Sponsors Link

7 Macam Rasi Bintang Yang Terkenal Dan Penjelasannya

Sponsors Link

Saat melihat langit malam yang cerah terutama di tempat yang jauh dari polusi cahaya, tidak jarang kita dapat melihat sekelompok bintang yang saling terhubung antara satu dengan lainnya. Kumpulan bintang yang tampak berhubungan dan membentuk suatu konfigurasi khusus disebut sebagai rasi bintang atau konstelasi.

Perlu diketahui jika pengelompokan bintang-bintang untuk menjadi suatu rasi bintang sebenarnya dilakukan secara acak dan juga kebudayaan turut mempengaruhi terciptanya suatu rasi bintang, meskipun ada beberapa rasi bintang yang mudah untuk dikenali atau sering ditemukan seperti rasi bintang Orion atau Scorpion.

Menurut Internasional Astronomical Union (IAU) atau Himpunan Astronomi Internasional setidaknya ada sekitar 88 rasi bintang yang secara resmi telah tercatat beserta batas-batasnya yang artinya setiap arah hanya dimiliki oleh satu rasi bintang saja.

Rasi bintang yang kita kenal selama ini (terutama di belahan Bumi utara) berdasarkan pada kebudayaan bangsa Yunani yang telah ada sejak Abad Pertengahan, memiliki simbol Zodiak. Meskipun demikian, ternyata terdapat juga pola rasi bintang tidak resmi yang dikenal dengan nama asterisma, misal Little Dipper dan rasi bintang Bajak (Big Dipper).

Dan berikut beberapa macam rasi bintang paling terkenal yang perlu diketahui beserta penjelasannya.

1. Ursa Minor

Rasi bintang Ursa Minor berada di langit bagian utara yang tersusun dari 7 bintang dan terlihat seperti bentuk layang-layang dengan ekor yang amat panjang. Ursa Minor juga dikenal dengan nama Berungan Kacil.

Bagi para penjelajah terutama pelaut, Ursa Minor sangat terkenal sebab memiliki Polaris yakni bintang utara yang sering digunakan sebagai petunjuk arah. Polaris adalah bintang paling terang yang terdapat pada Ursa Minor.

Bintang Polaris juga digunakan untuk mencari letak lintang atau lebar geografis di bagian utara ekuator, misal jika bintang Polaris berada di 40 derajat di atas horison, maka tempat pengamatan berada di 40 derajat LU.

2. Ursa Mayor

Sama halnya dengan Ursa Minor, rasi bintang Ursa Mayor juga berada di langit bagian utara bahkan menjadi yang terbesar. Ursa Mayor sendiri memiliki arti sebagai “Beruang Besar”.

Bintang-bintang paling terang yang terdapat pada Ursa Mayor membentuk asterisme biduk yang cukup terkenal dan tidak jarang sering dihubungkan dengan berbagai mitos.

Bahkan menurut legenda Yunani Kuno Ursa Mayor dan Ursa Minor memiliki hubungan di dalam mitos Callisto yang merupakan seorang bidadari cantik. Zeus menyukai Callisto dan memiliki anak bernama Arcas.

Istri dari Zeus yakni Hera mengetahui hal tersebut dan mengubah Callisto menjadi seekor beruang. Hingga beberapa tahun Callisto bersebunyi di dalam hutan, sampai akhirnya Arcas yang telah tumbuh dewasa bermain di dalam hutan dan bertemu dengan Callisto.

Arcas tidak mengetahui jika beruang itu adalah ibunya dan berencana membunuhnya. Namun Zeus mengetahui hal tersebut dan mencegah tindakan Arcas dengan mengubahnya menjadi beruang. Lalu Zeus mengangkat Callisto (Ursa Mayor) dan Arcas (Ursa Minor) ke langit untuk tetap abadi.

3. Orion

Rasi bintang Orion atau pemburu menjadi rasi bintang yang amat terkenal yang dapat terlihat di sisi barat. Nama Orion sendiri merupakan nama putra Neptune yang menjadi seorang pemburu terbaik di dunia.

Orion sangat mudah dikenal sebab rasi bintang ini memiliki 3 bintang kembar yang sejajar membentuk sabuk Orion. Tidak hanya itu saja, di dalam rasi Orion terdapat bintang Bellatrix dan Betelgeuse.

Di Indonesia Orion disebut sebagai Waluku dan sering dijadikan pertanda bagi para petani zaman dahulu untuk mulai menggarap sawah atau ladang.

4. Crux

Sesuai dengan namanya rasi bintang Crux berbentuk salib dan dapat ditemukan pada sisi selatan Bumi. Tidak heran jika rasi Crux juga dikenal dengan sebutan Salib Selatan. Bahkan orang-orang yang ada di belahan Bumi selatan seperti Australia dan Selandia Baru dapat menyaksikan Crux sepanjang tahun.

Crux memiliki 5 bintang utama dengan bintang paling paling terang bernama Acrux atau Alpha Crucis yang menjadi bintang paling terang ke-12 di langit.

Di Indonesia khususnya pulau Jawa, rasi bintang Crux disebut sebagai Gubug Penceng. Terdapat pula nama lain dari Crux yakni Lintang Lumbung yang digunakan sebagai penanda musim (Mangsa Katelu) dalam kalender Pranatamangsa oleh masyarakat Jawa.

5. Scorpio

Semua orang tahu jika rasi bintang Scorpio merupakan salah satu nama dari zodiak. Sesuai dengan namanya rasi bintang ini membentuk seekor kalajengking apabila bintang penyusunnya ditarik garis.

Dahulu rasi Scorpio dijadikan sebagai petunjuk arah tenggara atau timur oleh para pelaut. Rasi Scorpion juga memiliki susunan bintang yang amat banyak dan salah satu bintang merupakan bintang paling terang bernama Antares, bintang merah raksasa.

Dalam mitologi Yunani, Scorpio adalah utusan Dewa Apollo yang bertugas memburu Orion. Tidak heran jika posisi Scorpio dan Orion saling berlawanan.

6. Pegasus

Pegasus digambarkan sebagai kuda bersayap atau kuda terbang menurut mitologi Yunani. Rasi bintang Pegasus dapat ditemukan pada langit bagian utara dan termasuk rasi bintang tertua.

Pegasus memiliki satu bintang paling terang yakni Enif. Tidak hanya itu saja, hal yang membuat Pegasus terkenal yakni pada salah satu bintangnya yakni 51 Pegasi, memiliki eksoplanet yang mengorbit bintang tersebut. Planet tersebut memiliki nama Bellerophon.

7. Hydra

Hydra termasuk rasi bintang terbesar di langit yang lokasinya berada di bagian selatan Bumi. Jika dilihat, bentuk rasi Hydra seperti ular dengan bagian kepala berada di sebelah selatan rasi bintang Cancer dan bagian ekor di antara rasi Libra dan Centaurus.

Menurut mitologi Yunani, Hydra adalah ular air raksasa yang merupakan musuh dari Hercules. Diceritakan jika Hydra memiliki sembilan kepala yang apabila ditebas akan tumbuh 2 kepala baru.

Sponsors Link
,
Oleh :
Kategori : Astronomi