Sponsors Link

Pengertian Larutan Koloid – Jenis – Sifat dan Contohnya

Sponsors Link

Larutan adalah suatu sistem dispersi yang memiliki ukuran partikel yang sangat kecil, karena ukurannya yang kecil sulit untuk membedakan antara partikel dispersi dan pendispersi. Pada dasarnya suatu larutan pasti memiliki sifat yang kontinu dan menjadi suatu sistem yang homogen. Larutan memiliki sifat yang stabil dan larutan tidak dapat disaring. Ada beberapa contoh larutan yang populer di Indonesia seperti larutan garam, larutan cuka, larutan gula, spirtus dan larutan lainnya.

Koloid adalah campuran homogen yang terjadi antara 2 zat atau lebih dan koloid menjadi sistem dispersi yang letaknya diantara suspensi dengan larutan. Ukuran partikel sangatlah kecil sekitar 1-100 nm. koloid termasuk dalam campuran yang homogen dan menjadi sistem 2 fase. Ada beberapa contoh koloid seperti jeli, selai, susu, santan dan lain-lain. Larutan koloid adalah sistem dispersi yang dicampurkan homogen dan larutan koloid sangatlah sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berbagai jenis metode penelitian yang jelas, ditemukan bahwa adanya hubungan yang sangat khas antara larutan dengan koloid atau disebut dengan larutan koloid.

Jenis-Jenis Koloid

1. Aerosol

aerosol koloid

Aerosol adalah sistem koloid yang terbagi menjadi 2 yaitu aerosol padat dan cair. Aerosol Padat adalah suatu sistem koloid yang dihasilkan dari partikel berupa padatan dengan fasa yang terdispersi dalam bentuk gas dan contohnya seperti debu dengan asap. Sedangkan aerosol cair adalah suatu sistem koloid yang dihasilkan dari partikel berupa cairan dengan fasa yang terdispersi dalam bentuk gas dan contohnya seperti hair spray, kabut dengan awan.

2. Buih

buih sabun

Buih adalah suatu sistem koloid yang terbagi menjadi 2 yaitu buih atau busa dan buih padat. Buih atau busa adalah suatu sistem koloid yang dihasilkan dari partikel berupa gas dengan fasa yang terdispersi dalam bentuk cairan dan contohnya seperti buih sabun dengan dank rim kocok. Sedangkan buih padat adalah suatu sistem koloid yang dihasilkan dari partikel berupa gas dan fasa yang terdispersi dalam bentuk padatan dan contohnya seperti batu apung dengan karet busa.

3. Emulsi

emulsi

Emulsi merupakan suatu sistem koloid yang terbelah menjadi 2 bagian yaitu emulsi dan emulsi padat. Emulsi adalah sistem kaloid yang dihasilkan dari partikel berupa cairan dengan fasa yang terdispersi dalam bentuk cairan dan contohnya seperti minyak ikan, santan dengan susu. Sedangkan emulsi padat adalah suatu sistem koloid yang dihasilkan dari partikel berupa padatan dan fasa yang terdispersi dalam bentuk padatan dan contohnya seperti keju, jelly dengan mutiara.

4. Sol

sol koloid

Dalam cabang ilmu fisika dijelaskan bahwa emulsi yaitu suatu sistem koloid yang dibagi menjadi 2 bagian yaitu sol dan sol padat. Sol adalah sistem kaloid yang dihasilkan dari partikel berupa padatan dengan fasa yang terdispersi dalam bentuk cairan dan contohnya seperti tinta, cat dengan sol emas. Sedangkan sol padat adalah suatu sistem koloid yang dihasilkan dari partikel berupa padatan dan fasa yang terdispersi dalam bentuk padatan dan contohnya seperti intan hitam dengan gelas bewarna.

Sifat-Sifat Koloid

1. Efek Tyndall

Efek tyndall adalah salah satu peristiwa yang mangakibatkan penghamburan cahaya oleh partikel koloid dan hal ini dikemukakan oleh seorang ahli fisika bernama John Tyndall yang berkebangsaan Inggris. Dalam temuan ini disebutkan bahwa partikel yang ada pada sistem koloid dapat merupakan molekul dengan ion yang memiliki ukuran besar, karena bisa menghamburkan cahaya ke segala arah. Pada larutan tidak terlihat adanya efek temuan Tydall, karena partikelnya memiliki ukuran yang sangat kecil untuk melakukan penghamburan cahaya. Efek tyndall juga menyatakan bahwa hamburan cahaya yang dilakukan oleh partikel koloid, akan membuat jalannya sinar melewati koloid.

Efek tyndall dapat terlihat dari berbagai contoh seperti adanya warna biru yang terjadi pada langit di siang hari, asap rokok akan membuat sorot lampu proyektor menjadi terlihat sangat jelas, kabut pada malam hari akan membuat sorot lampu mobil menjadi terlihat jelas dan pepohonan pagi hari yang berkabut akan membuat berkas sinar matahari menjadi terlihat jelas.

2. Gerak Brown

Gerak Brown adalah suatu pergerakan yang dilakukan oleh partikel koloid yang terjadi secara terus menerus, hal ini disebabkan adanya suatutumbukan yang terjadi antar partikel koloid dengan medium pendispersinya. Gerak Brown adalah salah satu ilmu yang ditemukan oleh ilmuwan jaman dulu yang bernama Robert Brown. Gerak Brown muncul akibat adanya tumbukan yang tidak seimbang antara molekul medium dengan suatu partikel koloid dan semakin tinggi suatu suhu, ama akan semakin cepat gerak brown berlangsung. Gerak Brown terlihat dari adanya sistem koloid yang menimbulkan partikel kolid tersebar secara merata dan tidak akan berpisah meskipun tidak digunakan atau didiamkan.

3. Elektroforesa

Elektroforesa yaitu suatu pergerakan yang dilakukan oleh partikel koloid akibat adanya pengaruh dari medan listrik dan partikel koloid bisa saja bermuatan positif, karena adanya penyerapan sebuah ion pada bagian permukaan koloid. Timbulnya suatu sistem koloid disebabkan adanya suatu muatan listrik yang timbul di bagian permukaan koloid. Dalam kajian Elektroforesa dijelaskan bahwa elektroda menjadi tempat partikel koloid dinetralkan dan digumpalkan. Salah satu kegunaan dari Elektroforesa adalah untuk menentukan muatan yang dipunyai atau dimiliki suatu partikel koloid.

Dalam kajian Elektroforesa disebutkan bahwa dimasukannya dua batang elektroda ke dalam elektrolit dengan menggunakan sumber yang searah dan partikel koloid akan bergerak ke salah satu arah elektrodanya, karena tergantung dari jenis muatan yang digunakan. Koloid yang memiliki muatan negatif, akan bergerak ke elektoda positif atau anode dan koloid akan bergerak ke elektroda negatif dengan bergerak ke katode.

4. Adsorpsi

Adsorpsi adalah suatu proses yang dilakukan untuk penyerapan suatu zat di permukaan lain dan zat yang diserap disebut dengan fase terserap dengan zat yang disebut dengan nama adsorpen. Timbulnya peristiwa Adsorpsi sangat disebabkan oleh adanya gaya tarik yang dilakukan molekul pada permukaan adsorpen. Ada beberapa contoh Adsorpsi yang sering ditemukan seperti penyembuhan sakit perut yang ditimbulkan dari adanya bakteri patogen dengan menggunakan serbuk karbon, penjernihan air yang keruh dengan menggunakan tawas Al2(SO4)3 dan penjernihan air tebu dalam proses pembuatan gula pasir dengan menggunakan tanah diatome.

5. Koagulasi

Berdasarkan hasil langkah-langkah penelitian yang jelas, dapat disimpulkan bahwa koagulasi adalah proses penggumpalan atau pengendapan partikel koloid yang menyebabkan fase dispersi terpisah dari mediumnya dan koagulasi timbul akibat hilangnya kestabilan untuk pertahankan partikel.

Ada beberapa contoh koloid yang sering ditemukan seperti asap dan debu yang terdapat dalam udara yang memiliki wujud zat untuk masuk ke dalam kaloid, fenomena kabut dengan awan yang melakukan pendispersian zat cair, Cat adalah suatu produk untuk mendesain atau mewarnai yang terdiri dari molekul padat yang dijadikan zat cair, sabun yang sering digunakan dalan kehidupan sehari-hari dan agar-agar yang sering dijadikan makanan sehari-hari.

Itulah ulasan lengkap mengenai larutan koloid dan semoga artikelnya bermanfaat bagi para pembacanya.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Fisika