Categories: Hewan

Omnivora: Ciri-Ciri Dan Contohnya

Setiap hewan yang ada di planet Bumi dimasukkan ke dalam kingdom animalia. Dari setiap hewan yang telah terklasifikasi, diketahui pula jenis makanan utamanya, apakah hewan tersebut tergolong herbivora, karnivora, atau omnivora.

Salah satu jenis hewan yang akan dibahas kali ini yakni golongan omnivora. Omnivora atau bisa juga disebut sarwaboga merupakan kelompok hewan yang mengkonsumsi tumbuhan dan juga hewan sebagai makanan utamanya.

Hewan-hewan yang termasuk omnivora dapat ditemukan di daratan maupun perairan. Tidak terdapat ciri-ciri khusus dari hewan omnivora, akan tetapi setidaknya hewan omnivora tidak seliar hewan karnivora.

Ciri-Ciri Omnivora

Adapun ciri-ciri dari omnivora antara lain:

  1. Mengkonsumsi berbagai macam tumbuhan dan daging.
  2. Mempunyai sistem pencernaan yang kompleks.
  3. Terdapat deretan gigi yang tajam pada bagian depan.
  4. Memiliki gigi yang datar untuk bagian belakang.

Perlu diketahui jika hewan omnivora mempunyai struktur gigi yang berbeda dengan gigi pada hewan herbivora maupun karnivora. Struktur gigi bagi hewan omnivora diperuntukan untuk mengkonsumsi tumbuhan dan hewan.

Kebanyakan omnivora mempunyai gigi depan yang cukup tajam, terdapat gigi seri dan gigi taring yang berfungsi untuk merobek daging, serta gigi geraham yang besar dan datar terletak di bagian belakang mulut berfungsi menggiling makanan terutama tumbuhan agar menjadi halus.

Hewan omnivora tidak mengalami kesulitan dalam mencari sumber makanan. Sebab apabila salah satu sumber makanan sulit untuk ditemukan, hewan omnivora masih dapat mengkonsumsi jenis makanan lainnya sebagai makanan utama.

Sistem pencernaan bagi omnivora tentu berbeda dengan hewan lainnya. Misal meskipun omnivora juga mengkonsumsi sayuran bukan berarti sistem pencernaannya sama seperti hewan herbivora.

Hal ini disebabkan karena pencernaan omnivora tidak sama memiliki kekuatan yang sama dengan pencernaan herbivora untuk mencerna tumbuhan. Omnivora bukan berarti dapat mengkonsumi semua jenis tumbuhan, bahkan pada beberapa omnivora tidak dapat mengkonsumsi biji-bijian tertentu, seperti gandum.

Contoh Hewan Omnivora

Simpanse

Simpanse yang tergolong sebagai hewan primata, termasuk sebagai hewan omnivora. Hal ini dibuktikan dari jenis makanan utama yang biasa dikonsumsi oleh simpanse berupa biji-bijian, buah-buahan, beberapa jenis bunga, serangga kecil seperti semut dan rayap yang diperoleh dengan cara menggali sarangnya.

Luwak

Luwak atau musang merupakan salah satu contoh hewan omnivora yang banyak ditemukan hidup di atas pohon. Banyak yang salah mengira jika luwak termasuk hewan herbivora karena kegemarannya mengkonsumsi buah-buahan dan biji-bijian.

Pada kenyataannya luwak tidak hanya mengkonsumsi buah (pepaya, kelapa, pisang) saja, namun juga mengkonsumsi hewan kecil seperti semut, cacing tanah, kadal, hingga tikus.

Babi

Hewan yang berasal dari jenis Ungulata ini dapat dengan mudah dicirikan dari bentuk moncongnya yang panjang dan hidung khasnya. Menurut sejarah, babi merupakan hewan dari daratan Eurasia dan tergolong sebagai hewan omnivora.

Babi dapat mengkonsumi segala jenis makanan baik tumbuhan maupun daging.

Burung Jalak

Burung yang memiliki ukuran tubuh antara 20 hingga 25 cm, berparuh kuat, tajam, dan lurus ini, termasuk burung yang lincah karena mempunyai kaki yang panjang dan setara dengan tubuhnya.

Burung jalak banyak dijadikan sebagai hewan peliharaan karena suaranya yang merdu dan dapat menirukan suara-suara yang selalu diperdengarkan. Burung jalak mengkonsumsi hampir seluruh jenis makanan, namun makanan utama dari burung jalak jika berada di penangkaran berupa pisang, kroto, dan beberapa serangga kecil.

Flamingo

Burung yang identik dengan warna merah jambu ini, termasuk ke dalam hewan omnivora dengan makanan utamanya berupa udang kecil dan alga hijau biru. Sebab di dalam udang dan alga mengandung beta karoten yang menjadi sumber makanan bagi flamingo.

Dengan bentuk paruh yang dimilikinya, flamingo dapat menyaring air dan lumpur untuk memperoleh makanannya dengan mudah. Di dalam paruhnya terdapat struktur lamellae yang membantu proses penyaringan.

Selain itu, karena mengkonsumi banyak beta karoten membuat flamingo terlihat berwarna merah muda cerah.

Recent Posts

Mengapa Langit Berwarna Orange Pada Sore Hari?

Pernahkah kalian bertanya-tanya dengan warna langit setiap waktunya? Ketika pagi, siang, dan sore warnanya bisa…

2 weeks ago

Perbedaan Umbra, Penumbra, dan Antumbra

Umbra, penumbra, dan antumbra merupakan 3 bagian berbeda dari suatu bayangan dari benda padat yang…

2 weeks ago

6 Hewan Paling Lambat Di Dunia

Setiap hewan yang ada di dunia ini mempunyai keunikan tersendiri. Dari hewan berukuran besar hingga…

2 weeks ago

7 Hewan Paling Beracun Di Dunia

Setiap hewan mempunyai mekanisme tersendiri demi melindungi dirinya dari mangsa. Salah satu bentuk mekanisme pertahanan…

2 weeks ago

Tanah Humus: Ciri-Ciri, Kelebihan dan Kekurangannya

Humus adalah salah satu komponen pada tanah, merupakan bahan organik yang tersebar di tanah dengan…

3 weeks ago

Debu Kosmik: Pengertian, Proses Pembentukan, dan Dampaknya

Pengertian Debu Kosmik Debu kosmik atau bisa juga disebut debu luar angkasa adalah debu yang…

3 weeks ago