Sponsors Link

Penjelasan Sistem Reproduksi Porifera Terlengkap

Sponsors Link

Jika kita berbicara mengenai makhluk hidup dan persebarannya, maka ada banyak hal yang bisa kita bicarakan. Setiap bahan wacana pastinya akan memiliki hal menarik tersendiri yang bisa dijelaskan dan ditindak lanjuti. Ada banyak hal yang mempengaruhi faktor persebaran keanekaragaman hayati yang yang ada di muka bumi. Mulai dari iklim dan persebaran makanan juga mempengaruhi proses penyebaran dari suatu makhluk hidup.

ads

Namun, pada dasarnya ada satu lagi hal yang bisa dikatakan cukup mempengaruhi persebaran keanekaragaman hayati yang ada di bumi. Hal tersebut adalah kemampuan untuk berkembang biak. Ketika makhluk hidup tersebut mampu berkembang biak dengan kecepatan tertentu maka persebaran makhluk hidup tersebut akan cukup cepat. Namun, ketika kemampuan tersebut menurun, maka persebaran makhluk hidup tersebut akan mengalami penurunan juga.

Jika membicarakan mengenai sistem reproduksi, tentunya akan bersinggungan dengan cara bereproduksi yang dilakukan oleh makhluk hidup. Pada dasarnya ada dua cara utama yang banyak digunakan, yaitu secara aseksual dan seksual. Atau yang pada tumbuhan lebih dikenal dengan ara vegetatif dan generatif. Ada beberapa hewan yang bisa dikatakan dapat berkembang secara aseksual dan seksual secara bergantian. Biasanya hal seperti dikarenakan berbagai macam kondisi. Salah satu hewan yang bisa dikategorikan dalam kondisi ini adalah Porifera.

Ada beberapa perbedaan dalam sistem reproduksi porifera yang bisa kita jelaskan. Namun, yang harus digaris bawahi adalah hewan yang satu ini merupakan sebuah hewan yang hermaprodit.  Ada beberapa hal yang bisa dijelaskan mengenai sistem perkembangbiakan dari hewan.

PERKEMBANGBIAKAN

Porifera merupakan sebuah hewan diploblastik yang cukup sederhana. Hal tersebut dapat dilihat dari lapisan tubuh porifera yang hanya terdiri dari beberapa lapis. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa hewan yang satu ini tersusun dari sel-sel seng masih belum terdiferensifikasi. Namun, fungsi dan tugas dari setiap sel pada setiap lapisannya bias dikatakan cukup tertata dengan baik. Secara garis besar sistem reproduksi porifera dapat kita bagi menjadi dua golongan besar, yaitu

1. Aseksual

Perkembangbiakan aseksual pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan perkembangbiakan vegetatif. Keduanya adalah hal yang memiliki pengertian yang sama. Kita selama ini mengenal beberapa perkembangbiakan vegetatif pada hewan yang bisa kita sebutkan. Salah satu contoh dari perkembang biakan tersebut adalah Tunas. Cara perkembangbiakan ini merupakan salah satu cara yang digunakan oleh porifera.  Sel tunas tersebut dihasilkan dari sel amebosit yang melepaskan diri dari inangnya. Ketika sela tersebut melepaskan diri maka akan membentuk sebuah jaringan hewan baru yang disebut sebagai tunas.Perkembangbiakan dengan cara ini bisa dikatakan cukup banyak kita temukan pada berbagai jenis porifera baik yang terdapat pada air tawar maupun air asin.

Cara kedua yang banyak digunakan adalah fragmentasi.  Cara ini bisa dikatakan hampir mirip dengan cacing planaria. Terkadang air air yang cukup deras akan dapat menyebabkan patah pada bagian tubuh porifera yang kurang kokoh. Ketika patahan tersebut jatuh pada lokasi yang dirasa cocok dan memungkinkan untuk tumbuh, maka dari patahan tersebut akan muncul satu individu baru.

Gemula adalah cara ketika yang digunakan dalam sistem reproduksi porifera. Banyak yang mengatakan bahwa gemula adalah sebuah tunas penyelamat atau larva penyelamat. Hal ini dikarenakan gemula hanya akan diproduksi oleh porifera ketika kondisi lingkungan tidak memungkinkan untuk bertahan hidup. Gemula terbentuk dari sel arkeosit yang memiliki cadangan makanan dan dilindungi oleh sel amebosit. Bentuk dan kondisi dari gemula ini berbeda-beda setiap jenisnya. Ada yang membiarkan gemula mereka berenang dengan bebas, namun  ada juga yang menyimpan gemula mereka untuk dapat bertunas lagi ketika kondisi perairan telah membaik.

2. Seksual

Reproduksi secara seksual ini sendiri merupakan salah astu cara yang banyak kita temukan pada cara perkembangbiakan generatif pada hewan. Sebagaimana yang telah kita bahas sebelumnya. Ada hal yang harus kita garis bawahi yaitu porifera adalah hewan yang tergolong hemaprodit. Dalam artian kita bisa menemukan sel sperma dan sel telur dalam satu indukan. Namun, perlu juga kalian ketahui bahwa porifera tidak memiliki gonad atau alat reproduksi. Sel sperma akan diproduksi oleh sel koanosit, sedangkan indung telur akan diproduksi oleh sel amebosit. Tapi, pembentukan sel sperma dan sel telur ini tidak dilakukan secara bersamaan.

Pelepasan sel sperma dengan sel telur sendiri bisa dikatakan cukup unik. Sel sperma akan dilepaskan melalui oskulum secara umum. Maka terkadang kita melihat beberapa jenis spons yang nampak seperti sedang merokok. Kemudian sel sperma tersebut akan ditangkap oleh bagian sel yang memproduksi indung telur. Proses pembuahan dan perkembangan embrio ini akan terjadi pada lapisan mesohil.  Setelah embrio tersebut dalam kondisi yang cukup dewasa kemudian akan dilepas oleh indukan tersebut.

Embrio dewasa ini bisa dikatakan masih memiliki ukuran yang cukup kecil. Kategori dewasa ini sendiri, adalah ketika embrio tersebut telah siap dan berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk berenang dan tumbuh secara mandiri pada tempat baru.

Itulah tadi beberapa hal mengenai sistem reproduksi porifera yang bisa kalian ketahui. Bisa dikatakan sistem reproduksi yang dimilikinya tak jauh berbeda dari sistem reproduksi yang lain. Hanya saja terdapat beberapa hal khusus yang membedakannya dari individu lain. semoga informasi ini bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,



Oleh :
Kategori : Hewan