Sponsors Link

3 Lapisan Tubuh Porifera Beserta Fungsinya

Sponsors Link

Jika kita berbicara mengenai pengelompokan hewan, maka kita bisa menyebutkan banyak sekali jenis hewan yang ada. Namun, pada dasarnya hewan dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu avertebrata dan invertebrata. Kedua golongan tersebut adalah golongan hewan yang paling banyak berada di bumi. Kedua golongan tersebut juga masih bisa dibedakan menjadi berbagai golongan kecil. Setiap hewan memang memiliki ciri-ciri khusus yang dapat digunakan sebagai pembeda dan identifikasi.

ads

Biasanya ciri ini dapat berasal dari berbagai segi dan kemungkinan. Ada beberapa yang menjadikan cara reproduksi sebagai salah satu hal yang digunakan untuk membedakan hewan-hewan tersebut. Namun, ada juga yang menggunakan lapisan tubuh atau struktur tubuh sebagai  faktor untuk membedakan dan mengelompokan hewan.

Kali ini kita akan membahas mengenai lapisan tubuh porifera yang merupakan salah satu bagian dari hewan invertebrata. Struktur tubuh porifera sendiri bisa dikatakan cukup sederhana dan cukup menarik. Susunan tubuh yang tidak terlalu rumit sebagaimana hewan yang lain. Selai itu, jika melihat struktur jaringan hewan yang ada pada porifera sendiri juga jauh lebih sederhana dan hanya terdiri dari beberapa bagian penting.  Beberapa bagian dan struktur dari porifera sendiri adalah

Pada dasarnya tubuh porifera sendiri dapat dibagi menjadi tiga lapisan utama. meskipun setiap sela atau lapisan belum terspesialiasai secara khusus. Namun, ketiga sela tersebut telah memiliki fungsinya masing-masing yang bisa dikatakan cukup penting. Beberapa lapisan tersebut adalah:

1. Pinakosit

Lapisan tubuh porifera yang pertama adalah pinakosit, atau ada juga yang menyebutnya sebagai pinakoderm dan ektoderm. Lapisan yang satu ini merupakan salah satu lapisan terluar yang ada di tubuh porifera. Jika kita mempelajari mengenai perbedaan sel hewan dan tumbuhan, maka kita dapat mengetahui perbedaan itu pada lapisan luar tubuh porifera.

Sel yang menyusun bagian luar dari porifera sendiri bisa dikatakan cukup elastis. Sel ini dapat mengembang dan mengecil untuk menyesuaikan kondisi dari porifera sendiri. Selain itu jika kita perhatikan secara seksama maka pada bagian luar ini kita akan menemukan beberapa rongga yang berfungsi untuk masuknya makanan. Sel bagian luar ini akan berkontraksi dan membuat air laut dapat terhisap masuk kedalam rongga tersebut.

Selain itu sel pinakosit ini sendiri merupakan salah satu bentuk cara hewan melindungi diri. Pada beberapa porifera, sel pinakosit mereka terbentuk meruncing yang menyerupai duru. Hal tersebut dapat melindungi porifera dan serangan beberapa predator yang membahayakan mereka. Pada beberapa jenis terkadang duri-duri tersebut juga dilapisi dengan racun, sebagai sistem pertahanan yang cukup efektif.

2. Mesohil

poriferaLapisan tubuh porifera yang satu ini mungkin bisa dikatakan sebagai salah satu lapisan yang cukup penting. Letak dari lapisan yang satu ini berada di antara lapisan pinakosit dan koanosit. Lapisan yang satu ini banyak di dominasi oleh sel-sel  amoebosit. Sel amoebosit ini sendiri memiliki fungsi yang bisa dikatakan hampir sama dengan fungsi pembuluh darah pada kulit dan juga fungsi jaringan pembuluh kayu pada tumbuhan. Sel memiliki bentuk layaknya amoeba yang dapat bergerak bebas dengan kaki-kaki semu.

Tugasnya adalah untuk mengedarkan makanan dan oksigen keseluruh bagian tubuh. Selain itu se ini juga bertanggung jawab dalam sistem pembuangan. Sel amoebosit ini sendiri juga bertanggung jawab dalam tugasnya untuk membentuk sel reproduksi bagi porifera. Sel reproduksi yang dibentuk tersebut akan di sesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada. Keberadaan lapisan mesohil atau mesoglea ini sendiri merupakan bagian yang sangat penting untuk kelangsungan dari porifera itu sendiri.

3. Koanosit

koanositLapisan tubuh porifera yang terakhir adalah lapisan koanosit atau ada juga yang menyebutnya sebagai lapisan endodermis. Seperti nama yang telah disebutkannya, lapisan yang satu ini berada di bagian paling dalam tubuh porifera. Lapisan yang satu ini tersusun oleh sel yang berbentuk lonjong. Sel yang satu ini berfungsi dan bertugas untuk mengatur arus air yang masuk kedalam tubuh porifera itu sendiri.

Selain itu sel yang satu ini juga bermanfaat untuk melaksanakan proses metabolisme dalam tubuh porifera itu sendiri. Posisi dari sel uang membentuk lapisan ini akan melintang dan menghubungkan antara lapisan mesohil dengan spongosol. Air laut yang telah disaring oleh spongosol akan meninggalkan sumber makanan yang dibutuhkan oleh porifera. Kemudian sumber makanan tersebut akan dicerna oleh sel-sel koanosit untuk kemudian diedarkan sel amoebosit keseluruh bagian tubuh porifera itu sendiri.

Pada dasarnya ada satu lagi lapisan yang ada yaitu lapisan kerangka semu, sebagaimana kita ketahui bahwa ciri-ciri hewan invertebrata tidak memiliki tulang belakang. Namun, pada porifera sendiri terdat zat kalsium karbonat dan silica yang membentuk kerangka semu guna menopang tubuh mereka. Tak jarang kedua zat tersebut dapat kita temukan pada kerangka setiap porifera yang ada.

Itu tadi beberapa informasi mengenai lapisan tubuh porifera yang bisa kita ketahui. Lapisan tubuh yang dimiliki oleh hewan yang satu ini bisa dikatakan cukup sederhana dan tidak terlalu rumit. Selain itu meskipun berbagai sel yang ada belum terdiferensifikasi secara penuh. Namun, sudah memiliki fungsi yang cukup banyak dan berbeda-beda. Semoga informasi tadi bermanfaat.

Sponsors Link
, , , , ,



Oleh :
Kategori : Hewan