Sponsors Link

Perbedaan Sabana Dan Stepa Beserta Penjelasannya

Sponsors Link

Mungkin sebagian dari kita tentu tidak asing dengan istilah sabana dan stepa. Bahkan banyak yang menyebut jika keduanya memiliki arti yang sama, sebab pada dasarnya antara sabana dan stepa merupakan suatu daerah yang luas dan terdapat padang rumput atau disebut juga sebagai gresslands.

Padang rumput bukan berarti daerah tersebut ditumbuhi oleh rerumputan saja. Namun masih dapat ditemukan juga tumbuhan lain seperti semak dan pohon-pohon berkayu.

Menurut sejarah, pada era Miosen dan Pleosen yakni sekitar 25 juta tahun lalu, gunung-gunung mengalami kenaikan di Amerika Utara bagian barat dan menciptakan sebuah iklim bernama iklim kontinental yang nantinya berkembang sebagai padang rumput.

Seiring berjalannya waktu hutan purba mulai menghilang dan digantikan oleh padang rumput. Setelah zaman Pleistosen, padang rumput mulai meluas hingga ke kawasan tropis dan kering, menghasilkan dua jenis padang rumput yaitu sabana dan stepa.

Perbedaan Sabana Dan Stepa

Sabana

Pengertian Sabana

Sabana merupakan suatu padang rumput yang dikelilingi oleh pohon-pohon menyebar dan umumnya pohon tersebut berupa pohon aksia dan pohon palem. Dapat dikatakan jika sabana adalah salah satu biotik terbesar di dunia dengan paling banyak ditemukan di benua Afrika, Amerika Selatan dan Australia.

Sabana biasanya terbentuk di suatu wilayah yang antara tropis dan subtropis. Karena adanya curah hujan yang sedikit yakni sekitar 20 mm per tahun, maka suatu wilayah dapan menjadi sabana. Tidak heran jika sabana juga dapat disebut sebagai padang rumput tropis.

Ciri-Ciri Sabana

Adapun ciri-ciri dari sabana antara lain:

  1. Terjadi hujan musiman yang menjadi faktor penentu pembentukan sabana.
  2. Berada di kawasan beriklim tropis dan subtropis.
  3. Suhu udara yang tinggi sepanjang tahun.
  4. Dapat berubah menjadi semak-semak saat musim hujan terjadi pada daerah yang padat.
  5. Sabana dapat berubah menjadi suatu hutan basah jika terjadi musim hujan yang tinggi pada suatu area.

Proses Terbentuknya Sabana

Sabana terbentuk secara alami akibat curah hujan yang amat rendah pada suatu wilayah setiap tahunnya. Curah hujan yang amat rendah tersebut mengakibatkan tumbuhan mengalami kesulitan dalam menyerap air tanah.

Akibat ketersediaan air tanah yang terbatas inilah membuat hanya tumbuhan tertentu saja yang dapat hidup, yaitu rumput. Sebab pada dasarnya rumput dapat beradaptasi pada lingkungan yang kering.

Tidak heran jika daerah sabana akan banyak ditemukan tumbuhan berjenis rumput. Meskipun begitu di sabana juga dapat ditemukan spesies berbeda atau sejenis yang nantinya membentuk bidang luas sebagai padang rumput atau sabana.

Stepa

Pengertian Stepa

Dapat dikatakan jika stepa merupakan semi gurun namun masih ditumbuhi oleh semak-semak. Stepa sangat dipengaruhi oleh musim panas dan musim dingin serta garis lintang. Curah hujan di kawasan stepa berkisar antara 250 sampai dengan 500 mm setiap tahunnya.

Tinggi rendahnya intensitas curah hujan di stepa ternyata mempengaruhi ketinggian padang rumput. Semakin tinggi curah hujan, tentu semakin tinggi pula rumput yang tumbuh di stepa.

Tidak heran jika pada stepa dapat ditemukan rumput dengan tinggi lebih dari 1 kaki. Di planet Bumi, stepa banyak ditemukan di sekitar Amerika Utara dan Eropa.

Sebagian besar stepa banyak dimanfaatkan sebagai kawasan menggembala hewan ternak, pertanian gandum, dan budidaya lainnya. Stepa terbagi menjadi dua jenis yakni padang rumput tinggi (Prairies) dan padang rumput pendek atau Steppa.

Stepa juga digunakan untuk menunjukkan iklim yang terjadi pada suatu daerah kering. Di planet Bumi, stepa menguasai 25% daratan.

Perlu diketahui juga jika istilah stepa digunakan untuk menunjukkan iklim yang terdapat pada suatu daerah yang dianggap terlalu kering.

Ciri-Ciri Stepa

  1. Memiliki curah hujan yang tidak teratur.
  2. Berada di kawasan beriklim tropis.
  3. Terjadi perbedaan suhu antara siang hari (45 derajat celcius) dan malam hari (0 derajat celcius).
  4. Saat musim panas suhu udara dapat mencapai 19 hingga 30 derajat celcius, sedangkan ketika musim dingin tiba suhu udara dapat mencapai 12 hingga 20 derajat celcius.
  5. Tingkat kelembaban rendah dengan level eveporasi (penguapan) lebih cepat dari hujan.
  6. Kondisi tanah cukup tandus, tidak terdapat air akibat porositas tanah yang rendah serta distribusi air buruk. Sehingga hanya rumput-rumput saja yang dapat tumbuh, bahkan ada beberapa jenis yang memiliki tinggi hingga tiga setengah meter.
  7. Beberapa stepa dapat ditemukan tumbuhan pohon berupa akasia dengan wilayah persebaran meliputi Amerika Selatan, Afrika, Amerika Serikat bagian barat, Argentina dan Australia.
  8. Cukup sering mengalami kebakaran secara periodik.

Proses Terbentuknya Stepa

Stepa umumnya dapat ditemukan pada daerah yang memperoleh curah hujan rendah dengan tingkat 30 mm per tahun. Hal inilah yang menjadi penyebab tumbuhan mengalami kesulitan dalam menyerap air. Hanya tumbuhan jenis rumput saja yang dapat bertahan hidup dan beradaptasi pada lingkungan alam kering.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Ekologi