakni hujan awan dingin atau cold cloud dan juga awan hangat atau warm cloud. Cara membedakan antara awan dingin dengan awan hangat adalah dari suhu lingkungan atmosfer bersuhu 0 derajat celcius. Sedangkan contoh fenomena pada lapisan atmosfer sendiri juga cukup banyak.

Awan dingin terjadi ketika semua bagian awan dingin ada di daerah lintang tinggi serta menengah dengan suhu udara yang dekat dengan permukaan tanah. Indonesia sendiri memiliki suhu yang dekat dengan permukaan yakni sekitar 20 hingga 300 derajat celcius. Sementara untuk dasar awan mempunyai suhu sekitar 180 derajat celcius.

Meski dalam kondisi tersebut, puncak awan dapat menembus jauh ke atas melewati titik beku serta sebagian awan yakni awan hangat dan sisanya merupakan awan dingin. Berikut adalah perbedaan dari proses terjadinya awan dingin serta awan hangat:

1. Proses Terjadinya Hujan di Awan Hangat

Untuk proses terjadinya hujan pada awan hangat terjadi ketika uap air terangkat dari permukaan bumi lalu menuju ke atmosfer dan akhirnya terjadi proses kondensasi yang bisa membuat uap air mengalami proses evaporasi atau pengembunan akibat sumber garam dari air laut.

Sifatnya yang hidroskopik pada saat proses kondensasi dimulai membuat partikel berubah menjadi titik air. Semakin banyak titik air yang mengendap, maka nantinya akan membentu awan. Partikel yang mengelilingi kristal garam dan debu di permukaan awan kemudian akan menebal sehingga semakin berat dan akhirnya tidak dapat ditampung yang kemudian menyebabkan awan terjadi.

2. Proses Terjadinya Hujan di Awan Dingin

Proses terjadinya hujan di awan dingin terjadi pada saat titik titik air telah mengkristal seperti es dan semakin banyak lewat air yang sangat dingin serta deposit uap air. Di proses hujan awan dingin ini, peran kristal es pada pembentukan awan dingin sangatlah penting yang dinamakan dengan proses kristal es.

Ketika udara naik melebihi tinggi dari permukaan atmosfer, maka titik titik air sesudah melewati pengembunan akan berubah menjadi awan dan pada ketinggian tertentu yang sumbunya ada di bawah titik beku membuat awan berubah menjadi titik kristal es kecil serta udara yang ada di sekitarnya yang tidak terlampau dingin. Ini kemudian membuat ukuran kristal semakin besar, menjadi butiran salju dan pada saat semakin berat dalam proses pengembunan, maka akan turun sebagai salju.

Akan tetapi pada saat kristal salju melewati awan yang hangat, maka salku akan mencair dan akhirnya menjadi hujan. Kristal salju tersebut akan jatuh namun tidak mencair ketika masuk ke musim dingin.

Jenis dan Bentuk Hujan

Dari proses terbentuknya hujan, nantinya akan terbentuk beberapa jenis hujan. Hujan sendiri bisa terjadi di seluruh dunia yang akan turun pada waktu tertentu dari berbagai jenis suhu tertentu juga. Berikut adalah beberapa jenis hujan yang bisa terjadi:

1. Hujan Frontal

Merupakan hujan yang terjadi dari udara hangat dan menjadi lebih ringan serta posisinya di atas udara yang suhunya lebih dingin. Tempat pertemuan kedua massa ini dinamakan dengan bidang front. Udara dingin nantinya akan mengangkat suhu udara yang lebih hangat dan udara yang lebih hangat tersebut akan terangkat lalu mengembang dan menjadi dingin.

Pada proses pendinginan, nantinya akan terbentuk titik titik air yang dinamakan dengan awan. Sesudah titik titik air mengendap dan sudah tidak dapat terbendung, maka akhirnya akan jatuh dan terbentuk hujan frontal.

2. Hujan Zenithal atau Konveksi

Hujan zenithal atau hujan konveksi merupakan hujan yang terjadi tengah hari ketika udara panas sedang memuncak. Di saat siang hari dengan panas dan sinar yang sangat cerah, maka pemanasan tinggi akan terjadi di permukaan bumi karena udara menguap dan mengembang bersamaan dengan uap air kemudian naik vertikal ke atas yang terjadi sangat cepat.

Uap angin kemudian akan naik dan menjadi dingin kemudian berubah menjadi titik air, mengembun dan akhirnya terjadi hujan konveksi.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Geografi