Sponsors Link

5 Fungsi Hati Pada Manusia Yang Perlu Diketahui

Sponsors Link

Tubuh manusia dilengkapi oleh berbagai macam organ penting dengan fungsi yang berbeda-beda. Salah satu organ tersebut bernama hati atau bisa juga disebut sebagai liver.

Hati berada di bagian kanan atas dari rongga perut atau lebih tepatnya di bagian bawah diafragma serta pada sisi kanan lambung. Organ hati termasuk sebagai salah satu organ dalam sistem pencernaan dan terlindung oleh tulang rusuk.

Ukurannya cukup besar yakni sekitar 1,5 kilogram dan berwarna merah kecoklatan. Organ hati terbagi menjadi dua bagian yakni lobus kanan dan kiri. Untuk lobus kanan sendiri mempunyai ukuran lima hingga enam kali lebih besar dibandingkan dengan lobus kiri.

Dalam sistem pencernaan, hati termasuk organ pelengkap dan bekerja dengan organ-organ lainnya seperti kantong empedu, usus, pembuluh getah bening, dan lainnya.

Menurut para ilmuwan, hati memiliki sekitar 500 fungsi yang sangat penting bagi tubuh. Namun secara umum, ada beberapa fungsi hati yang perlu diketahui, antara lain:

1. Memproduksi Cairan Empedu

Empedu adalah sebuah cairan yang hanya dihasilkan oleh organ hati. Cairan empedu ini mengandung air, garam empedu, asam empedu, pigmen, dan juga bilirubin. Tidak hanya itu saja, pada cairan empedu terdapat fosfolipid, mineral elektrolit, dan kolesterol.

Cairan empedu tersimpan di dalam kantong empedu dan akan digunakan untuk mengubah lemak yang berada dalam usus halus agar menjadi gumpalan kecil yang mudah dicerna. Sedangkan bahan dasar empedu yang tidak digunakan pada proses pencernaan, diubah menjadi asam empedu oleh bakteri usus. Nantinya asam empedu dikirim kembali ke hati untuk digunakan pada proses pencernaan berikutnya.

2. Menghancurkan Sel Darah Merah Tua

Hati memiliki fungsi utama berupa menghancurkan sel darah merah yang telah berusia tua. Sel darah merah atau eritrosit mempunyai usia sekitar 100-120 hari di dalam tubuh. Sel darah merah yang telah tua ini selanjutnya akan dirombak untuk kemudian diubah menjadi biliverdin.

Biliverdin bercampur dengan zat lain sehingga berubah menjadi bilirubin. Kemudian bilirubin dialirkan ke dalam darah lalu disaring oleh ginjal. Bilirubin yang telah tersaring dikeluarkan melalui urine.

Bilirubin inilah yang menyebabkan urine berwarna. Tidak hanya itu, bilirubin juga memberikan warna pada feses. Jika ditemukan kasus feses berwarna pucat ataupun urine berwarna lebih gelap, dapat menjadi pertanda bahwa terjadi masalah pada organ hati.

3. Menyimpan Cadangan Energi Dan Nutrisi

Hati dapat menyimpan energi bagi tubuh dengan membentuk glikogen lalu mengubahnya menjadi glukosa ketika kadar glokosa darah rendah. Saat gula darah tinggi, hati akan menyaring gula dari dalam darah dan menyimpannya sebagai cadangan energi dalam bentuk glikogen.

Dan apabila kadar gula darah sangat rendah, maka tubuh akan mengambil kembali cadangan energi yang berasal dari lemak. Tidak hanya memecah gula saja, hati juga dapat mengubah lemak sebagai sumber cadangan energi pengganti gula.

Selain cadangan energi, hati juga memiliki peran dalam menyimpan nutrisi berupa zat besi, asam folat, vitamin A, vitamin K, vitamin D, dan vitamin B12.

4. Menghasilkan Zat Yang Penting Bagi Tubuh

Hati menghasilkan beragam zat yang penting bagi tubuh. Mulai dari kolesterol dan trigliserida, hingga protein khusus berupa albumin. Albumin sendiri mempunyai fungsi dalam menjaga keseimbangan cairan yang ada pada sistem sirkulasi tubuh.

Hati juga menghasilkan beberapa protein yang berfungsi dalam proses pembekuan darah dan sistem kekebalan tubuh. Tidak hanya itu saja, hati juga memproduksi hormon pertumbuhan yang sangat penting bagi anak-anak.

5. Membersihkan Darah

Jika ginjal berfungsi menyaring darah atau detoksifikasi, maka hati memiliki fungsi sebagai pembersih darah dari senyawa atau zat berbahaya seperti racun, alkohol dan obat-obatan. Dalam prosesnya hati akan mengubah zan dan senyawa berbahaya tersebut menjadi molekul-molekul yang dapat larut di dalam air untuk kemudian dikeluarkan melalui urine.

Selain itu, hati dapat mengubah amonia yang beracun menjadi urea yang nantinya juga dikeluarkan melalui urine. Perlu diketahui jika kemampuan hati dalam membersihkan darah dari senyawa yang berbahaya dapat dipengaruhi oleh usia, kondisi hati dan ginjal, jenis kelamin, serta faktor genetik.

Dapat disimpulkan jika segala bentuk zat yang masuk ke dalam tubuh akan diproses, diubah, disimpan, dimurnikan untuk kemudian disalurkan ke dalam darah ataupun ke dalam usus guna dimanfaatkan pada proses pencernaan.

Tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan hati agar mengetahui kondisi hati lebih mendalam serta mencari tahu adakah potensi penyakit hati lainnya.

Sebagai cara dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan hati yakni dengan melakukan diet seimbang dengan memperbanyak konsumi sayur dan buah, menjaga berat badan agar selalu ideal, rutin berolahraga, istirahat yang cukup, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, hingga melakukan vaksin hepatitis

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Biologi