Sponsors Link

11 Teori Evolusi Menurut Para Ahli

Sponsors Link

Evolusi merupakan hakikat ilmu biologi yakni proses perubahan yang terjadi pada makhluk hidup dari generasi sebelumnya dalam kurun waktu yang lama.

Sedangkan perubahan yangterjadi akibat revolusi sendiri juga sangat beragam dari segi bentuknya. Ada beberapa teori evolusi menurut para ahli yang akan kami jelaskan secara lengkap dalam ulasan berikut ini.

1. Teori Evolusi Menurut Aristoteles

Teori Evolusi menurut para ahli yang pertama adalah dari Aristoteles [384-322 SM]. Aristoteles sendiri merupakan filsuf asal Yunani sekaligus murid dari Plato serta guru dari Alexander yang Agung.

Dalam teorinya ia mengatakan jika evolusi terjadi atas dasar metafisika alam. Menurutnya, metafisika alam bisa mengubah organisme serta habitatnya dari bentuk yang sederhana menjadi bentuk lain yang lebih kompleks lagi.

2. Teori Evolusi Menurut Carolus Linnaeus

Carolus Linnaeus atau Carl von Linne merupakan seorang ilmuwan asal Swedia yakni ilmuwan yang meletakkan dasar tatanama biologi dan dikenal sebagai bapak taksonomi modern serta menjadi bapak ekologi modern.

Linnaeus merupakan seorang ahli botani yang dihormati ketika masanya serta dikenal dengan kemampuan berbahasanya. Selain menjadi seorang ahli botani, Ia juga merupakan ahli zoologi serta seorang dokter.

Ia membuat suatu ketentuan dengan cara mencari keteraturan posisi antar makhluk hidup dengan cara mencari persamaan sifat serta mengelompokkan yang serupa di dalam sebuah kelompok dan dilakukan secara berhenjang dari muali yang terendah yakni takson spesies hingga yang tertinggi atau takson kingdom.

3. Teori Evolusi Menurut Empedocles

Empedocles yang lahir di Akragos, Pulau Sicilia ini sangat dipengaruhi dengan ajaran dari kaum Pythagorean, Parmenides serta aliran keagamaan refisme. Ia sangat pandai di bidang penyair retorika, kedokteran, pemikir serta politik dan ia jua menulis karyanya ke dalam bentuk puisi seperti contohnya Parmenides.

Menurutnya, teori evolusi bisa terjadi dari kehidupan yang berasal dari lumpur hitam yang kemudian memperoleh sinar matahari yang sederhana lalu berkembang sempurna sehingga menyebabkan sekarang menjadi sangat beragam akibat kemampuan dalam jenis jenis adaptasi.

4. Teori Evolusi Menurut Erasmus Darwin

Erasmus Darwin merupakan seorang filsuf yang lahir di Elston Hall dekat Notthingham, Inggris pada tanggal 12 Desember 1731 dan meninggal 18 April tahun 1802 di Breadsall Priory dekat Derby, Inggris di usia 70 tahun. Ia merupakan seorang dokter Inggris yang sudah menolak tawaran dari George III untuk menjadi seorang dokter Kerajaan.

Ia juga merupakan ahli fisiologi, ahli filsafat, penemu, abolisionis serta seorang penyair. Puisi karyanya lebih banyak berisi tentang sejarah alam termasuk juga pernyataan mengenai evolusi serta hubungannya di segala bentuk kehidupan.

Erasmus Darwin merupakan kakek dari Charles Robert Darwin yakni tokoh evolusi berkebangsaan Inggris. Teorinya berbunyi jika evolusi bisa terjadi akibat bagian fungsional pada stimulasi yang diwariskan. Ia juga menyusun sebuah buku berjudl Zoonamia yang isinya menentang teori evolusi milik Lamarck.

5. Teori Evolusi William Paley

William Paley adalah seorang rohaniawan, filsuf, apalog Kristen serta utulitarian Inggris yang dikenal karena eksposisi teologi alam miliknya dari argumen tentang keberadaan Tuhan di karyanya yang bernama Natural Theology or, Evidences of the Existence and Attributes of the Deity.

Didalam bukunya dengan judul Natural Thurology, William Paley mengemukakan pendapat jika kekomplexan makhluk hidup merupakan sebuah bukti kerja sama dari Sang Pencipta.

6. Teori Evolusi Menurut Sir Charles Lyell

Sir Charles Lyell, Kt FRS merupakan seorang pengacara Britania Raya serta geolog yang terkemuka di masanya. Ia dikenal sebagai seorang penulis Principles of Geology yang mempopulerkan konsep James Hutton tentang Uniformitarianisme yakni gagasan jika bumi dibentuk oleh tenaga yang terus bergerak secara perlahan bahkan sampai sekarang ini. Lyell merupakan teman dekat dari Charles Darwin serta ikut berpengaruh pada pemikirannya.

Lyell merupakan seorang ilmuwan dari Skotlandia dan di dalam bukunya tersebut, ia berpendapat jika permukaan bumi terbentuk lewat proses yang bertahap di dalam jangka waktu yang lama.

7. Teori Evolusi Menurut George Cuvier

George Cuvier memperkenalkan teori katastropisme yakni paham mengenai keanekaragaman makhluk hidup yang dihasilkan neney moyang serta muncul atau punahnya makhluk hidup terjadi karena bencana alam.

Alasan dari seorang ahli Paleotologi atau ilmu fosil ini adalah sebab ia mengamati setian batuan sedimen kuni yang ditemukan dan mengandung beberapa jenis hewan serta tumbuhan dengan morfologi yang berbeda beda.

Ia beranggapan jika setiap sedimen mewakili setiap masa atau waktu dari evolusi. Masing masing sedimen mengandung jenis organisme hidup serta mati yang terjadi akibat bencana. Ia meyakini jika makhluk hidup bisa muncul di masa yang beragam di dalam tataran geologi.

Teori ini di dalam ilmu geologi disebut dengan Catastrophisme yakni revolusi besar pada permukaan bumi, Ia juga menyangkal semua jenis hubungan kefamilian di antara makhluk hidup di masa sekarang serta makhluk yang hidup sebelumnya.

8. Teori Evolusi Menurut Lamarck

Teori evolusi yang disebut dengan teori Lamarck atau teori perolehan ini diwariskan secara genetik. Pada awal abad ke-19, ia memperkenalkan jika sifat fenotip perolehan lingkungan bisa diwariskan secara genetik yang dalam bahasa Inggris disebut dengan acquired inheritance.

Bagian tubuh yang tidak dipakai nantinya akan mengalami retardasi atau tidak berkembang dan bagian tubuh yang dipakai akan terus berkembang dengan kuat dan semakin besar.

Ia juga menerangkan jika nenek moyang jerapah yakni salah satu contoh fauna Ehiopia ini memiliki leher yang pendek namun karena secara terus menerus dijulurkan ke atas untuk mencari makanan, maka leher jerapah menjadi lebih panjang. Untuk itu menurut Lammarck, evolusi bisa terjadi karena pewarisan sifat genetis yang diperoleh dari lingkungan.

Teori Lammarck ini juga memiliki kesalahan yang bisa dibuktikan oleh Weissman yang memperlihatkan jika tikus dengan ekor yang dipotongdi laboratorium tidak mewarisi pengalaman ekornya tersebut pada keturunannya.

9 Teori Evolusi Menurut Charles Darwin

Dalam teorinya, Charles Darwin menyatakan jika evolusi bisa terjadi karena proses seleksi alam sehingga teori dari Charles ini juga disebut dengan teori seleksi alam. Teori Darwin ini disusun berdasarkan fakta yang sudah ia amati saat berkeliling dunia menggunakan kapal Beagle di Kepulauan Galapagos dan juga beberapa area lainnya di Amerika Selatan.

Selain itu, ia juga dipengaruhi dari 2 buku yakni:

  • Principles of Geology karangan Charles Lyell: Menguraikan tentang perubahan geologis yang bersifat gradual atau secara perlahan namun pasti dan konsisten serta terus menerus.
  • Malathus: Tentang populasi penduduk dunia yang bertambah atas dasar deret ukur. Sedangkan jumlah makanan akan bertambah berdasarkan deret hitung sehingga ada kecenderungan saling berebut sumber daya lewat perjuangan hidup.

10. Teori Evolusi Menurut Plato

Plato percaya jika ada dua dunia yang ideal serta abadi dan juga duni maya atau khayal yang tidak sempurna. Kedua dunia ini bisa dipahami dengan memakai alat indera manusia. Menurutnya, evolusi bisa mengubah duani dengan organisme yang sudah ideal serta teradaptasi secara sempurna dengan lingkungan.

11. Teori Evolusi Menurut August Weismann

Friedrich Leopold August Weismann merupakan ahli biologi evolusi berkebangsaan Jerman. Ernst Mayr kemudian menempatkan Weismann sebagai seorang ahli teori evolusi yang terpenting kedua pada abad ke-19 sesudah Charles Darwin.

Weismann berpendapat jika sel sel tubuh tidak dapat dipengaruhi dari lingkungan di dalam penurunannya, namun atas dasar prinsip genetika. Weismann melakukan percobaan demi membuktikan teorinya.

Percobaan dilakukan pada dua tikus yang ekornya dipotong lalu dikawinkan. Hasilnya, generasi keturunan tikus tersebut masih memiliki ekor yang panjang hingga generasi ke-21. Dari percobaan itulah Weismann membuat kesimpulan seperti berikut ini:

  • Perubahan sel tubuh terjadi karena pengaruh dari lingkungan atau faktor eksternal pertumbuhan tidak diwariskan ke generasi selanjutnya.
  • Evolusi adalah tentang genetika yang artinya merupakan gejala seleksi alam pada beberapa faktor genetika.
Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Biologi