Categories: Fisika

Gerak Lokomotor: Pengertian – Jenis dan Contohnya

Di dalam ilmu olahraga, ada salah satu jenis gerak bernama gerak lokomotor. Gerakan ini biasanya akan diajarkan pada anak anak usia dini yakni bagian dari latihan keterampilan gerak.

Ini termasuk ke dalam jenis gerakan yang paling dasar serta bisa dilakukan manusia yang disebut para ahli dengan Fundamental Motor Skills disingkat FMS.

Sebetulnya, gerak lokomotor berfungsi sebagai latihan ketangkasan yang diajarkan sejak dini untuk anak anak. Dengan latihan yang sudah dibuat sedemikian rupa ini, maka anak anak akan diajarkan cara melakukan gerakan lokomotor yang aman sekaligus baik.

Ada sebagian anak yang takut melakukan gerakan ini sehingga sangat penting untuk diajarkan pada anak anak supaya bisa lebih terampil sekaligus berani melakukan gerak lokomotor.

Pengertian Gerak Lokomotor

Gerak lokomotor merupakan gerak tubuh dengan cara berpindah dari satu tempat ke tempat lain yang terdiri dari gerak dasar yang berbeda dengan gerak non lokomotor. Pada gerak ini, seseorang nantinya harus memindahkan tubuh dari posisi A ke posisi B dan ketika berpindah maka tubuh akan terangkat atau diproyeksikan ke atas untuk ke posisi kedua.

Jenis Gerak Lokomotor

Jika diurutkan secara acak, maka anak anak umumnya akan mempelajari beberapa jenis gerak lokomotor diantaranya seperti berikut ini:

  • Berjalan: Bergerak dengan satu kaki di tanah setiap saat.
  • Lari: Terkadang kedua kaki akan ada di udara.
  • Hopping atau melompat: Bergerak naik turun dengan satu kaki.
  • Melompat: Gerakan naik dan turun dengan kedua kaki di udara dalam waktu bersamaan dan juga bisa diartikan sebagai melompat dari ketinggian atau melompat ke depan.
  • Galloping: Melangkah dengan satu kaki selalu ada di depan.
  • Skipping: Melangkah dan melakukan lompatan yang dilakukan secara bergantian.

Contoh Gerak Lokomotor

Ada beberapa contoh gerakan yang termasuk gerak lokomotor yakni berlari, berjalan, meloncat, melompat, berjingkat, memanjat, merayap, leaping, skipping, slidding dan juga rolling yang semuanya menggunakan beberapa anatomi tubuh. Berikut adalah penjelasan beberapa contoh dari gerak lokomotor:

1. Berjalan

Contoh dari gerak lokomotor pertama adalah berkalan yakni gerakan memindahkan tubuh dari satu area ke area lainnya. Gerakan berjalan ini dilakukan dengan cara mengganti langkah dan salah satu kaki akan tetap menumpu di dasar pijakan. Aktivitas berjalan ini juga dapat dilakukan dengan tangan, tubuh serta kaki.

Untuk arah gerakannya bisa beragam dari mulai ke depan, ke belakang, ke samping kanan atau ke samping kiri. Pada prosesnya, setiap orang mungkin akan memperlihatkan kecepatan pergerakan yang berbeda beda baik itu lambat, terhenti henti, perlahan, berkelanjutan atau keras.

2. Berlari

Berlari juga masuk dalam jenis gerak lokomotor yang dilakukan dengan cara memindahkan tubuh dari satu area ke area lainnya dengan cara mengganti langkah ketika tubuh sedang melayang di udara. Bisa dikatakan gerakan ini adalah pengembangan dari gerak berjalan.

3. Berjingkat

Selain berlati, berjingkat juga menjadi contoh dari gerak lokomotor yakni memindahkan tubuh dari satu area ke area lain memakai satu kaki sebagai tumpuan dan juga untuk mendarat. Sedangkan untuk kaki yang lain tidak menyentuh tanah dengan cara di tekuk pada lutut.

Kemampuan berjingkat ini juga sangat penting untuk dilatih karena bisa mendukung aktivitas motorik yang berhubungan dengan cabang olahraga seperti bola voli, bola basket serta lompat jangkit.

4. Meloncat

Meloncat juga merupakan contoh gerak lokomotor yakni keterampilan untuk memproyeksikan tubuh yang melibatkan gerakan menolah serta mendarat memakai kedua kaki. Gerakan meloncat ini dapat dilakukan ke atas atau vertical jump dan juga lurus atau ke depan [horizontal jump]. Kekuatan kaki nantinya sangat penting dalam melakukan gerakan ini serta juga butuh keseimbangan yang dinamis, kekuatan otot serta koordinasi tubuh yang baik.

5. Melompat

Contoh gerak lokomotor berikutnya adalah melompat yakni gerakan menolak serta menyerap kekuatan dengan cara mendarat memakai satu kaki. Gerakan melompat ini juga bisa dikatakan sebagai gerakan berjalan atau melangkah dari tempat yang agak tinggi ke tempat yang lebih rendah.

6. Menderap

Contoh dari gerak lokomotor berikutnya adalah menderap yang juga disebut dengan mencongklang. Menderap meruapakn aktivitas gerak berjalan yang dikombinasikan dengan leaping atau melompat. Untuk arahnya sendiri bisa ke arah depan atau ke belakang yang dilakukan dengan kedua kaki.

7. Merayap

Contoh dari gerak lokomotor selanjutnya adalah merayap yang bisa diartikan sebagai gerak meindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain dengan posisi tubuh telungkup pada permukaan. Gerakan ini dilakukan dengan kepala yang sedikit diangkat, kaki kiri atau kanan dan tangan yang digerakkan maju bersamaan lalu kaki mendorong tubuh ke arah depan.

8. Memanjat

Memanjat juga merupakan contoh dari gerak lokomotor yakni gerakan memindahkan tubuh ke atas atau ke bawah memakai kedua kaki dan juga kedua tangan. Anggota tubuh bagian atas nantinya berfungsi untuk menjaga tubuh supaya tidak terjatuh.

9. Leaping

Leaping jika secara sederhana bisa disebut dengan gerakan split di udara yakni dengan cara memanjangkan langkah untuk bisa melakukan perpindahan yang cukup jauh.

10. Slidding

Slidding merupakan gerakan melompat ke arah samping kanan atau kiri dengan memakai satu kaki yang selalu ada di depan dari posisi kedua kaki yang terbuka lebar. Pada saat sedang melayang, maka kaki yang di belakang akan mendarat di bekas kaki yang di depan sebelumnya. Ketika sedang melakukan gerakan ini , maka tubuh akan berpindah dari kaki di depan ke kaki yang ada di belakang.

11. Rolling

Rolling jika diartikan secara sederhana adalah gerakan berputar tanpa henti di sepanjang permukaan. Gerakan rolling ini bisa dilakukan baik dari arah ke depan dan juga ke belakang bahkan ke samping.

Manfaat Gerak Lokomotor

Sama seperti gerak non lokomotor, gerak lokomotor juga memiliki banyak manfaat yakni untuk mengembangkan kesadaran mengenai keberadaan tubuh pada ruang dan sistem gerak pada manusia. Para ahli menyebutnya sebagai kesadaran persepsi motorik yang terdiri atas:

  • Kesadaran tubuh sendiri.
  • Kesadaran akan hubungan ruang atau spasial.
  • Kesadaran konsep arah.
  • Kesadaran akan pendengaran serta visual.

Perkembangan Gerak Lokomotor

Sebagian besar anak anak akan belajar berjalan di usia sekitar 1 tahun kemudian melompat, berlari di usia sekitar 2 tahun. Mereka nantinya akan mulai menguasai keterampilan lebih kompleks yakni berlari, melompat, meloncat dan juga meluncur di usia 3 tahun.

Anak-anak nantinya butuh instruksi agar bisa mempelajari keterampilan tersebut khususnya yang lebih menantang.

Balita dan juga anak anak prasekolah nantinya butuh banyak kesempatan untuk praktek gerak lokomotor ini dan sebagian besar biasanya menyukai sesi latihan ini karena terlihat seperti permainan.

Recent Posts

Mengapa Langit Berwarna Orange Pada Sore Hari?

Pernahkah kalian bertanya-tanya dengan warna langit setiap waktunya? Ketika pagi, siang, dan sore warnanya bisa…

2 weeks ago

Perbedaan Umbra, Penumbra, dan Antumbra

Umbra, penumbra, dan antumbra merupakan 3 bagian berbeda dari suatu bayangan dari benda padat yang…

2 weeks ago

6 Hewan Paling Lambat Di Dunia

Setiap hewan yang ada di dunia ini mempunyai keunikan tersendiri. Dari hewan berukuran besar hingga…

2 weeks ago

7 Hewan Paling Beracun Di Dunia

Setiap hewan mempunyai mekanisme tersendiri demi melindungi dirinya dari mangsa. Salah satu bentuk mekanisme pertahanan…

2 weeks ago

Tanah Humus: Ciri-Ciri, Kelebihan dan Kekurangannya

Humus adalah salah satu komponen pada tanah, merupakan bahan organik yang tersebar di tanah dengan…

3 weeks ago

Debu Kosmik: Pengertian, Proses Pembentukan, dan Dampaknya

Pengertian Debu Kosmik Debu kosmik atau bisa juga disebut debu luar angkasa adalah debu yang…

3 weeks ago