Sponsors Link

Ciri Filum Annelida – Peranan – Struktur Tubuh – Contohnya

Sponsors Link

Hewan adalah makhluk hidup yang memiliki ciri khasnya tersendiri dan setiap hewan pasti memiliki cara untuk hidup. Ada banyak spesies hewan yang ada di dunia dan Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki hewan-hewan unik. Hewan ternak adalah hewan yang paling banyak dijumpai di lingkungan masyarakat dan ayam menjadi hewan ternak yang paling populer, karena pemeliharaannya sangatlah simpel. Ayam bisa berguna untuk konsumsi, karena daging dan telurnya memiliki gizi yang cukup baik. Pakan ayam sangatlah simpel, tidak perlu yang mewah-mewah dan pakan hewan harganya sangat terjangkau.

Banyak juga hewan yang liar, namun bisa diternak dengan baik dan salah satunya adalah burung. Untuk beternak burung memang lumayan sulit, karena memerlukan berbagai teknik yang baik dan salah satu jenis burung yang banyak diternak adalah kenari. Beternak burung memang sangatlah menguntungkan, karena seringkali ada kontes kicau burung dan pemenang kontes akan memiliki harga jual yang sangat tinggi. Untuk memiliki burung yang memiliki suara unik, harus dilatih dan diberikan pakan yang baik.

Filum Annelida adalah filum yang memiliki tubuh yang beruas-ruas atau seperti susunan cincin dan filum annelida sering disebut sebagai cacing yang bersegmen. Cacing bersegmen ini menjadi salah satu hewan yang bernapas dengan kulit dan kebanyakan spesiesnya memiliki panjang tubuh sekitar 1 milimeter sampai 3 meter. Filum Annelida bisa hidup di berbagai tepat seperti air tawar, tanah dan di air laut. Secara umum filum annelida melakukan cara hidup yang bebas, namun banyak juga spesies filum annelida yang hidup secara parasit.

Ciri-Ciri Filum Annelida

1. Tubuh

Tubuh filum annelida bersegmen dan tubuhnya memiliki otot. Tubuh filum annelida dilapisi dengan kulit yang sangat tipis dan permukaan kulitnya sangatlah tipis. Dalam pengelompokan hewan, cacing menjadi hewan yang masuk dalam filum annelida dan siklus tubuh cacing sangat mendekati filum annelida. Pada bagian kulit filum annelida memiliki pembuluh darah yang berukuran kecil, hal ini terjadi karena pernapasan dilakukan dengan kulit

2. Darah

Sistem peredaran darah filum annelida adalah tertutup dan biasanya darahnya bewarna merah, karena di bagian pembuluh darah adanya kandungan hemoglobin. Pembuluh darah dalam filum annelida memiliki kegunaan sebagai penghantar oksigen dengan nutrisi ke seluruh bagian tubuh.

3. Pernapasan

Sistem pernapasan filum annelida dilakukan pada seluruh permukaan kulit, namun ada juga beberapa sumber yang menyatakan ada spesies yang bernapas dengan insang. Cacing biasanya melakukan gerak relatif yang memungkinkan pernapasan dilakukan dengan sangat efektif dan baik.

4. Pencernaan

Sistem pencernaan filum annelida sangatlah lengkap dan bisa melakukan pencernaan dengan sangat baik. Anggota sistem pencernaan yang dimiliki filum ini seperti anus, usus, esofagus, faring dan mulut. Berdasarkan berbagai jenis metode penelitian, spesies filum ini memiliki sistem pencernaan yang terbilang sempurna.

5. Ekskresi

Filum annelida juga memiliki sistem ekskresi yang bersegmen dan setiap segmennya memiliki organ eksresinya masing-masing. Sistem eksresi filum ini terdiri dari nefridia, nefrostom dan nefrotor.

Habitat dan Peranan Filum Annelida

Filum Annelida memiliki habitat yang bervariasi seperti di air laut ataupun air tawar dan filum ini juga sangat menyukai berbagai tempat yang lembap. Setelah dilakukan langkah-langkah penelitian yang panjang, banyak juga jenis cacing yang hidup di tanah yang lembap dan cacing menjadi filum yang banyak dimangsa hewan lainnya. Filum Annelida hidup dengan membuat lubang di tanah dan lubangnya dibuat sendiri.

Peranan filum Annelida ada yang menguntungkan dan merugikan. Peranan filum Annelida yang menguntungkan seperti bahan makanan manusia, makanan hewan ternak, bahan baku pembuatan obat, bahan baku pembuatan kosmetik dan bisa menjadi pembersih nanah yang ada di kulit. Sedangkan peranan filum Annelida yang merugikan seperti timbulkan penyakit cacing, dapat menimbulkan anemia dan bisa menimbulkan penyakit lainnya.

Struktur Tubuh Filum Annelida

annelida

Pada dasarnya filum annelida terdiri dari 3 lapisan embrionik seperti endoderm, mesoderm dan ektoderm. Filum Annelida juga memiliki rongga tubuh yang sejati atau disebut selomata dan segmentasi pada filum annelida membagi otot dinding dengan menyekat rongga tubuhnya. Septa adalah penyekat rongga tubuh yang memiliki 2 lapis mesodermal yang berasal dari dinding organ tubuh.

Setiap sistem dalam tubuh filum annelida saling berhubungan antar segmen dan filum annelida memiliki kemampuan untuk melakukan regenerasi, apabila sebagian tubuhnya rusak ataupun terputus. Ada beberapa spesies filum annelida yang memutuskan bagian tubuh untuk menghindari gangguan musuh.

Contoh Hewan Filum Annelida

1. Cacing Tanah

Cacing tanah adalah salah satu jenis tanah yang sangat mudah ditemukan dan jenis cacing ini memiliki peranan untuk meningkatkan aerasi dalam tanah. Cacing tanah juga bisa menyuburkan tanah dan alat reproduksi yang dimiliki cacing tanah disebut dengan kitellum. Ruas tubuh cacing tanah terdiri dari 9 sampai 11 ruas dan cacing ini banyak dimangsa oleh hewan lain.

2. Lintah Jawa

Lintah Jawa adalah salah satu hewan yang dianggap menjijikan oleh sebagian orang, karena memiliki kulit yang sangat kenyal dan bisa mengigit. Tubuh lintah jawa memiliki segmen pada bagian awal dan akhirnya. Lintah jawa memiliki alat hisap yang bisa menghisap darah manusia dan lintah jawa dapat menempel pada kulit. Lintah jawa seringkali digunakan untuk terapi kesehatan, karena bisa menghisap darah kotor manusia.

3. Pacet

Pacet adalah salah satu hewan yang lumayan sering ditemukan di Indonesia dan hewan ini banyak hidup didaerah daratan, namun tempat yang lembap sangat cocok untuk hewan ini. Pacet juga seringkali ditemukan menempel di daun dan hewan ini tidak memiliki bagian rambut. Hewan ini identik dengan tubuhnya yang pipih dan bagian belakangnya memiliki bentuk meruncing.

Reproduksi filum annelida dilakukan dengan 2 cara yaitu seksual dan aseksual. Reproduksi aseksual adalah reproduksi yang dilakukan dengan cara memutuskan bagian tubuhnya dan cara ini sangat simpel untuk dilakukan cacing. Sedangkan reproduksi seksual dilakukan dengan cara perkawinan silang dan hal ini akan membuat cacing saling mempertukarkan sperma untuk melakukan pembuahan sel telur pasangannya.

Itulah ulasan lengkap mengenai filum annelida dan semoga artikelnya dapat bermanfaat bagi para pembacanya.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Hewan