Sponsors Link

Teropong Pantul: Pengertian – Cara kerja – Fungsi dan Jenis-jenisnya

Sponsors Link

Teropong termasuk dalam alat-alat optik yang memanfaatkan prinsip pembiasan dan/atau pemantulan cahaya. Sebagaimana sebelumnya telah dibahas mengenai fungsi teropong bintang, cara kerja teropong bintangmateri kali ini khusus menjelaskan tentang teropong pantul yang masuk juga dalam kelompok alat-alat optik, meliputi pengertian, cara kerja, fungsi, dan jenis-jenisnya.

ads

Pengertian Teropong Pantul (Reflektor)

Teropong pantul merupakan teropong yang menggunakan prinsip pemantulan cahaya objek oleh sebuah cermin cekung atau lebih tergantung model/desainnya yang fungsinya sama dengan lensa objektif. Teropong ini tersusun atas cermin cekung, cermin datar, dan lensa okuler. Dengan penggabungan tersebut, terkadang beberapa model teropong ini dikenal juga dengan teropong katropis atau penggabungan dari refraktor dan reflektor (Baca juga: macam-macam teropong). Terlepas dari itu, istilah teropong pantul tetaplah teropong yang memanfaatkan pemantulan cahaya menggunakan cermin datar ataupun cermin cekung.

Adapun bagian-bagian penting dari teropong reflektor ini yaitu:

  1. Cermin cekung. Berfungsi sebagai penangkap cahaya.
  2. Cermin datar. Cermin datar memantulkan cahaya yang berasal dari cermin cekung (sebagai lensa objektif).
  3. Lensa okuler. Sebagai bagian untuk mengamati suatu objek.

Jika pada teropong bias (refraktor) kedua lensa terletak di kedua ujung tabung dari teropong, lain halnya dengan teropong pantul (reflektor).  Pada teropong pantul, cermin cekung yang berperan sebagai objektif terletak pada bagian belakang tabung sehingga bagian depan teropong tampak kosong dan terbuka.

Cara Kerja Teropong Pantul (Reflektor)

diagram teropong bintang pantulGelombang cahaya/sinar sejajar yang datang dari arah yang tidak terhingga, masuk melalui tabung optik menuju cermin cekung yang kemudian dipantulkan. Cermin cekung berfungsi merefleksikan cahaya dan bayangan gambar.  Sinar kemudian difokuskan ke titik fokus (F) di cermin datar. Cermin datar mengarahkan sinar pada lensa okuler. Lensa okuler berfungsi sebagai pembesar sehingga akan tampak jelas saat kita melihat melalui lensa okuler. Perbesaran bayangan pada teropong bias dan pantul ternyata sama. Makin besar lensa objektifnya, maka semakin banyak cahaya yang masuk sehingga objek yang jauh seperti yang ada di luar angkasa dapat menghasilkan citra yang baik.

Fungsi Teropong Pantul (Reflektor)

Teropong pantul sering digunakan dalam bidang astronomi oleh karena itu, teropong ini disebut juga sebagai teleskop. Bahkan hampir semua teropong yang digunakan lembaga antariksa saat ini banyak menggunakan teropong reflektor. Teropong pantul berfungsi dalam mengumpulkan cahaya objek-objek yang mempunyai intensitas cahaya cukup sampai sangat kecil. Sehingga, pemanfaatan fungsi teropong ditujukan untuk pengamatan objek jauh di luar angkasa yang sangat luas (intensitas cahaya yang kecil).

Alasan penggunaan reflektor dalam bidang astronomi ini selain biaya pembuatan cermin yang murah dan tidak rumit yaitu reflektor pada teropong ini dapat berfungsi pada spektrum cahaya yang secara luas sehingga dapat menyerap panjang gelombang tertentu ketika cahaya melewati elemen cermin. Tentunya hal ini lebih murah jika pembuatanya dalam skala besar.

Sponsors Link

Selain fungsinya dalam bidang astronomi, teropong pantul juga digunakan dalam pengamatan terestrial atau pengamatan medan bumi. Salah satu jenis teropong pantul yang digunakan dalam bidang ini yaitu desain Gregorian.

Jenis-jenis Teropong Pantul (Reflektor)

Berbicara tentang jenis-jenis teropong . Di zaman sekarang ini, telah banyak desain teropong yang berbeda dalam hal bentuk, penggunaan jenis cermin, jumlah cermin dan lensa, letak, tujuan dan sebagainya. Selain itu, hal yang tidak kalah penting dari sebuah desain adalah penggunaan film atau sensor digital pada desain teropong yang dapat memudahkan dalam perekaman gambar objek yang dihasilkan oleh reflektor.

Berikut ini jenis-jenis teropong pantul berdasarkan desainnya:

  1. Desain Newtonian

Teropong newtonian merupakan teropong pantul pertama yang dibuat dan menjadi contoh desain teropong lainya (gambar dapat dilihat pada cara kerja teropong di atas).  Terdiri atas sebuah cermin utama besar yang berbentuk cekung dan cermin datar untuk memantulkan cahaya ke lensa okuler. Lensa okuler pada teropong ini terletak di salah satu sisi samping teropong ini. Seperti namanya, desain ini diciptakan oleh Isaak Newton. Penggunaanya dan model yang sederhana dapat digunakan oleh kaum awam serta mudah untuk membuatnya.

  1. Desain Gregorian

Teleskop GregorianTeropong yang menggunakan desain ini mempunyai 2 cermin cekung (cermin utama) dan sebuah cermin kedua yang juga berbentuk cekung  untuk merefleksikan cahaya dari  cermin utama ke lensa okuler melalui celah diantara 2 cermin utama tadi.  Gambar yang dihasilkan tegak dan sering digunakan untuk pengamatan terestrial atau pengamatan medan. Desain jenis ini membuat seorang pengamat dapat berdiri dibelakang cermin utama, sangat sesuai dengan fungsinya tadi.

  1. Desain Cassegrain

Teropong CassegrainJenis ini menggunakan kombinasi  dari jenis cermin cekung dan cembung. Dua cermin utama berbentuk cembung yang diantara kedua cermin tersebut terdapat lubang sebagai tempat melewatinya pantulan cahaya ke lensa okuler yang dipantulkan oleh cermin kedua (berbentuk cembung). Cermin cembung sebagai cermin kedua (sekunder) menciptakan panjang fokus yang lebih panjang pada teropong ini.

Sponsors Link

  1. Desain Off-axis
Herschelian

Herschelian

Teropong Off-axis

Schiefspiegler

Desain ini memungkinkan elemen-elemen sekunder dapat dihilangkan atau dapat dipindahkan dari sumbu optik utama. Desain ini bertujuan untuk menghindari obstruksi. Beberapa contoh desain ini adalah herschelian dan schiefspiegler. Pada desain herschelian tidak menggunakan cermin kedua  seperti yang terdapat pada newtonian. Sedangkan pada schiefspiegler menggunakan cermin yang dapat digerakkan.

  1. Desain Cermin cair (liquid)
Large Zenith Telescope (LZT)

Large Zenith Telescope (LZT)

Jika pada jenis teropong lain mempunyai jenis kaca yang solid, lain halnya dengan teropong tipe ini yang menggunakan logam cair sebagai cerminya. Logam cair berputar dengan kecepatan yang konstan menghasilkan bentuk cekung (seperti parabola) sehingga sesuai jika digunakan sebagai cermin pemantul. Penggunaan sistem ini jauh lebih murah dalam pembuatanya dibandingkan jenis yang lain. Kemampuan pengumpulan cahaya menggunakan cermin cair sangat baik. Salah satu contoh dari teropong jenis ini adalah Large Zenith Telescope (LZT) yang berada di Canada. LZT

Sponsors Link
, , , ,



Oleh :
Kategori : Astronomi