Sponsors Link

Hewan Soliter: Pengertian, Ciri-Ciri, Contohnya

Sponsors Link

Dalam dunia hewan ternyata beberapa jenis hewan hidup bersama kelompoknya dengan tujuan agar mencegah diserang oleh para predatornya. Namun ada juga beberapa jenis hewan yang dapat hidup sendiri dan tidak bersama dengan jenis atau kelompoknya, hewan tersebut dinamakan sebagai hewan soliter.

Pengertian Hewan Soliter

Hewan soliter adalah hewan yang menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan tidak hidup berdekatan dengan sejenisnya. Hidup sendiri bukan dengan kelompok sejenisnya tidak berarti hewan-hewan tersebut sedang merasa sedih, depresi, atau ingin menyendiri, justru sebagai tindakan pertahanan diri agar mereka terus dapat hidup.

Ciri-Ciri Hewan Soliter

Adapun ciri-ciri dari hewan soliter antara lain:

  1. Hidup sendiri pada suatu wilayah atau gemar berpindah tempat
  2. Beberapa jenis berada pada rantai makanan teratas dalam sistem rantai makanan
  3. Beberapa menjadi predator bagi hewan-hewan lainnya
  4. Memiliki daerah atau wilayah kekuasaan

Habitat Hewan Soliter

Habitat dari hewan soliter sendiri dapat ditemukan di berbagai tempat, antara lain:

Hutan: Macan tutul, beruang, sigung, sloth, koala, wolverine, burung hantu, rakun, harimau, elang

Laut: Ikan singa (Lionfish), penyu, hiu putih besar, paus biru

Rawa: Badak hitam

Sungai: Platypus, ular kobra (tepian sungai), burung sandpiper, anakonda

Salju: Beruang kutub, rubah kutub,

Gurun: Kadal chuckwalla, kura-kura gurun, ular viper, kalajengking transvaal

Contoh Hewan Soliter

Beruang

Semua jenis beruang dari beruang kutub hingga beruang grizzly memilih untuk hidup sendiri atau menjadi hewan soliter. Hal ini sudah menjadi sifat alami bagi semua jenis beruang sebagai bentuk pertahanan diri.

Beruang lebih memilih tempat tinggal atau bersembunyi dekat dengan pepohonan atau tumpukkan es bagi beruang kutub daripada berkumpul dengan kawanan beruang lainnya.

Meskipun begitu bukan berarti semua beruang menghabiskan waktunya untuk hidup sendiri. Pada musim tertentu beruang mencari sejenisnya untuk melakukan perkawinan. Dan untuk beruang betina yang memiliki bayi, mereka akan terus bersama bayinya hingga cukup untuk dapat hidup secara mandiri.

Badak Hitam

Badak hitam terkenal dengan sikapnya yang tidak memberikan toleransi terhadap binatang lainnya. Berbeda jauh dengan badak putih betina, mereka justru senang berdekatan dengan banteng dan juga badak hitam yang biasa hidup sendirian.

Akan tetapi badak hitam jantan mulai bergerak dan berkumpul bersama badak jantan lainnya ketika musim kawin tiba untuk merayu para badak betina.

Meskipun dikenal sebagai hewan paling soliter di dunia, ternyata badak hitam masih dapat menghabiskan waktunya dan menciptakan hubungan dengan badak lainnya terutama kepada badak yang berbeda usia. Hal ini disebabkan karena badak hitam tidak menganggap badak lainnya sebagai sebuah ancaman.

Perlu diketahui juga jika badak hitam termasuk hewan yang tidak terlalu teritorial atau menjaga wilayah kekuasaannya.

Platypus

Hewan yang terkenal dapat hidup di dua alam, baik darat maupun air atau lebih dikenal sebagai semi-akuatik, ternyata menjadi hewan soliter di sebagian besar hidupnya. Meskipun terkadang dapat ditemukan platypus hidup bersama pasangannya.

Hewan asli Australia ini memiliki ciri fisik yang unik yakni paruh tanduk pipih, kaki berselaput mirip kaki bebek, dan ekor berbentuk dayung seperti milik berang-berang. Induk platypus akan tinggal bersama anak-anaknya selama beberapa bulan.

Sigung

Di dunia ini ada beragam jenis sigung, namun sebagian besar dari spesies yang ada tergolong sebagai hewan soliter. Hal ini dapat dibuktikan dari perilakunya yang akan mengeluarkan bau tidak sedap dan kuat untuk mengusir hewan-hewan lain yang berada di sekitarnya.

Mengeluarkan aroma tidak sedap tersebut sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri ketika sigung merasa dirinya sedang terancam, gugup, dan diserang. Bahkan meskipun masih dalam satu keluarga sekalipun, sigung lebih memilih hidup sebagai hewan individu yang bebas dan mandiri.

Pada daerah yang beriklim dingin, sigung dapat berbagi sarang bersama dengan pasangannya. Sebab sigung jantan dapat kawin dengan lebih dari sigung betina, akan tetapi setelahnya mereka akan hidup secara terpisah.

Setelah melahirkan sigung betina akan tinggal bersama anak-anaknya selama kurang lebih satu tahun untuk kemudian meninggalkan anak-anaknya.

Koala

Binatang asli Australia ini termasuk hewan penyendiri dan sangat menyukai ketenangan. Salah satu kebiasaannya yakni selalu memilih mendekati dan memeluk pohon. Kebiasaannya ini sebagai bentuk pengawasan terhadap wilayah kekuasaannya.

Koala yang masih muda biasanya akan digendong di punggung induknya. Jika telah memasuki usia dewasa, koala akan berjuang sendiri untuk menjalani kehidupannya dengan hidup sebagai hewan soliter.

Koala betina biasanya akan tinggal pada satu wilayah. Sedangkan koala jantan yang termasuk jenis dominan dan memiliki tubuh lebih besar dibandingkan dengan koala jantan lainnya, memilih untuk menjadi pengembara.

Tidak heran jika koala jantan saling berpapasan, mereka akan mengejar hingga menggigit satu dengan lainnya.

Ular King Cobra

Ular king cobra menjadi ular paling berbisa dan terbesar di dunia. Tidak heran jika hewan ini dapat hidup secara soliter karena racun yang dimilikinya bersifat sitotoksin dan neurotoksin, berfungsi untuk melumpuhkan hingga membunuh mangsanya.

Saat berada dalam bahaya, ular king cobra akan menaikkan bagian kepalanya setinggi mungkin yang merupakan pertanda bahwa ular dalam kondisi siaga dan siap menyerang.

Ular king cobra banyak ditemukan di kawasan hutan seperti hutan bambu dan di sepanjang pinggir sungai. Ular ini dapat berukuran lebih dari 5 meter dan banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara.

Sponsors Link
,
Oleh :
Kategori : Hewan