Sponsors Link

Protoplasma: Fungsi – Sifat dan Kandungannya

Sponsors Link

Protoplasma merupakan bagian hidup dari sel yang dikelilingi dengan membran plasma. Protoplasma sendiri terdiri dari campuran molekul kecil seperti asam amino, ion, air, monosakarida dan juga makromolekul seperti protein, asam nukleat, lipid dan juga polisakarida.

Di eukariota protoplasma yang mengelilingi inti sel atau disebut dengan sitoplasma. Sedangkan pada prokariota, bahan dalam membran plasma merupakan sitoplasma bakteri yang menguntungkan bagi tumbuhan dan bakteri gram negatif di luar membran plasma.

Ciri Protoplasma

Protoplasma terdiri dari banyak senyawa organik serta anorganik. Sedangkan untuk zat yang sangat banyak adalah air sebanyak 70% dari total berat yang berguna untuk pelarut, transoprter, termoregulator, elemen struktural serta pelumas.

Selebihnya, 26% dari protoplasma terdiri dari makromolekul organik umumnya dan ini merupakan molekul besar yang terbentuk dari polimerisasi subunit lebih kecil.

Komponen Protoplasma

Protoplasma terdiri dari membran plasma, nukleoplasma serta sitoplasma. Akan tetapi sekarang ini karena mikroskop elektron sudah maju, maka struktur seluler sudah diketahui jauh lebih rumit lagi.

Selain itu, ada juga banyak kompartemen subseluler serta konten seluler yang amat kompleks secara struktural. Selain organel, semua yang termasuk disini adalah sebagai bagian sitoplasma.

Fungsi Protoplasma

Fungsi dari protoplasma adalah untuk melindungi beberapa organ tubuh, untuk cadangan energi, membawa oksigen, mengatur sifat dari termal serta menghasilkan banyak reaksi kimia. Seluruh proses yang terjadi di dalam sel dihubungkan dengan protoplasma lewat banyak komponen.

Membran plasma merupakan penghalang struktural selektif yang bertugas mengontrol hubungan antar sel serta lingkungan di sekitarnya. Lipid akan mencegah zat hidrofilik lewat, protein untuk mengendalikan zat yang bisa melewati membran serta mengatur masuk dan keluarnya ke dalam sel.

Akan banyak reaksi kimia yang terjadi pada sitosol seperti glikolisis. Ini terjadi karena campur tangan dari modifikasi viskositas seluler, gerakan amoeboid serta cyclosis. Selain itu, pembentukan gelendong mitosis selama pembelahan sel juga sangat penting.

Pada sitoskeleton, mikroflamen dihubungkan dengan kontraksi serta pergerakan sel. Sedangkan mikrotubulus juga berperan pada pengangkutan sel serta untuk membantu pembentukan sel. Selain itu, mikroflamen juga berperan pada pembentukan silia, sentriol serta flagela. Transportasi intraseluler, transformasi, perakitan serta sekresi zat merupakan tugas dari retikulum endoplasma serta diktiosom. Proses transformasi serta akumulasi energi terjadi di organisme fotosintesis yang mempunyai kloroplas. Sedangkan perolehan ATP lewat respirasi seluler terjadi di mitokondria.

Sifat Protoplasma

Jika dilihat secara umum, sifat fisiologis dari protoplasma memiliki tanggung jawab pada sifat sel. Ini menandakan jika fungsi sel merupakan cerminan langsung dari sifat protoplasma. Protoplasma mempunyai 3 sifat fisiologis dasar responsif atau kemampuan untuk bereaksi pada stimulus, mendefinisikan tingkat adaptasi pada lingkungan yang terjadi di dalam sel.

Metbolisme nantinya akan menanggapi proses fungsional nutrisi seperti respirasi, pencernaan, penyerapan serta ekskresi serta reproduksi yang terdiri dari pembentukan sel baru seperti aslinya baik dengan pembelahan langsung yakni arnitosis dan juga tidak langsung yakni mitosis. Selain itu, akan ada bentuk khusus pembelahan yang terjadi di tahap pematangan sel  kelamin atau gamet yakni meiosis.

Sifat Fisiologis Protoplasma

Seperti yang sudah dijelaskandi atas, sifat fisilogis protoplasma terdiri dari 3 yakni metabolisme, reproduksi dan juga cepat marah. Pada protoplasma, seluruh proses metabolisme sel akan terjadi dan beberapa proses memiliki sifat anabolik serta berhubungan dengan sintesis protoplasma. Sedangkan yang lainnya memiliki sifat katabolik serta campur tangan pada disintegrasi.

Metabolisme meliputi beberapa proses seperti pernapasan, pencernaan, penyerapan serta eksresi. Seluruh proses yang berhubungan dengan reproduksi dari pembelahan sel dan pengkodean untuk sintesis untuk sintesis protein yang dibutuhkan pada seluruh reaksi kimia akan terjadi di inti sel yang didalamnya mengandung protoplasma. Responsif merupakan respons protoplasma pada stimulus eksternal yang bisa memicu respons fisiologis sehingga sel bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Kandungan Protoplasma

Dalam protoplasma sendiri memiliki dua kandungan yang paling utama yakni orgnik dan anorganik. Di sel hewan serta tumbuhan, protoplasma mengandung antara 75 sampai 85% air, 10 hingga 20% protein, 2 hingga 3% lipid, karbohidrat dan juga 1% zat anorganik lain.

Air adalah komponen yang paling utama. Sedangkan jika diuraikan, maka ada beberapa kandungan protoplasma lain seperti hidrogen, karbon, nitrogen dan juga oksigen yang menjadi 4 unsur utama pada protoplasma. Berikut adalah beberapa kandungan protoplasma selengkapnya:

1. Air

Di dalam sel, air memiliki 2 bentuk yakni bebas dan terikat. Air pada bentuk bebas mengandung 95% total air dalam sel. Biasanya, air berguna untuk pelarut dan juga medium dispersi sistem koloid. Air menjadi medium tempat transpor nutrien berlangsung, reaksi enzimatis metabolisme sel serta transpor energi kimia.

Pada sel hidup, umumnya senyawa biokimia dan sebagian besar reaksi terjadi pada lingkungan cair. Air berguna pada banyak reaksi biokimia dan menjadi penentu sifat makromolekul seperti contohnya protein.

Struktur air memiliki produk ionisasi seperti O+ serta H sehingga berpengaruh pada banyak sifat komponen sel seperti protein, enzim, lipida dan juga nukleat. Bisa dibuat kesimpulan jika air adalah komponen sel dominan yang berguna untuk:

  • Pelarut zat organik serta anorganik seperti jenis ion, sukrosa, glukosa, asam amino dan jenis vitamin.
  • Bahan untuk suspensi zat organik dengan molekul besar seperti lemak, protein serta pati. Disini, air adalah medium dispersi dari sistem koloid protoplasma.
  • Air adalah media transpor banyak zat yang terlarut supaya berdifusi atau bergerak dari sebuah bagian sel ke sel lain.
  • Air adalah media banyak proses reaksi enzimatis yang terjadi di dalam sel.
  • Air dipakai untuk absorbsi panas serta untuk mencegah perubahan temperatur mendadak atau drastis dalam sel.
  • Air untuk bahan baku reaksi hidrolisis serta sintesis karbohidrat seperti pada fotosintesis.

2. Garam Mineral

Kandungan beberapa garam mineral di banyak tipe sel cukup bervariasi. Pada sel, garam mineral bisa terjadi disosiasi kemudian menjadi kation dan anion. Bentuk anion serta kation tersebut disebut dengan ion dan ion bisa terlarut dalam cairan sel atau terikat secara khusus di molekul lain seperti lipida serta protein. Jika dilihat secara umum, garam mineral mempunyai 2 fungsi, yakni:

  • Fungsi osmosis yakni konsentrasi total garam terlarut akan berpengaruh pada pelaluan air melewati membran sel.
  • Fungsi spesifik adalah peran seluler masing masing ion pada struktur serta fungsi dari partikel seluler serta makromolekul.

Semua jenis garam mineral tersebut sangat penting untuk kelangsungan aktivitas metabolisme sel. Ini berguna untuk memelihara tekanan osmosis serta keseimbangan asam basa cairan sel.

3. Protein

Protein merupakan markomolekul yang terdiri dari asam α-amino saling berikatan dengan ikatan kovalen yang dinamakan dengan polipeptoda. Beberapa dari unit asam amino yang berikatan dengan ikatan peptida dinamakan polipeptida.

4. Karbohidrat

Molekul karohidrat merupakan zat yang terdiri dari atom C, H serta O.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Biologi