Sponsors Link

14 Langkah-langkah Penelitian Terlengkap

Sponsors Link

Kata penelitian sering kali didengar, khususnya bagi mahasiswa yang sedang menempuh program sarjana. Bagi sebagian orang seperti sebuah kegiatan yang sulit untuk dilakukan. Padahal secara tidak sadar, kita sudah pernah mengerjakan dalam lingkup lebih kecil.

ads

Penelitian didefinisikan sebagai sebuah kegiatan untuk mencari kebenaran akan suatu masalah. Biasanya, peneliti akan melakukan uji coba.  Hal ini mencakup semua ilmu, seperti penelitian:

Ketika masih kecil, kita sering diberi informasi bahwa api itu panas. Secara naluri, itu dianggap sebagai masalah, sekaligus pertanyaan; benarkah api panas. Meletakkan tangan di atas lilin yang menyala, berdiri di dekat kompor, dan sebagainya secara tidak disadari sebagian dari penelitian. Hanya saja, itu merupakan penelitian sederhana dan bukan penelitian ilmiah. Penelitian ilmiah adalah sebuah penelitian yang terencana hingga selesai, dilaporkan, dan dipublikaikan. Oleh karena itu contoh lilin bukan penelitian ilmiah.

Lalu, apa yang dimaksud dengan metode ilmiah? Banyak orang yang mengira kedua hal ini sama. Langkah-langkah yang dilakukan untuk penelitian ilmiah disebut metode ilmiah. Namun, metode ilmiah tidak selalu bertujuan untuk penelitian. Beberapa survey yang dilakukan oleh lembaga tertentu menggunakan metode ilmiah tetapi bukan penelitian. Misalnya, metode ilmiah untuk mengetahui jumlah penduduk usia produktif. Jika hasilnya tidak memberi kesimpulan dan cara mengatasi masalah maka bukan penelitian ilmiah.

Penelitian seperti sudah disebutkan di atas adalah sebuah upaya mencari kebenaran atau mencari jawaban atas masalah yang terjadi. Hasil penelitian, apa pun bentuknya tidak pernah dikatakan salah. Penelitian menghubungkan antara kenyataan yang ditemui dengan teori yang sudah ada.

Sebuah penelitian akan diakui keabsahannya jika dilakukan dengan terencana dan dengan metode atau langkah tertentu. Langkah-langkah penelitian yang umumnya dilakukan tersebut seperti di bawah ini.

1. Identifikasi Masalah

Seseorang yang akan melakukan penelitian, biasanya menemukan suatu masalah yang menurutnya belum diketahui jawabannya. Setelah itu, peneliti akan mengajukan proposal kepada instansi terkait. Misalnya, mahasiswa mengajukan kepada pembimbingnya. Seorang yang bekerja di dinas lingkungan hidup mengajukan kepada atasannya.

Dalam proposal, peneliti akan memberikan latar belakang atau alasan diajukannnya penelitian. Identifikasi masalah dituliskan sesuai dengan latar belakang yang sudah dibuat. Contoh identifikasi masalah adalah penyebab anak usia balita kecanduan telepon pintar atau gadget.

2. Merumuskan Masalah

Masalah yang sudah diidentifikasi kemudian dirumuskan agar menjadi lebih jelas. Perumusan masalah pada penelitian biasanya dibuat dengan menuliskannya dalam bentuk kalimat tanya. Kalimat tanya harus menghubungkan antara dua variabel sehingga nantinya diperlukan data atau penelitian untuk menjawabnya. Pertanyaan tidak boleh berhubungan dengan moral dan etika karena kedua variabel ini bersifat subjektif.

Contoh perumusan masalah:

  • Apa yang menyebabkan anak usia balita kecanduan gadget?
  • Adakah hubungan antara balita kecanduan gadget dengan kurangnya perhatian orang tua?

3. Studi Pendahuluan

Sebelum langkah penelitian lebih lanjut dan penelitian dimulai maka harus diadakan studi pendahuluan. Studi pendahuluan biasanya berupa studi pustaka. Saat studi pustaka, peneliti dapat mencari penelitian lain yang sejenis atau mirip. Studi pustaka juga mencakup semua penelitian atau data yang sudah ada tentang balita secara perkembangan dan pertumbuhan.

Contoh tema studi pustaka yang dapat dicari, antara lain:

  • Pengertian gadget
  • Apa yang dilihat balita di gadget
  • Hubungan orang tua dan balita
  • Ciri dan karakter balita
  • dan lain-lain

4. Hipotesis

Sebuah penelitian umumnya membutuhkan hipotesis atau anggapan, khususnya penelitian kuantitatif. Terdapat perbedaan penelitian kuantitaif dan kualitatif. Ini penting agar sebuah penelitian mempunyai dasar terlebih dahulu. Di akhir penelitian, kesimpulan akan membuktikan kebenaran hipotesis peneliti. Contoh hipotesis dari penelitian yang disebutkan di atas, balita yang kurang komunikasi dengan orang tua mempunyai kecenderungan untuk kecanduan gadget atau Kurang perhatian orang tua menjadi faktor yang menyebabkan balita kecanduan gadget.


5. Variabel dan Definisinya

Variabel merupakan fenomena yang akan diteliti. Variabel ini harus jelas dan terukur, serta sesuai dengan tujuan. Variabel pada penelitian ada dua, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Pada contoh sebelumnya, balita kecanduan gadget adalah variabel bebas, sedangkan perhatian orang tua adalah variabel terikat. Penentuan variabel harus disertai dengan definisi variabel tersebut menurut bahasa peneliti sendiri. Contohnya, balita kecanduan gadget merupakan anak dengan usia di bawah 5 tahun yang menggunakan gadget lebih dari dua jam sehari.

6. Desain Penelitian

Langka keenam dari penelitian, yaitu membuat desain penelitian. Desain ini harus diumumkan atau diajukan secara terbuka agar orang lain mengakui hasilnya. Desain penelitian berisi langkah-langkah penelitian lengkap. Langkah-langkah ini suatu saat dapat diikuti oleh peneliti lain yang ingin membuktikan kebenaran hasil penelitian dengan sample yang berbeda atau dengan variabel berbeda.

7. Instrumen Penelitian

Yang termasuk instrumen penelitian adalah peneliti beserta alat-alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Instrumen penelitian lapangan atau sosial dapat berupa wawancara, angket, tes, kuisioner, dan lain-lain. Sementara di laboratrium dapat berupa peralatan yang ada di dalamnya.

8. Subjek Penelitian

Subjek Penelitian adalah sesuatu atau seseorang yang akan diteliti. Terkait dengan contoh yang telah dibahas sebelumnya, subjek penelitian bisa balita itu sendiri atau orang tua. Jika balita, maka peneliti harus melakukan pengamatan dalam beberapa hari. Peneliti mencatat sendiri semua tingkah laku balita ditambah wawancara dengan orang tua. Jika orang tua yang dijadikan subjek maka wawancara atau angket dan kuisioner jauh lebih mudah dijadikan instrumen penelitian. Penelitian di laboratorium dengan tema manfaat tempe untuk mencegah diare, subjeknya adalah tempe.

9. Penelitian

Langkah puncak dari semua yang telah dilalui adalah penelitian. Penelitian dilakukan sesuai dengan rencana dan tahapan yang sudah dibuat sebelumnya.


10. Pengolahan dan Analisis Data

Kebanyakan penelitian yang menggunakan langkah-langkah di atas berupa penelitian kualitatif. data yang sudah dikumpulkan selanjutnya harus diolah. Sekarang ini pengolahan data sudah ada program tersendiri yang berupa statistik. Hasil pengolahan data inilah yang akan dianalisis oleh peneliti dalam rumusan penelitian dan laporan.

11. Merumuskan Hasil Penelitian

Hasil penelitian yang telah diolah secara statistik dan dianalisis kemudian dirumuskan hasilnya.
Sebagai contoh:

  • Dari 100 balita sebagai subjek, lebih dari 50% menggunakan gadget lebih dari 2 jam, berarti banyak balita yang kecanduan gadget.
  • Balita ingin main gadget karena meniru orang dewasa lebih dari 50%
  • Balita main gadget karena orang tuanya sibuk kurang dari 50%

12. Pembahasan

Pembahasan dilakukan setelah merumuskan hasil penelitian. Semua hasil penelitian dibahas berdasarkan teori yang ada. Usia balita mempunyai kecenderungan meniru semua yang dilakukan oleh orang di sekitarnya. Sesuai dengan jamannya, gadget mendominasi kehidupan orang di sekelilingnya. Balita melihat hal tersebut. Akhirnya mereka meniru dan menemukan kesenangan di dalamnya. Balita menjadi kecanduan gadget.

13. Membuat Kesimpulan

Terakhir, peneliti harus membuat kesimpulan penelitian. Kesimpulan mencakup jawaban atas rumusan masalah dan hipotesis.

14. Membuat Laporan

Penelitian yang baik harus jelas susunannya dan dituliskan secara terperinci dalam laporan. Ini penting agar diakui dan orang lain dapat memahami penelitian yang dilakukan.

Demikian 14 langkah-langkah penelitian lengkap. Tidak perlu khawatir, semua langkah tersebut dipelajari dalam bangku kuliah. Kita juga dapat mengetahui dan memahami dalam studi pustaka. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, ,



Oleh :
Kategori : Biologi