Sponsors Link

5 Fungsi Kapiler Paru-Paru Pada Burung

Sponsors Link

Burung adalah hewan vertebrata yang masuk dalam kelas aves. Berbagai sistem dalam tubuh  yang terbentuk didukung oleh organ-organ yang dimilikinya dan telah disesuaikan (proses adaptasi) dengan keadaan lingkunganya. Hewan yang masuk dalam kelompok burung (aves) mempunyai ciri-ciri morofologi seperti:

ads
  • Mempunyai bulu yang bervariasi
  • Mempunyai  tungkai atas yang termodifikasi menjadi sayap
  • Mempunyai paruh yang disesuaikan dengan  jenis makananya
  • Mempunyai  sisik yang hanya terdapat pada sepasang kakinya.
  • Kaki termodifikasi sesuai fungsinya.

Sedangkan ciri-ciri anatomi dan fisiologi pada burung yaitu:

  • Burung mempunyai tembolok sebagai tempat penyimpanan makanan sementara sebelum diteruskan ke  lambung.
  • Sistem pencernaanya lengkap. Burung memiliki kloaka yang merupakan muara dari saluran pencernaan, ekskresi, dan reproduksi.
  • Sistem peredaran darah yang dimiliki burung sama dengan sistem peredaran manusia. Berikut adalah ciri-ciri sistem peredaran pada burung:

1) Burung mempunyai jantung yang mempunyai 4 ruang seperti manusia yaitu atrium kanan, atrium kiri, ventrikel kanan, ventrikel kiri dan jantungnya juga dibatasi oleh sekat yang sempurna.

2) Jantung pada burung berbentuk kerucut dan terbungkus oleh selaput perikardium.

3) Sistem peredaran darahnya juga menggunakan peredaran darah ganda yaitu darah mengalir melewati jantung sebanyak dua  kali (dikenal dengan sirkulasi paru dan sirkulasi sistemik) dan  sistem peredaran darah tertutup  karena darah mengalir melalui pembuluh darah.

4) Mempunyai 3 tipe pembuluh darah yang sama dengan yang dimiliki manusia yaitu pembuluh arteri, pembuluh vena  dan pembuluh kapiler.

  • Pada sistem pernapasanya, burung tidak mempunyai  diafragma, sebagai gantinya dalam proses inspirasi dan ekspirasi pergerakan paru-paru dibantu oleh semua rongga yang ada ditubuhnya. Burung juga mempunyai 9 pundi-pundi udara (saccus pneumaticus)sebagai tempat penyimpanan udara cadangan pada saat terbang dan dapat digunakan sebagai alat pernapasan tambahan. Kantung ini merupakan perluasan paru-paru, 2 pada bagian pangkal leher (saccus cervicalis), 4 di rongga dada (2 saccus thoracalis posterior dan 2 anterior), 1 di tulang selangka (saccus interclavicularis), dan 2 pada bagian perut (saccus abdominalis). Adapun Fungsi kantung ini adalah:

> Membantu mengatur tubuh pada saat burung terbang.

> Membantu menjaga  suhu tubuh.

> Membantu pernapasaan dan membuat pernapasan pada burung menjadi efisien.

Terkait dengan ciri umum sistem pernapasan dan sistem peredaran darah pada burung yang juga sama dengan peredaran darah manusia tersebut, maka MateriIpa kali ini membahas tentang fungsi kapiler paru-paru pada burung yang dalam pembahasanya akan dihubungkan dengan sistem pernapasan dan peredaran darahnya.

Berikut ini penjelasan tentang fungsi Kapiler Paru-paru pada Burung:

1. Fungsi kapiler paru-paru pada burung sama juga dengan fungsi kapiler paru-paru pada kelompok lain seperti manusia. Namun, jika pada manusia terdapat alveoli yang mempunyai pembuluh darah kapiler, pada burung sendiri berupa pembuluh udara (parabronki) yang berdekatan dengan kapiler darah.

2. Fungsi kapiler pada umumnya adalah sebagai saluran yang mendistribusikan air, zat nutrisi, dan zat lainnya melalui darah dan cairan interstial pada jaringan-jaringan dalam tubuh, termasuk yang terdapat di dalam paru-paru.

Sponsors Link

3. Terdapat dua mekanisme fungsi khusus kapiler pada paru-paru burung dan juga terdapat pada paru-paru hewan umumnya yaitu zat yang keluar dan zat yang masuk. Zat yang keluar (proses difusi) melalui kapiler paru-paru yaitu berupa CO2 sedangkan zat yang masuk adalah oksigen.  Sedangkan pada bagian tubuh lain selain paru-paru terjadi proses keluarnya zat berupa oksigen, air, dan glukosa melalui kapiler adapun zat yang masuk adalah berupa CO2 dan zat-zat buangan lain melalui pembuluh kapiler ini. Proses ini sesuai dengan sistem peredaran darah yang mempunyai jalan satu arah menuju bagian sebelah kanan tubuh untuk masuk ke serambi kanan jantung yang menampung darah miskin oksigen.

4. Pernapasannya yang efesien membantu proses pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuhnya saat terbang yaitu saat mengepakkan sayapnya. Ketika terbang burung tidak dapat melakukan pernapasan biasa (dalam keadaan tidak terbang ) menggunakan rongga dada (digunakan untuk pergerakan dalam proses pernapasan) karena otot pada daerah itu (tulang dada dan rusuk) dipakai sebagai otot untuk terbang. Oleh karena itu, kantung udara ini menjadi tempat cadangan udara dalam proses pernapasannya.

Saat oksigen di dalam paru-parunya berkurang yaitu ketika sayapnya dikepakkan maka oksigen yang berasal dari kantong udara akan masuk ke dalam paru-paru lalu masuk ke parabronki  yang banyak  terdapat pembuluh darah kapiler. Terjadi proses difusi agar oksigen yang ada dalam parabronki masuk ke dalam pembuluh darah kapiler paru-paru burung. Oksigen lalu berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah yang akan diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.

Mekanisme pernapasan burung ketika terbang dapat  dilihat dibawah ini:

  • Dalam kondisi tidak terbang (istirahat), ketika bernapas (inspirasi) otot tulang rusuk berkontraksi, tulang rusuk bergerak ke depan sedangkan tulang dada ke bawah sehingga rongga dada burung membesar dan tekananya menurun. Hal ini mengakibatkan, kantung udara pada  bagian depan terisi udara yang berasal dari paru-paru dan begitu pula kantong bagian belakang yang terisi oleh udara segar.  Kebanyakan udara  yang masuk akan disimpan dalam kantung udara sedangkan yang terdapat di dalam paru-paru hanya sebagian kecil.
Sponsors Link

  • Saat burung mengangkat sayap untuk terbang, kantung udara yang terdapat pada bagian leher atau korakoid (saccus interclavicularis) terjepit dan kantung udara yang ada di ketiak mengembang menyebabkan mengalirnya oksigen dari tempat itu ke paru-paru. Sedangkan saat sayap burung diturunkan akan terjadi kebalikannya. Udara yang keluar saat ekspirasi  akan keluar melalui bronkus.

5. Kantung udara memiliki sedikit pembuluh udara, jadi fungsi utamanya bukan tempat pertukaran udara yang melibatkan darah namun sebagai tempat penampungan udara dalam sirkulasi udara paru-paru jika oksigen yang ada di paru-paru berkurang ketika terbang.

Jadi, fungsi kapiler paru-paru pada burung yaitu sebagai pembuluh darah tempat terjadinya pertukaran antara CO2 dan oksigen melalui darah, melihat fungsi dari paru-paru adalah organ yang berperan penting dalam proses pernapasan. Darah yang berasal dari seluruh tubuh melalui pembuluh vena yang kaya CO2 akan dibawa melalui serambi kanan menuju paru-paru lalu masuk ke kapiler paru-paru untuk proses pertukaran dengan oksigen. Selanjutnya darah yang kaya oksigen akan melewati pembuluh kapiler lagi melewati vena pulmonalis yang diteruskan ke serambi kiri dan diedarkan ke seluruh tubuh.

Itulah tadi pembahasan tentang fungsi kapiler paru-paru pada burung. Semoga materi ini dapat menambah wawasan kita.

Sponsors Link
, , , ,



Oleh :
Kategori : Biologi