Sponsors Link

Pencangkokkan Tanaman: Pengertian – Jenis – Cara

Sponsors Link

Cangkok merupakan cara perkembangbiakkan yang terjadi pada tumbuhan dengan cara menanam batang atau dahan yang diusahakan memiliki akar dulu sebelum nantinya dipotong dan ditanam pada tempat lainnya.

Meski cangkok adalah perkembangbiakkan pada tanaman, namun tidak semua tanaman juga bisa dicangkok namun hanya tanaman dikotil dan tumbuhan biji terbuka saja atau jika memiliki ciri ciri tumbuhan yang dapat dicangkok.

Cara perkembangbiakkan tanaman dengan cara dicangkok merupakan cara yang istimewa khususnya pada buah buahan. Nantinya, bentuk dan rasa buah yang dihasilkan akan sama persis seperti induknya.

Hal ini tentunya berbeda dengan perkembangbiakkan tanaman yang dilakukan dengan cara menanam dari biji karena tanaman yang dihasilkan tidak sama dengan induknya. Berikut ini akan kami berikan ulasan tentang pencangkokkan tanaman selengkapnya untuk anda.

Pengertian Pencangkokkan

Dalam dunia pertanian, pencangkokkan adalah salah satu dari manfaat biologi pada bidang pertanian berbentuk perbanyakan tanaman dengan cara membiarkan atau membuat bagian tanaman menumbuhkan akar ketika bagian tumbuhan tersebut masih menyambung dengan tanaman induknya berbeda dengan syarat-syarat sambung pucuk.

Untuk itu bisa diartikan jika pencangkokkan tanaman adalah proses produksi bibit tanaman dengan cara merangsang pertumbuhan akar di bagian batang atau cabang tertentu sehingga bagian batang atau cabang tersebut bisa ditanam sebagai bibit atau tanaman yang baru.

Pencangkokkan adalah salah satu cara mengembangbiakkan vegetatif buatan dengan tujuan untuk menghasilkan tanaman yang bisa memproduksi bunga serta buah dalam waktu lebih cepat dan hasil tanaman juga memiliki sifat yang sama seperti induknya. Selain itu, pohon dari tanaman hasil pencangkokkan juga tidak akan terlalu tinggi sehingga proses panen bisa lebih mudah dilakukan.

Jenis Jenis Pencangkokkan Tanaman              

Prinsip dari teknik pencangkokkan tanaman adalah dengan merangsang batang atau dahan atau ranting supaya bisa mengeluarkan akar sehingga nantinya bisa dipisahkan dari induknya menjadi tanaman baru yang mandiri.

Umumnya, perangsangan dilakukan dengan cara memutuskan jaringan floem supaya hasil proses fotosintesis pada tumbuhan oleh daun tidak dapat kembali ke semua tanaman atau menumpuk pada bagian atas jaringan kulit tanaman yang dikelupas membentuk kalus dan semakin lama akan semakin membesar serta energi menumpuk yang kemudian akan membentuk akar.

Perangsangan akar nantinya juga bisa dipercepat dengan bahan kimia khusus. Akar juga bisa terangsang dengan lebih cepat yakni dibantu dengan media tanam seperti serabut kelapa, tanah, air, moss, cocopeat, floral foam, sejam dan sebagainya. Berikut adalah beberapa jenis pencangkokkan tanaman yang bisa anda lakukan:

  • Cangkok Media Tanah.
  • Cangkok Media Sabut Kelapa.
  • Cangkok Media CocoPeat
  • Cangkok Media Moss
  • Cangkok Media Floral Foam.
  • Cangkok Media Spon.
  • Cangkok Media Air.
  • Cangkok Media Sekam.
  • Cangkok Tanpa Media atau Aero Budding.
  • Cangkok Sambung Akar.

Alat dan Bahan Pencangkokkan Tanaman

Untuk pencangkokkan tanaman, ada beberapa alat dan bahan yang harus dipersiapkan, seperti dibawah ini:

  • Alat dan bahan: Pisau dan gunting.
  • Media cangkok: Kompos dan pupuk kandang.
  • Pembalut media: platik bening, tabung bambu, ijuk atau sabut kelapa dan tali rafia.

Cara Pencangkokkan Tanaman

Sebelum mulai proses pencangkokkan, anda harus mengetahui terlebih dulu tentang prosedur mencangkok yang baik dan benar supaya tingkat keberhasilannya juga tinggi selain juga memperhatikan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Pertama anda harus memilih pohon apa yang ingin dicangkok dan pastikan cabangnya kuat, sehat serta sudah berkayu setidaknya berdiameter 3 cm. Sesudah alat dan semua bahan siap, maka anda sudah bisa memulai proses pencangkokkan tanaman tersebut.

  • Kupas bagian kulit luar dari cabang pohon yang akan anda cangkok sekitar 5 hingga 15 cm memakai pisau.
  • Kupas kulitnya sampai bagian kambium yakni bagian yang seperti berlendir terlihat jelas. Bersihkan kambium tersebut dengan cara dikerik memakai mata pisau sampai kering dan tidak licin atau berlendir lagi.
  • Sesudah kambium dikerik, biarkan cabang pohon tersebut lebih dulu selama 30 menit hingga tidak lagi bergetah.
  • Agar bisa merangsang pertanaman akar, oles keratan bagian atas dengan memakai hormon tumbuhan.
  • Tempelkan media cangkok yakni tanah yang mengandung kompos pada bagian yang sudah dikerat dan dibersihkan dari kambium.
  • Atur media penempatannya supaya bisa menutupi luka keratan dengan rata hingga melewati luka keratan bagian atas sekitar 1 hingga 2 cm.
  • Bungkus memakai serabut kelapa atau plastik yang sebelumnya sudah dilubangi kemudian ikat bagian atas serta bagian tengah plastik jika memang diperlukan.
  • Kemudian lakukan perawatan di media cangkok dengan cara disiram setiap pagi dan sore hari.
  • Sesudah dua hingga tiga bulan, maka akar akan keluar dari bagian yang tertutupi media cangkok dan akar tersebut terlihat memenuhi media serta daun pada cabang yang masih terlihat segar.
  • Sesudah pencangkokkan tanaman berhasil dilakukan, maka silahkan lakukan pemotongan cangkokkan dengan memakai gunting stek atau juga bisa gergaji di bawah ikatan cangkokkannya.
  • Kurangi juga sebagian daun untuk menghindari penguapan yang terlalu berlebihan. Potong ½ hingga 1/3 dari semua jumlah daun yang ada memakai gunting stek.
  • Lepaskan juga plastik pembungkus meda dan semaikan cangkokkan di polybag.
  • Pakai campuran pupuk kandang serta tanah memakai perbandingan 1:2 untuk media di dalam polybag. Tempatkan polybag di tempat yang terlindung hingga cangkokan segar kembali yakni antara 3 hingga 4 bulan.
  • Sesudah cukup besar, cangkokkan sudah bisa dipindahkan ke media tanah.

Keuntungan pencangkokkan Tanaman

Ada banyak keuntungan yang bisa anda dapatkan dari pencangkokkan tanaman. Beberapa manfaat dari perkembangbiakkan tanaman dengan memakai teknik cangkok diantaranya adalah:

  • Akar tanaman akan lebih cepat tumbuh yang mempengaruhi faktor internal pertumbuhan.
  • Pohon akan lebih cepat menghasilkan bunga atau buah lebih kurang dalam waktu setahun.
  • Tingkat keberhasilan tanaman akan terus tumbuh dan juga hidup sangatlah tinggi sebab sudah terdapat akar yang bisa menyerap makanan dari tanah.
  • Tanaman hasil cangkokkan akan lebih tahan terhadap hama serta penyakit yang sering menyerang tumbuhan.
  • Pohon yang dihasilkan dari cangkokkan biasanya tidak tumbuh terlalu tinggi sehingga lebih mudah dalam proses panen.

Hal Penting Dalam Pencangkokkan Tanaman

Dalam proses pencangkokkan tanaman, ada beberapa hal penting yang harus anda perhatikan supaya hasil tanaman yang dicangkok bisa maksimal dan memuaskan selain memperhatikan pH pada tanah seperti berikut ini:

  • Waktu pencangkokkan sebaiknya dilakukan pada musim hujan supaya anda tidak melakukan penyiraman tanaman terlalu sering.
  • Pilih batang cangkok dari pohon induk yang usianya tidak terlampau tua dan juga tidak terlalu muda yakni sekitar 2 tahun, sehat, kuat, subur dan juga mempunyai buah yang baik dan banyak.
  • Ketika mengerat, menguliti serta membersihkan kambium, pastikan dilakukan dengan hati hati supaya jaringan tapis tidak sampai rusak.
  • Pengerikan batang harus sampai bersih seluruhnya dari kambium sebab kambium bisa menghambat pertanaman akar pada batang yang dicangkok.
  • Pemeliharaan cangkokkan dianggap bagus jika media cangkokkan sudah cukup lembab akan tetapi jangan terlalu basah sebab batang bisa busuk.

Demikian ulasan dari kami kali ini tentang pengertian dari pencangkokkan tanaman, jenis jenis pencangkokkan, cara, bahan dan alat yang dibutuhkan. Semoga bisa bermanfaat dan membantu anda dalam mencangkok tanaman sendiri di rumah.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Tumbuhan