Sponsors Link

Kumbang Tanduk : Karakteristik – Struktur – Perkembangbiakan – Peranan

Sponsors Link

Dunia hewan bisa dikatakan merupakan sebuah dunia yang sangat unik dan menarik. ada banyak sekali jenis hewan dengan keunikan dan ciri khas masing-masing yang membuatnya berbeda dari yang lain. keunikan dan ciri khusus itulah yang kemudian menjadikan sebagai salah satu acuan dalam pengelompokan hewan.

ads

Jika kita melihat lebih jelas, maka pada dasarnya ada banyak sekali jenis hewan yang dapat kita temukan di bumi ini. Secara garis besar, hewan di bumi dapat dibagi menjadi dua golongan utama yaitu hewan bertulang belakang atau vertebrata, dan juga hewan tidak bertulang belakang atau invertebrata. Namun, dari dua golongan utama tersebut dapat dikatakan bahwa golongan invertebrata jauh lebih besar daripada golongan vertebrata.

Hewan Invertebrata memang merupakan salah satu golongan yang cukup besar di muka bumi. Hewan yang satu ini bisa dikatakan dapat ditemukan pada setiap kondisi yang ada. Peranan hewan invertebrata dalam kehidupan sendiri bisa dikatakan sangat banyak dan beragam.

Hampir setiap segi kehidupan akan bersinggungan dengan hewan jenis ini. Salah satu ciri-ciri hewan invertebrata yang utama adalah tidak adanya tulang belakang pada tubuhnya, kebanyakan hewan invertebrata memiliki cangkang.

Kali ini kita akan membahas mengenai salah satu jenis hewan invertebrata yang cukup terkenal. Kita akan membahas mengenai kumbang tanduk. Hewan yang satu ini merupakan alah satu jenis hewan invertebrata yang bisa dikatakan cukup mudah untuk kita temukan. Ada beberapa pembahasan dan beberapa hal yang bisa kita ketahui mengenai kumbang yang satu ini, seperti

KARAKTERISTIK

Kumbang tandukKumbang tanduk merupakan salah satu jenis golongan serangga yang cukup terkenal. Selain dapat ditemukan di alam bebas, kumbang yang satu ini juga banyak diperjual belikan. Tak sedikit kolektor serangga yang membeli kumbang ini sebagai koleksinya. Hal tersebut dikarenakan bentukan dari kumbang ini yang terkesan gagah dan berbeda dari yang lain. Kumbang tanduk sendiri memiliki ukuran tubuh yang cukup beragam.

Ada beberapa kumbang tanduk yang memiliki ukuran tidak terlalu besar, namun tak sedikit juga ukuran kumbang tanduk yang lebih besar daripada telapak tangan orang dewasa. Kumbang tanduk ini sendiri terdiri dari dua famili utama yaitu Scarabidae dan Lucanidae.

Kedua golongan tersebut juga memiliki ciri khas masing-masing yang berbeda satu dengan yang lain. Salah satu ciri yang membedakan keduanya adalah pada Scarabidae ukurannya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Lucanidae.

Kebanyakan dari kumbang tanduk bersifat nokturnal, yang dalam artian adalah hewan ini aktif pada malam hari. Meskipun ada juga beberapa kumbang tanduk yang aktif pada pagi dan siang hari. Kumbang tanduk sendiri merupakan salah satu jenis hewan yang masuk kedalam golongan hewan dekomposer.

Hewan yang masuk kedalam golongan hewan dekomposer ini adalah hewan yang mampu mendaur ulang tumbuhan atau benda lain yang mengalami pembusukan. Sehingga bisa dikatakan bahwa kumbang tanduk ini sendiri memiliki fungsi yang sangat penting bagi lingkungan. Sama halnya dengan kondisi golongan serangga yang lain, kumbang tanduk tidak memiliki hemoglobin atau sel darah merah. Namun, hewan yang satu ini memiliki zat pengganti lain yaitu hemolimfa.

STRUKTUR

Secara garis besar anatomi dari kumbang tanduk ini sendiri tak jauh berbeda dengan kumbang yang lain atau serangga yang lain. Tubuhnya akan terdiri dari tiga bagian utama yaitu kepala, thorax dan juga abdomen. Namun, pada bagian kepala  kumbang tanduk memiliki ciri lain yang menjadi ciri khasnya.

Keberadaan tanduk yang memanjang dan besar hanya dapat ditemukan pada kumbang jantan. Sedangkan pada kumbang betina, tanduk yang ada hanya berupa tonjolan saja di bagian kepala. Tanduk tersebut merupakan bentuk modifikasi tambahan dari eksoskleton. Pada dasarnya fungsi utama dari tanduk ini adalah untuk mempertahankan diri. Pada bagian perut atau abdomen terdapat sayap utama dan juga Elytra. Bagi beberapa orang mungkin nama elytra masih terasa asing, namun nama tersebut digunakan untuk menunjukan bagian sayap yang keras di abdomen.

Sayap keras tersebut tidak dapat digunakan untuk terbang, fungsi dari sayap keras tersebut adalah untuk melindungi sayap utama yang ada di bawahnya. Sama halnya dengan sistem pernapasan pada serangga yang lain, kumbang tanduk juga menggunakan trakea dalam bernafas. Kita dapat menemukan bagian ini pada abdomen, biasanya saluran pernafasan ini terletak pada bagian kiri dan kanan dari hewan tersebut.


PERKEMBANGBIAKAN

siklus hidupJika kita mempelajari mengenai beberapa ciri-ciri hewan bertelur maka kita akan dapat menyimpulkan dan mengkategorikan bahwa Kumbang tanduk adalah hewan bertelur. Kumbang betina biasanya akan meletakkan telur-telur mereka di empulur kayu yang sudah mengalami pembusukan. Hal tersebut dikarenakan nantinya empulur kayu yang membusuk itu akan menjadi salah satu sumber makanan bagi larva kumbang tanduk.

Dalam sekali bertelur biasanya kumbang betina akan mengeluarkan kurang lebih 50 butir telur. Ukuran dari telur-telur ini sendiri sangatlah kecil jika dibandingkan dengan bentukan dan ukuran dari kumbang itu sendiri.

Satu hal yang perlu diketahui adalah Kumbang tanduk termasuk kedalam golongan hewan yang mengalami proses metamorfosis sempurna. Ada beberapa perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna yang harus kita pelajari terlebih dahulu, agar lebih mudah dalam memahami proses metamorfosis pada kumbang tanduk.

Lama waktu yang dibutuhkan untuk telur menetas dan menjadi larva sangatlah berbeda-beda. Biasanya hal tersebut akan dipengaruhi oleh iklim dan jenis dari kumbang itu sendiri. Pada daerah tropis seperti halnya di Indonesia telur akan menetas dalam kurun waktu 2 minggu. Ketika telur menetas maka larva kumbang tanduk akan lahir. Larva ini akan berbentuk seperti ulat yang berwarna putih pucat, kemudian kita akan menemukan 3 buah pasang kaki pada bagian depan.

LarvaPada larva kumbang tanduk ini akan langsung memakan empulur kayu yang membusuk. Larva akan menghabiskan masa hidupnya di lokasi tersebut tanpa berpindah tempat. Pada larva kumbang tanduk akan terus mengalami ganti kulit dan terus membesar hingga mencapai tahap kepompong.

Salah satu hal yang cukup menarik adalah larva kumbang tanduk memiliki kandungan protein yang jauh lebih tinggi daripada ayam,daging sapi dan telur ayam itu sendiri. Maka tak mengherankan jika pada beberapa lokasi, larva kumbang tanduk merupakan salah satu sumber makanan.


Setelah mengalami fase larva selama kurang lebih 4 hingga 5 bulan, fase berikutnya adalah fase kepompong. Pada fase ini ukuran dari kumbang tanduk akan jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan fase larva. Biasanya ukuran dari kepompong kumbang tanduk hanya 5 sampai 8 cm. Kepompong dari kumbang tanduk ini akan berlangsung dalam dua tahap utama. Tahap pertama terjadi dalam 1 minggu yaitu ketika larva menjadi pupa.

Tahap fase kedua biasanya terjadi dalam kurun waktu 3 minggu yaitu ketika pupa menjadi kumbang dewasa. Pada tahap kepompong ini kita sudah bisa melihat dan menemukan jenis kelamin dari kumbang tanduk itu sendiri. Hal ini dikarenakan bentukan larva kumbang tanduk memang sangat menyerupai dari bentukan kumbang tanduk dewasa. Sehingga kita bisa melihat ada tidaknya tanduk pada larva tersebut. Kepompong dari kumbang tanduk ini biasanya akan berwarna kemerahan.

Kumbang tanduk dewasa akan menggunakan tanduknya untuk keluar dari lokasi dimana kepompong berada. kumbang tanduk dewasa ini merupakan salah satu hewan yang bisa dikatakan berumur pendek. Pada beberapa jenis kumbang tanduk, biasanya waktu hidup dari kumbang ini tak lebih dari 1 tahun.

PERANAN

Telah kita singgung sebelumnya kumbang tanduk ini merupakan salah satu hewan dekompser yang sangat penting. Hewan ini akan membantu pembusukan beberapa jenis sesampahan yang ada. Namun, secara umum biasanya hewan ini akan membantu pembusukan pada sampah dedaunan dan juga beberapa batang tumbuhan yang telah membusuk.

Namun, pada beberapa jenis kumbang tandu juga dianggap sebagai hama yang cukup meresahkan. Hal tersebut dikarenakan beberapa jenis kumbang terkadang memangsa dan memakan tunas muda dari beberapa tanaman. Makanya pada beberapa lokasi, terkadang kemunculan dari kumbang yang satu ini dianggap sebagai ancaman yang cukup serius.

Itulah tadi beberapa hal dan pembahasan yang berhubungan dengan Kumbang Tanduk. Hewan yang satu ini merupakan salah satu hewan yang dianggap hama bagi banyak orang. Namun, bagi beberapa orang justru hewan ini kadang dianggap sebagai hewan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Semoga informasi tadi bermanfaat.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Hewan