Sponsors Link

Rantai Makanan Ekosistem Sungai

Sponsors Link

ekosistem sungaiSungai merupakan salah satu eosistem darat yang alami. Berbeda dengan ekosistem danau yang airnya tenang, ekosistem sungai termasuk ekosistem lotik karena air yang mengalir. Ketertarikan ekoistem sungai terletak pada kemampuan flora dan fauna air yang mampu beradaptasi dengan kondisi air yang mengalir.

ads

Faktor yang mempengaruhi ekosistem sungai yaitu:

  • Aliran Air Sungai. Kemampuan aliran air sungai sangat beragam sehingga mampu mengubah bentukan sungai baik dengan erosi, sendimentasi,dan menciptakan habitat baru.
  • Cahaya. Energi yang didapat biasanya berasal dari matahari yang berguna untuk proses fotosintesis sebgai sumber makanan utama pada jaring –jaring makanan. Faktor yang berpengaruh yaitu ada tidaknya pepohonan yang menaungi sungai dan tingkat kedalaman sungai tersebut.
  • Suhu. Hal yang mempengaruhi suhu sungai yaitu radiasi sinar matahari, komduksi udara substart sekitarnya, iklim, naungan.
  • Substrat. Tempat dimana organismesungai bisa hidup. Misalnya permukaan batu, kerikil, pasir, daun, kayu dan beberapa tanaman yang hidup di sungai.
  • Kimia Air. Unsur kimia sungai dipengaruhi oleh input dari lingkungan sekitarnya dan pola aktivitas manusia apakah mencemari atau tidak.
  • Bakteri. Faktor paling penting sebagai pengurai organisme yang mati di sungai. Sehingga terjadi daung ulang energi yang berkelanjutan.

Setiap ekosistem terdapat hubungan interaksi lingkungan dan organisme di sekitarnya. Terutama sistem makan memakan yang dinamakan rantai makanan.

Sebelum membahas contoh rantai makanan pada ekosistem sungai alangkah baiknya kita mengetahui ciri ekosistem sungai tersebut:

  1. Terdapar aliran air pada ekosistem sungai yang mengalir dari hulu ke hilir
  2. Ekosistem sungai mengalami perubahan fisik dan kimia yang berlangsung secara terus menerus
  3. Kondisi dari fisik kimia pada tingkatan aliran air ekosistem sungai sangat tinggi
  4. Tumbuhan dan hewan yang tinggal sudah menyesuaikan diri dengan kondisi aliran air sungai

Rantai Makanan di Sungai

 Pola ekosistem atau hubungan interaksi pada  ekosistem air tawar juga terjadi pada ekosistem sungai. Termasuk didalamnya susunan rantai makanan yang mempengaruhi aliran energi pada makhluk hidup. Terjadi perpindahan energi pada sumber daya pada jejaring makanan dengan tingkatan trofik yang semakin tinggi. Rantai makanan pada

Berdasarkan ciri ekosistem danau tersebut dapat terlihat beberapa contoh rantai makanan yang terjadi pada ekosistem danau dengan alur:

produsen  →  konsumen I  →  konsumen II  →  konsumen III  →  konsumen  IV →  pengurai atau dekomposer.

Berikut merupakan contoh rantai makanan pada ekosistem sungai.

Contoh rantai makanan yang terjadi di sungai yaitu:

  1. Energi matahari → alga (ganggang) → ikan sepat → burung bangau → buaya → dekomposer
  2. Energi matahari → ganggang → ikan salmon → beruang → dekomposer
  3. Energi matahari → fitoplankton → keong mas → ikan mas → manusia → dekomposer
  4. Energi matahari → fitoplankton → yuyu → burung bangau → dekomposer
  5. Energi matahari → ganggang → ikan → bangau → buaya → dekomposer
  6. Energi matahari →Tumbuhan air → ikan → bangau → buaya
  7. Energi matahari →Tumbuhan air → ikan pemakan tumbuhan → bangau → buaya → dekomposer
  8. Energi matahari →Lumut → ikan herbivora → ikan karnivora → buaya → dekomposer
  9. Energi matahari → tumbuhan air → serangga air → kadal → ular → buaya → dekomposer
  10. Energi matahari → ganggang → udang → ikan air tawar → elang → dekomposer
  11. Energi matahari → fitoplankton → udang → ikan lele → manusia → dekomposer
  12. Energi matahari → ganggang → serangga air  → kodok → ular → elang → dekomposer
  13. Energi matahari → ganggang → ikan air tawar → manusia → dekomposer
  14. Energi matahari → tumbuhan air → ikan herbivora → manusia →dekomposer
  1. Produsen

Produsen merupakan salah satu komponen autotrof yaitu organisme penghasil makanan sendiri dengan bantuan sinar matahari. Vegetasi pada ekosistem sungai memiliki keunikan sendiri dengan aliran air yang berpengaruh terhadap habitat air sungai. Tanaman gurun yang menjadi produsen utama dengan bantuan energi matahari untuk proses fotosintesis adalah fitoplankton dan beberapa tumbuhan air seperti ganggang (alga), lumut dll. Fitoplankton dikategorikan sebagai produsen karena kandungan klorofil pada fitoplankton bisa membuat makanan sendiri dengan bantuan energi matahari.

Sponsors Link

  1. Konsumen I

Pemakan produsen tingkat pertama biasanya berupa ikan pemakan herbivora. Pada ekosistem sungai yang merupakan tipe konsumen tingkat I yaitu ikan sepat, ikan salmon, serangga air, udang lembut, yuyu, keong mas.

  1. Konsumen II

konsumen tingkat ke dua merupakan ikan karnivora atau pemakan daging. Pengelompokan hewan yang menempati ekosistem sungai dengan tipe konsumen tingkat II yaitu burung bangau, beruang, ikan mas, kadal, ikan lele, kodok/katak, dan manusia.

  1. Konsumen III/Konsumen IV

Konsumen tingkat ke tiga pada ekosistem sungai adalah buaya, ular, burung elang dan manusia.

  1. Pengurai atau Dekomposer

Pengurai termasuk komponen heterotrof yang mampu menguraikan organisme yang mati. Pada ekosistem sungai yang merupakan tipe pengurai yaitu  bakteri, jamur dan berbagai jenis cacing. Ketiganya termasuk kedalam mikroba yang dapat bekerja pada makhluk hidup yang mati, sehingga energi mampu di kembalikan ke lingkungan berupa nutrisi yang mampu menyuburkan tanah dan karbondioksida pada udara. Fungsi dekomposer pada ekosistem sungai yaitu agar bisa digunakan kembali oleh fitoplankton sebagai sumber nutrisi untuk membuat makanan.

Sponsors Link

Pembahasan artikel mengenai rantai makanan pada ekosistem sungai ini bisa dijadikan referensi bacaan penambah wawasan kita mengenai rantai makanan yang terjadi di ekosistem sungai beserta contohnya. Selain itu dapat membantu proses pembelajaran. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Sampai jumpa lagi di tulisan tie kuteta berikutnya.

 

Sponsors Link
, ,



Oleh :
Kategori : Biologi