Sponsors Link

Rongga Pleura : Letak-Struktur-Fungsi-Gangguan

Sponsors Link

Sebagai salah satu makhluk hidup yang memiliki kecerdasan dan susunan tubuh ayang sangat lengkap. Manusia memang memiliki kedudukannya sendiri dalam tatanan kehidupan di muka bumi. Bisa dikatakan bahwa manusia dalam beberapa kondisi merupakan puncak tertinggi dalam siklus kehidupan. Hal tersebut dikarenakan adanya banyak sekali kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh manusia itu sendiri.

ads

Kelebihan tersebut bisa kita lihat baik secara morfologi maupun anatomi fosiologi dari tubuh manusia  itu sendiri. Pada dasarnya manusia melakukan hal yang sama untuk dapat bertahan dan berkembang, mereka akan melakukan berbagai macam jenis-jenis adaptasi yang dapat menunjang kehidupan mereka. Proses adaptasi tersebut sendiri akan berjalan seiring dengan proses evolusi yang membutuhkan waktu lama dan cukup panjang.

Proses evolusi yang dilalui oleh manusia sendiri memang berbeda dengan kondisi hewan yang lain. proses evolusi manusia dapat kita temukan pada susunan bagian dalam tubuh dari manusia itu sendiri. Namun, dapat juga dilihat dalam berbagai macam contoh adaptasi morfologi yang dapat kita lihat dengan jelas dan langsung, adaptasi tersebut merupakan salah satu usaha yang digunakan untuk dapat menyesuaikan dan bertahan hidup dalam lingkungan mereka. Maka terkadang ada beberapa organ tubuh manusia yang meskipun sama, namun memiliki kapasitas yang berbeda tergantung dari kondisi lingkungan yang ada.

Kali ini kita akan membahas mengenai salah satu bagian dari sistem organ manusia. Bagian yang akan kita bahas adalah mengenai rongga pleura. Sebuah bagian yang sangat penting keberadaannya bagi kelangsungan hidup. Namun, mungkin belum banyak yang mengetahui dan paham mengenai rongga ini. Ada beberapa hal yang akan kita bahas mengenai rongga ini, seperti

LETAK

Rongga pleura Rongga pleura sendiri bisa dikatakan merupakan salah satu bagian penting dari organ-organ pernapasan pada manusia. Letak dari rongga yang satu ini berada di tengah-tengah paruparu kiri dan kanan. Lebih tepatnya rongga ini berada di antara viseral dan perietal. Bentuk dari rongga ini sendiri adalah sebuah lapisan tipis yang berisi cairan. Rongga yang satu ini sendiri memiliki dua buah lapisan yang berbeda. Pada lapisan dalam disebut sebagai lapisan viseral yang salah satu fungsinya adalah melapisi paru-paru itu sendiri. Sedangkan pada lapisan luar disebut sebagai lapisan parietal yang salah satu fungsinya adalah menempelkan diri pada rongga dada. Dalam kondisi normal kedua lapisan ini akan saling menempel satu sama lain.

Pada perkembangan awal dari rongga ini merupakan bagian dari Kolom intraembrionik. Kolom yang satu ini merupakan sebuah rongga yang berkelanjutan dan mampu berkembang. Dalam perkembangan selanjutnya Kolom intraembrionik ini sendiri membentuk tiga buah rongga yang berbeda-beda yaitu rongga pleura, rongga perikardium, dan rongga peritonial. Seperti yang telah kita singgung sebelumnya bahwa rongga plura sendiri di bagi menjadi dua yaitu viseral dan parietal. Lapisan pleura viseral merupakan hasil perkembangan dari splanknopleura. Sedangkan Pleura parietal merupakan hasil perkembangan dari somatopleura.

STRUKTUR dan KARAKTERISTIK

Rongga pleura Pleura sendiri memiliki sifat yang cukup elastis, rongga yang satu ini mampu mengembang dan mengempiskan lapisan tersebut bersamaan dengan proses pernapasan berlangsung. Sedangkan cairan yang ada di dalam rongga pleura sendiri memiliki fungsi untuk mencegah terjadinya gesekan antar lapisan. Gesekan yang terjadi akan dapat menimbulkan gejala gangguan yang cukup berbahaya bagi proses pernapasan itu sendiri. salah satu hal yang cukup menarik adalah masing-masing paru-paru yaitu bagian kiri dan kanan akan ditutupi oleh rongga plerua. Namun, dalam kondisi anatomi yang ada, kedua rongga pleura tersebut tidak saling berhubungan.

Sehingga bisa dikatakan bahwa masing-masing rongga pleura memiliki kondisi dan prosesnya sendiri. Salah satu hal yang bisa dijadikan sebuah contoh adalah. Pada bagian pelura parietal merupakan rongga yang menerima rangsangan saraf otonom, serta tidak memiliki rangsang saraf sensorik. Sedangkan pada bagian pleura varietal adalah satu-satunya bagian pleura yang sangat sensitif pada rasa sakit. Selain kedua bagian tersebut juga menerima asupan dasarh dari dua jalur yang berbeda.

Pada bagian pelura parietal akan menerima asupan darah dari peredaran darah yang ada di bronkus. Sedangkan pada pleura varietal akan menerima asupan darah dari arteri interkostal, yang menyebarkan darah ke seluruh bagian tubuh.

FUNGSI

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa setiap bagian tubuh manusia itu memiliki fungsinya masing-masing. Bisa dikatakan hampir tak ada bagian tubuh manusia yang tidak memiliki fungsi secara khusus. Begitu juga dengan rongga pleura yang satu ini. rongga yang satu ini memiliki fungsinya yang bisa kita ketahui, seperti

  1. Rongga pleura merupakan salah satu bagian yang sangat penting untuk memaksimalkan proses pernapasan pada manusia.
  2. Rongga pleura merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam proses perekatan dari berbagai macam jenis jaringan tubuh manusia. Lapisan rongga pleura sendiri akan dapat merekatkan pembuluh darah, sistem saraf, serta bronkus.
  3. Adanya cairan di dalam rongga pleura tersebut akan semakin mendekatkan permukaan paru-paru dengan rongga dada.
  4. Cairan pleura merupakan salah satu cairan yang dapat mengurangi timbulnya gesekan yang tak perlu yang dapat mengakibatkan kondisi buruk dari rongga yang satu ini.
  5. Rongga pleura merupakan salah satu penghubung antara organ otot pada bagian rusuk dengan paru-paru biasanya fungsi yang satu ini akan terjadi ketika kita sedang melakukan proses pernapasan yang cukup berat.
  6. Keberadaan lapisan pleura ini sendiri juga dapat mengurangi tekanan besar yang dapat mungkin terjadi pada paru-paru.

GANGGUAN

Rongga pleura Sebagaimana setiap kondisi organ yang ada dalam tubuh manusia, rongga pleura ini sendiri tidaklah luput dari yang namanya gangguan. Rongga yang satu ini memiliki sebuah gangguan yang bernama efusi pleura. Penyakit yang satu ini biasanya di tandai dengan penumpukan cairan yang berlebih pada kedua lapisan rongga pleura. Dalam kondisi medis penumpukan cairan ini dapat di bagi menjadi macam, yaitu eksudatif dan intrudatif. Kedua jenis efusi pleura itu sendiri memiliki penyebab yang berbeda pula.

Pada efusi pleura eksudatif biasanya dapat diketahui dengan tingginya kadar protein di dalam cairan tersebut. biasanya hal tersebut dikarenakan pneumonia, tumor, tuberkulosis atau kokidioidomikosis, penyakit kolagen vaskuler, dan pembengkakan. Sedangkan pada efusi pleura intrusif biasanya dapat dilihat dari kandungan protein yang terlalu rendah. Biasanya ha tersebut disebabkan oleh adanya efek gagal jantung  kongensif, sirosis atau sindrom ginjal.

Namun biasanya kondisi penyakit ini juga di akibatkan karena adanya pengaruh dari beberapa penyakit lain seperti

  • Kanker paru-paru.
  • Tuberkulosis (TBC).
  • Pneumonia.
  • Emboli paru.
  • Sirosis atau penurunan fungsi hati.
  • Penyakit ginjal.
  • Gagal jantung
  • Penyakit lupus.
  • Rheumatoid arthritis.

Sebagai salah satu bagian dari organ pernapasan manusia, kondisi dari rongga yang satu ini memang sangat penting, apalagi melihat fungsinya yang bisa dikatakan cukup penting. Maka, perawatan dan penjagaan kondisi organ pernapasan akan menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan untuk menjaga keadaan rongga pleura.

Itulah tadi beberapa hal yang berhubungan dengan rongga pleura. Sebuah organ yang berbentuk rongga pada bagian dada. Letaknya yang berdeaktakn dengan organ paru-paru membuatnya menjadi salah satu bagian yang sangat penting. Semoga informasi tadi bermanfaat.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Biologi