Sponsors Link

13 Tahapan Daur Hidup Burung dan Perannya

Sponsors Link

daur hidup burungBurung termasuk dalam spesies aves. Salah satu ciri-ciri burung adalah memiliki bulu dan sayap untuk terbang. Jenisnya bermacam-macam terdapat kurang lebih 9000 spesies yang tersebar di dunia ini. Memiliki ciri-ciri hewan vertebrata yang memiliki tulang belakang.

ads

Termasuk hewan yang berkembang biak atau bereproduksi dengan bertelur yang dihasilkan dari perkawinan seksual dan fertilisasi internal antara jantan dan betina. Burung dapat berlangsung hidup dan mempertahankan kelestariannya dengan cara bereproduksi.

Tahapan daur hidup burung secara singkat dapat digambarkan sebagai berikut:

Bertelur – Bersarang dan Inkubasi – Menetas – Tumbuh dan Berkembang – Dewasa (pacaran) – Kawin – Bertelur (kembali mengulang siklus awal).

Berikut penjelasan daur hidup burung secara lengkap:

  1. Bertelur

Telur merupakan hasil fertilisasi internal antara jantan dan betina. Terbungkus oleg cangkang yang memiliki kandungan zat kapur untuk melindungi diri. Ya itulah salah satu cara hewan melindungi diri dari serangan dari hewan lain dan uniknya yang menjadi penjaga melindungi telur dari serangan hewan lain yaitu jantan bukan betina. Embrio di dalam telur menerima nutrisi dari dalam telur. Biasanya burung membuatkan sarang untuk meletakkan telurnya untuk dierami atau diberi kehangatan.

  1. Bersarang dan Inkubasi (pengeraman)

Bersarang dilakukan seperti kita menenu. Burung mengumpulkan sedikit demi sedikit bahan dari helaian pepohonan yang kering berupa daun kering atau ranting tipis yang kemudian dibentuk. Masa bersarang dilakukan pada saat burung memiliki telur. Setelah bertelur maka akan dilakukan pengeraman kembali seperti yang telah dijelaskan dengan menjaganya agar tetap hangat dengan panas tubuh indukan. Selama pengeraman atau inkubasi kedua indukan tinggal bersama untuk saling menjaga hingga telur menetas.

  1. Menetas

Sarang merupakan tempat burung mengerami atau memberikan kehangatan supaya telur dapat menetas. Tipikal jenis sarang pada burung yaitu di tanah, pepohonan, semak. Untuk burung yang bersarang di tanah memiliki tukik (telur yang telah menetas) dengan kemampuan langsung bisa berjalan di sekitar dan mencari makan sendiri setelah mereka menembur kulit telur. Rentan terhadap predator maka ketika menetas sudah relatif matang dan mampu melarikan diri.

Burung yang bersarang di pepohonan, semak atau bahkan bangunan memiliki tukik yang telanjang dan tidak berdaya. Perlu adaptasi beberapa minggu atau berbulan-bulan dan masih memerlukan perlindungan dari induknya untuk dilindungi dan diberi makan hingga dewasa. Memiliki waktu belajar yang cukup untuk dilepas liarkan secara dewasa oleh induknya.

Sponsors Link

  1. Tumbuh dan Berkembang

Pertumbuhan pada burung umumnya dirawat setelah menetas. Anak burung selalu dijaga dengan mencengkram. Untuk dapat tumbuh dan berkembang maka indukan memberikan makanan lembut sedikit demi sedikit dengan meloloh (menyuapi) yang mudah dicerna juga ketersedian kondisi air selalu di cek. Perlahan tubuh anak burung akan ditumbuhi bulu halus dan lambat laun bisa makan dan minum sendiri. Setelah bisa makan dan minum sendiri burung mulai di sapih. Anak burung mulai belajar bertengger di dahan dan ketika indukan mulai mematuk anaknya tandanya anak sudah saatnya dilepasliarkan untuk hidup mandiri dan beranjak dewasa.

  1. Fase Pacaran

Ketika burung beranjak dewasa dapat lepas dari induknya. Mulai melakukan gerakan atau perilaku untuk menarik pasangannya. Perilaku ini seperti layaknya manusia pacaran. Tingkah dan perilaku dalam menarik pasangannya berbeda-beda untuk setiap jenis burung. Ada yang menarik perhatian secara visual ataupun berupa siulan. Secara visual misalnya dengan memperlihatkan ekor yang indah dan melakukan tarian atau pada jalak bali melakukan bobbing atau menjingkrakan bulu mulai dari kepala hingga punggung.

  1. Fase Kawin atau Fertilisasi

Setelah mendapatkan pasangan. Burung akan melakukan fertilisasi internal. Selama kawin jantan akan menekan kloaka melawan kloaka burung betina dan melewatkan sperma dari kloaka ke betina dan terjadi pembuahan. Setelah pembuahan maka telur akan keluar dari tubuh betina melalui lubang pada kloaka.

Sponsors Link

Peran Burung

Burung memiliki peranan penting dalam siklus ekologi lanskap yang akan mempengaruhi piramida biomassa terkait rantai makanan. Peran burung yaitu sebagai berikut:

  1. Biogen pengontrol hama seperti tikus dan ulat
  2. Sumber bahan pangan
  3. Sarana komunikasi (dahulu merpati dipergunakan untuk mengantarkan surat)
  4. Hewan peliharaan
  5. Penyebaran berbagai jenis tumbuhan secara tidak langsung
  6. Kotoran burung dapat menjadi pupuk alami tumbuhan
  7. Membantu proses penyerbukan tumbuhan oleh beberapa jenis burung pemakan madu

Ilmu yang mempelajari tentang burung disebut juga dengan ornitologi. Burung memiliki arti penting dalam perencanaan konservasi dan lingkungan. Oleh karena itu penting mengetahui keberadaan dan daur hidup mengenai burung yang menempati suatu daerah.

Penjelasan diatas hanya deskripsi mengenai daur hidup burung secara umum. Setiap spesies memiliki daur hidup dengan interval waktu berbeda dan behavior yang berbeda pula. Perlu dipelajari lebih lanjut untuk daur hidup per spesiesnya. Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan juga dapat bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Hewan