Sponsors Link

Sistem Pernapasan Cacing Yang Harus Diketahui

Sponsors Link

Dalam rantai makanan, terdapat salah satu organisme yang bertugas sebagai pengurai makhluk hidup yang telah mati yakni dikenal dengan nama cacing. Sebagian besar tubuh cacing berbentuk tabung dan tersegmentasi serta masuk ke dalam filum Annelida.

Umumnya cacing yang kita kenal selama ini banyak ditemukan hidup di dalam tanah. Oleh sebab itu, sistem pencernaan dan juga sistem pernapasan yang dimiliki oleh cacing berbeda dengan makhluk hidup lainnya.

Jika sistem pernapasan ikan menggunakan insang, maka sistem pernapasan pada cacing tidaklah sama dengan ikan ataupun manusia. Hal ini tentu disesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat tinggal cacing yakni tanah.

Diketahui jika cacing tanah bernapas melalui permukaan atau kulit tubuhnya. Hal ini disebabkan karena cacing tidak mempunyai alat pernapasan khusus. Sistem pernapasan yang dilakukan oleh cacing tidak jauh berbeda dengan sistem pernapasan pada katak.

Karena bernapas menggunakan permukaan kulitnya, maka kulit cacing harus dalam kondisi basah dan berlendir agar tubuh cacing dapat menyerap oksigen di udara dengan mudah. Tidak heran jika cacing banyak ditemukan di tempat-tempat lembab seperti di dalam tanah ataupun keluar dari permukaan tanah setelah hujan untuk menjaga agar kulit tubuh tetap berada pada kondisi basah.

Permukaan kulit cacing atau bisa disebut sebagai kutikula ini memiliki banyak sekali pembuluh darah. Oleh sebab itu, oksigen yang terserap oleh kulit akan langsung diikat oleh hemoglobin yang terdapat di dalam darah cacing yang nantinya diedarkan ke seluruh tubuh.

Detak jantung yang dimiliki cacing memompa darah yang mengandung oksigen untuk dialirkan ke bagian kepala. Sedangkan ketika cacing menggerakan tubuhnya, aliran darah yang terdapat oksigen mengalir ke bagian ujung bawah tubuh atau ekor.

Setelah oksigen diedarkan ke seluruh tubuh, terjadi pertukaran oksigen menjadi karbon diosida, langkah berikutnya yakni mengeluarkan karbon dioksida tersebut keluar tubuh cacing melalui permukaan kulit.

Jika dilihat sistem pernapasan cacing memang tidak serumit sistem pernapasan makhluk lain seperti sistem pernapasan manusia atau sistem pernapasan pada burung. Bagi cacing bernapas melaluii kulit jauh lebih baik jika dibandingkan dengan sistem pernapasan yang dimiliki makhluk hidup lainnya.

Mengapa Cacing Hidup Di Dalam Tanah?

Seperti yang telah dijelaskan di atas, kulit cacing harus berada dalam kondisi lembab atau basah untuk dapat menangkap oksigen. Tanah yang lembab menjadi tempat ideal bagi cacing untuk dapat bertahan hidup.

Lalu apakah selamanya cacing hidup di dalam tanah? Beberapa penelitian menemukan jika cacing juga dapat hidup di dalam air selama kandungan oksigen tercukupi. Dengan kata lain cacing hanya akan hidup jika lingkungannya berada dalam kondisi lembab dan mengandung oksigen.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para zoologis dari Taiwan (2008), meneliti dua spesies cacing tanah, yakni cacing tanah yang akan keluar ke permukaan tanah ketika hujan dan lainnya tetap berada di dalam tanah.

Para peneliti tersebut menemukan jika cacing tanah yang keluar permukaan tanah ketika hujan, menyerap oksigen lebih cepat ketika malam hari dan tidak memiliki toleransi tinggi pada tanah yang terlalu banyak air. Perlu diketahui jika tanah yang terlalu banyak air terutama ketika hujan turun, kandungan oksigennya rendah.

Cacing tersebut hanya dapat bertahan di dalam tanah dalam kurun waktu yang tidak lama ketika hujan turun di siang hari, dan akan keluar dengan segera jika hujan turun pada malam hari. Sedangkan untuk jenis cacing lainnya masih dapat bertahan hidup dengan baik di dalam tanah meskipun konsentrasi oksigen rendah akibat hujan.

Sponsors Link
,
Oleh :
Kategori : Hewan