Sponsors Link

Sistem Saraf Echinodermata (Gambar dan Penjelasannya)

Sponsors Link

Berbicara tentang sistem gerak pada hewan, tentu memiliki perbedaan antara sistem gerak hewan vertebrata maupun sistem gerak invertebrata. Dibandingkan vertebrata yang mempunyai pergerakan yang baik, invertebrata memiliki keterbatasan dalam bergerak atau pergerakan yang sederhana, contohnya yang ditemukan pada kelompok Echinodermata.

ads

Echinodermata merupakan hewan invertebrata yang memperlihatkan ciri tubuhnya yang mempunyai duri, bentuk tubuhnya bervariasi namun dapat dibagi menjadi lima bagian atau disebut dengan pentaradial, kebanyakan bergerak menggunakan mekanisme pengaturan air atau sistem ambulakral dan terdapat peranan sistem saraf dalam setiap pergerakannya. Contoh hewan yang masuk dalam kelompok ini adalah bintang laut, landak laut, lili laut, ketimun laut, dan bintang ular.

Sistem Saraf Echinodermata

Sistem saraf Echinodermata dikenal dengan saraf plexus, Echinodermata tidak mempunyai otak dan hanya mempunyai cincin saraf pusat (ring nerves) serta cabang saraf (radial nerves) yang menyebar pada lengan atau bagian tubuhnya yang simetris radial tepatnya di bawah kulit mereka. Ini menyebabkan koordinasi yang terjadi dapat berjalan lambat. Walaupun begitu, Echinodormata  sensitif terhadap sentuhan, cahaya, suhu, dan keadaan air di sekitarnya, karena pada umumnya Echinodermata mempunyai kaki tabung pada tubuhnya yang membantunya dalam gerak dan juga pada kelompok tertentu ditemukan suatu bagian yang dinamakan eye spot. Eye spot berupa kumpulan ocelli yang mengandung sel epitel berpigmen yang dapat merespon cahaya dan terdapat sel sensori diantara itu.

1. Asteroidea

Sumber: nervousphylums.weebly.com

Kelompok bintang laut dari kelas Asteroidea adalah salah satu contoh umum yang bisa diamati terkait sistem saraf Echinodermata. Pada bintang laut, cincin saraf pusat terletak di sekitar esopagus sedangkan saraf radial ditemukan pada setiap lengan, sejajar dengan sistem sirkulasi air yang membantu pergerakannya. Kaki tabung sensitif terhadap zat kimia yang bersumber dari makanannya. Eye spot membantu mereka dalam merasakan sensitifitas cahaya menggunakan sel reseptor.

Kemampuan dalam autotomi atau kemampuan menumbuhkan lenganya yang sengaja dilepaskan/patah dalam menghadapi predator, sistem saraf berperan penting dalam proses tersebut karena dapat mengirimkan sinyal pada tubuh untuk melepaskan lengan yang berada dalam genggaman musuh/predator. Saraf radial pada lenganya akan mengirimkan sinyal ke cincin saraf pusat.

2.  Echinoidea

Sumber: nervousphylums.weebly.com

Pada kelas Echinoidea, terdapat 5 saraf yang menyebar di bawah percabangan kanal dari cincin saraf pusat ke berbagai bagian seperti kaki tabung, duri, pedicellari yang merupakan organ pertahanan. Pusat saraf terletak mengelilingi lentera aristoteles.

Echinoidea mempunyai eye spot yang terletak pada bagian aboral. Duri yang dimilikinya selain digunakan sebagai pertahanan, juga digunakan sebagai alat indera peraba. Untuk bergerak atau melakukan suatu hal, Echinoidea mempunyai organ sensor statocysts yang disebut spheridia yang dapat mengirimkan sinyal dari suatu paparan untuk melakukan pergerakan dan tindakan lain. Contoh hewan yang termasuk dalam kelompok ini adalah landak laut.

3.  Holothuroidea

Sumber: www.gbri.org.au

Cincin saraf pusat yang dimiliki kelompok ini terletak di sekitar faring (pharynx) yang juga bercabang menjadi 5 saraf radial pada seluruh tubuh dan juga mengirimkan sinyal ke tentakel  dan faring. Walaupun tidak seperti Asteroidea dan Echinoidea yang mempunyai organ sensor tambahan, Holothuroidea masih dapat merangsang terhadap sentuhan dan cahaya karena saraf melewati kulit dan terletak di bawah sistem sirkulasi air (ambulakral). Selain itu, podia yang merupakan kaki tabung termasuk bagian yang sensitif dalam menghadapi rangsangan.

Jadi, komponen dari sistem saraf Holothuroidea adalah cincin saraf pusat dan lima saraf radial, menjalar dari bagian anterior ke bagian posterior melewati jaringan ikat pada tubuhnya. Setiap tali saraf radial terdiri atas dua strip jaringan saraf yaitu ectoneural dan hyponeural. Kedua bagian ini terhubung dan menjadi bagian penyusun sistem saraf. Terlepas dari hal itu, terdapat penelitian yang melaporkan bahwa pada kelompok ini, peranan pusat sistem saraf tidak memberikan pengaruh berarti terhadap sistem koordinasinya. Contoh hewan yang termasuk dalam kelompok ini adalah ketimun laut/teripang.

4. Crinoidea

Sumber: www.semanticscholar.org

Khusus pada kelompok Crinoidea, sistem saraf terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:

  1. Sistem Oral : Terletak disekitar mulut dan saraf radial bercabang ke bagian lengan dibawah jaringan epidermis membentuk jaringan saraf panjang dari sistem pencernaan.
  2. Sistem Hyponeural : Disetiap lenganya terdapat 2 cabang saraf yang digunakan sebagai sensor pengatur bagian pinula (cabang-cabang kecil pada lenganya yang digunakan untuk menangkap makanan) dan kaki tabung sebagai alat penggerak.
  3. Sistem Aboral : bagian ini termasuk bagian utama karena fungsinya sebagai pengatur gerakan, terletak di dasar calyx (fungsinya sebagai cakram), saraf tunggalnya mengarah ke setiap lengan dan pada tangkainya (stalk). Tangkai atau stalk berfungsi sebagai bagian yang digunakan dalam menempel pada substrat. Beberapa spesies dari kelompok ini dapat bergerak bebas sebelum mencari substrat untuk melekat saat dewasa. Contoh hewan yang termasuk dalam kelompok ini adalah Lili laut.

5. Ophiuroidea

Ophiuroidea termasuk kelompok yang mirip bintang laut namun tidak mempunyai mata, sering disebut bintang ular. Organ sensorik tidak ditemukan pada Ophiuroidea, namun tetap mempunyai cincin saraf pusat yang terdapat di bagian cakram (pusat tubuh). Percabangan saraf atau saraf radial juga seperti pada bintang laut yang menyebar ke setiap lengan. Saraf-saraf tersebut berada di dasar osikel yang merupakan rangka penyusun tubuh serta bagian tentakel.

Ophiuroidea masih dapat merasakan sensitifitas seperti zat kimia, sentuhan, atau cahaya melalui saraf yang terdapat di bawah epidermis pada lengan. Berdasarkan hal tersebut semua pergerakannya bergantung oleh tentakel, karena saraf radial yang melewati tentakelnya mengambil alih kontrol setiap pergerakan, berbeda dengan kelompok lain yang disetiap pergerakan dibantu oleh kaki tabung melalui sistem ambulakral (sistem sirkulasi air).

Sumber: 1.bp.blogspot.com

Pergerakan Echinodermata – Sistem Ambulakral

Sistem ambulakral merupakan sitem pengaturan sirkulasi air yang dimulai dari proses memasukkan air melalui madreporit dan berakhir pada kaki tabung yang dapat bergerak sehingga Echinodermata dapat bergerak. Selain mengatur proses pergerakan, sistem ini juga membantu dalam penerimaan rangsangan (sistem saraf). Selain sistem saraf yang terdapat pada kulitnya, kaki tabung juga dapat memberikan rangsangan ke saraf radial untuk respon selanjutnya. Namun, seperti yang dijelaskan bahwa tidak semua pengaturan air ini membantunya dalam pergerakan, contohnya yang masuk dalam kelompok Ophiuroidea. Kelompok ini tidak mempunyai kaki tabung, sehingga pergerakannya benar-benar diatur oleh sistem saraf pada bagian radial.

Kesimpulannya, sistem saraf kelompok ini masih dikatakan sederhana dan cukup membantu menunjang eksistensinya dalam ekologi laut. Demikianlah pembahasan tentang sistem saraf Echinodermata, semoga dapat menambah wawasan kita.

Sponsors Link
, , ,



Oleh :
Kategori : Hewan