Sponsors Link

Limbah Anorganik: Jenis – Contoh dan Fungsonya

Sponsors Link

Jenis jenis limbah atau sampah merupakan hasil dari pembuangan makhluk hidup yang sudah tidak lagi diperlukan. Limbah akan selalu ada di kehidupan manusia baik itu dalam bentuk limbah organik atau anorganik.

Untuk limbah organik merupakan sampah yang berasal dari bahan alami. Sementara untuk limbah anorganik merupakan sampah dari bahan yang tidak alami. Berikut penjelasan tentang limbah anorganik selengkapnya.

Pengertian Limbah Anorganik

Limbah anorganik mempunyai sifat yang berbanding terbalik dengan limbah organik. Ini adalah jenis limbah yang dihasilkan dari bahan bukan berasal dari alam atau bahan hayati akan tetapi dari buatan manusia atau bahan sintetik.

Ciri Limbah Anorganik

Sampah anorganik bisa dikatakan lebih mudah terurai jika dibandingkan dengan sampah organik. Selain itu, pengolahan limbah ini sangat penting dilakukan untuk mengurangi dampak negatif yang bisa ditimbulkan sampah pada lingkungan. Berikut adalah penjelasan tentang ciri ciri sampah anorganik yang harus diketahui:

1. Lebih Sulit Terurai

Ciri pertama dari limbah anorganik adalah lebih sulit terurai dibandingkan dengan limbah organik. Limbah anorganik bukan berarti tidak bisa terurai sama sekali, namun butuh waktu yang sangat lama hingga akhirnya membusuk dan terurai secara alami.

Bahkan, ada beberapa jenis limbah anorganik yang butuh sampai puluhan tahun supaya bisa terurai menjadi unsur yang lebih kecil lagi seperti contohnya sampah plastik yang ada di laut.

Karakteristik atau ciri seperti ini membuat sampah anorganik seringkali menjadi sumber bagi masalah lingkungan. Karena susah terurai, maka sampah yang dibuang tersebut akan semakin menumpuk dan parahnya lagi sampai mengganggu makhluk hidup yang lain.

2. Terbuat dari Material Pabrikasi

Ciri selanjutnya dari limbah anorganik adalah terbuat dari material atau bahan pabrikasi atau sintesis. Beberapa contohnya adalah styrofoam yang terbuat dari bahan sintesis seperti CFC atau freon dan juga polistirena yang bisa merusak lapisan ozon.

3. Dapat Didaur Ulang

Meski memang lebih sulit terurai dibandingkan dengan limbah organik, akan tetapi limbah anorganik masih bisa diolah kembali. Baik itu diolah menjadi kebutuhan lain atau dilah menjadi barang yang baru dan bisa lebih bermanfaat.

Contohnya seperti botol plastk yang bisa digunakan kembali menjadi pot tanaman, kerajinan dan lain sebagainya. Selain itu, botol plastik yang sudah dikumpulkan juga bisa digunakan kembali menjadi kemasan atau bentuk yang baru.

Fungsi Limbah Anorganik

Meski bisa dikatakan limbah anorganik adalah salah satu sumber kerusakan lingkungan, namun jika diolah dengan tepat maka bisa bermanfaat. Dengan pengolahan yang benar, nantinya limbah anorganik juga bisa mengurangi ancaman kerusakan pada lingkungan. Berikut adalah beberapa fungsi dari limbah anorganik:

1. Dijadikan Kerajinan Tangan

Banyak orang yang memiliki kreativitas tinggi untuk memanfaatkan limbah anorganik. Salah satunya adalah dengan menggunakan limbah anorganik untuk kerajinan tangan. Dengan memanfaatkan limbah anorganik untuk kerajinan tangan, maka akan ada nilai ekonomis tinggi yang bisa berkembang menjadi bisnis besar.

2. Membuat Bahan Daur Ulang

Limbah anorganik juga bisa dimanfaatkan untuk mendaur ulang berbagai sampah plastik. Nantinya, sampah plastik akan dikumpulkan untuk didaur ulang sehingga bisa mengurangi penumpukan sampah yang tidak bisa terurai.

3. Digunakan Kembali atau Reusable

Reusable adalah tindakan untuk memakai sampah yang bersifat anorganik. Sampah yang sebenarnya sudah tidak terpakai nantinya tidak harus dibuang dan menjadi limbah yang mengotori lingkungan.

4. Untuk Mainan Anak Anak

Limbah yang bersifat anorganik juga bisa dimanfaatkan untuk membuat mainan anak anak. Contohnya saja membuat kincir angin dari bekas gelas minuman atau mobil mobilan dari botol plastik bekas.

Jenis Limbah Anorganik

Limbah anorganik atau limbah tidak alami terdiri dari banyak jenis dan berikut penjelasan dari jenis limbah anorganik yang sering ditemukan di sekitar:

1. Sampah Anorganik Lunak

Sampah anorganik lunak adalah jenis sampah non alami yang mudah diolah atau dibentuk. Untuk bahan bahannya terdiri dari kandungan yang lentur. Beberapa contohnya adalah limbah tekstil seperti perca, bungkus kemasan dan sampah plastik.

2. Limbah Anorganik Keras

Untuk sampah anorganik keras mengandung bahan yang sulit hancur serta sifatnya yang lebih keras dibandingkan dengan jenis lunak. Selain itu, limbah anorganik umumnya juga sulit untuk diolah kembali dan jika ingin diolah, maka butuh teknologi serta alat yang lebih kompleks. Beberapa jenis limbah anorganik keras diantaranya adalah material pecah belah seperti kaca, limbah dari bahan metal dan juga kaleng.

Contoh Limbah Anorganik

Sebetulnya, contoh limbah anorganik cukup mudah ditemui di keseharian karena ada di lingkungan sekitar. Contohnya di lingkungan rumah tangga seperti styrofoam, tas plastik, botol plastik, kaleng kemasan, alat dapur yang rusak dan lain sebagainya.

Sementara untuk limbah anorgani dari perkantoran diantaranya adalah sisa alat tulis yang sudah tidak terpakai, map plastik tidak terpakai dan masih banyak lagi. Berikut adalah beberapa contoh limbah anorganik yang sering ditemui:

1. Plastik

Contoh limbah anorganik pertama adalah plastik yang jika menumpuk bisa berdampak buruk bagi lingkungan dari mulai satwa liar sampai manusia.

2. Low Density Polyethylene

Low density polyethylene serta low linear density polyethylene juga menjadi contoh limbah anorganik. Ini adalah sampah plastik hasil dari pertanian yang biasanya dipakai untuk membuat kantong jerami serta silase, penutup rumah kaca, penutup bunker silo, film mulsa dan berbagai produk fleksibel yang lain.

3. High Density Polyethylene

High density polythylene atau disingkat HDPE adalah salah satu jenis plastik pertanian terbuat dari termoplastik dari hasil monomer ethylene. Ini adalah jenis plastik pertanian yang dipakai sebagai wadah postisida serta pot untuk bibit.

4. Polystyrene

Polystyrene atau PS adalah jenis plastik pertanian berbentuk polimer hidrojarbon aromatik sintetis terbuat dari stirena atau monomer. Polistiren sendiri bisa padat atau berbusa yang biasa dipakai sebagai wadah bibit.

5. Kantong Plastik

Contoh limbah anorganik yang paling banyak ditemui salah satunya adalah kantong plastik. Hampir semua orang pernah menggunakan kantong plastik untuk menyimpan dan membawa sesuatu. Untuk itu, limbah kantong plastik ini harus bisa diolah kembali menjadi barang yang berguna agar tidak semakin menumpuk dan permasalahan lingkungan hidup tidak terjadi.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Biologi