Sponsors Link

6 Faktor Yang Mempengaruhi Titik Didih Senyawa

Sponsors Link

Berbicara mengenai titik didih tentu tidak terlepas dari suhu dan juga kalor. Ketika suatu senyawa telah mencapai titik didihnya, maka senyawa tersebut akan mengalami peristiwa bernama mendidih yakni perubahan wujud dari cair menjadi uap air atau gas, misal memasak air hingga mendidih.

Lalu apa itu titik didih? Titik didih adalah temperatur ketika tekanan uap jenuh zat cair sama dengan tekanan udara luar. Titik didih juga dapat diartikan sebagai suhu ketika zat cair mendidih di tekanan 1 atmosfer.

Perlu diketahui jika titik didih air ketika berada pada tekanan 1 atmosfer (76 cmHg) yakni 100Â derajat celcius. Hal yang menyebabkan suatu senyawa atau zat mendidih terutama dalam bentuk cair yakni adanya penyerapan kalor di seluruh bagian zat.

Titik didih pada suatu senyawa ternyata ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Ikatan Pada Setiap Molekul

Setiap senyawa baik dalam bentuk padat, cair, ataupun gas tersusun atas molekul-molekul. Semakin rapat ikatan antar molekul tentu saja titik didihnya juga semakin tinggi. Begitupun sebaliknya, semakin renggang ikatan antar molekul, titik didih suatu senyawa tidak terlalu tinggi.

Misal ethil alkohol mempunyai titik didih mencapai 78,5 derajat celcius di permukaan laut. Hal ini disebabkan ikatan antara molekul pada ethil alkohol cendrung kuat. Namun tidak bagi methyl ether yang mempunyai titik didih -25 derajat celcius.

2. Tekanan

Dapat dikatakan jika tekanan merupakan faktor utama titik didih suatu senyawa. Pada sistem terbuka, tekanan luar merupakan atmosfer planet Bumi, sebagai contoh air yang memiliki tekanan atmosfer standar pada 100 derajat celcius pada permukaan laut.

Dengan kata lain, air mendidih ketika telah mencapai titik didih 100 derajat celcius. Seiring bertambahnya ketinggian tempat, titik didih air menurun. Seperti contoh air mendidih pada suhu 72 derajat celcius ketika berada di puncak Gunung Everest.

3. Pelarut, Larutan dan Solusi

Faktor lain yang juga mempengaruhi titik didih senyawa yakni dengan menambahkan bahan lain. Untuk air yang mempunyai titik didih 100 derajat celcius di permukaan air laut, dapat mengalami perubahan titik didih apabila ditambahkan zat terlarut lainnya misal garam.

Pelarut sendiri merupakan zat yang dilarutkan dengan lainnya, sedangkan terlarut adalah zat yang dilarutkan. Dan saat zat terlarut larut ke dalam pelarut, maka akan menghasilkan solusi. Biasanya suatu larutan mendidih pada titik yang lebih tinggi daripada pelarut murni.

4. Konsentrasi atau Molal

Konsentrasi atau molal yang terdapat di setiap senyawa terutama pada zat terlarut mempengaruhi kenaikkan titik didih. Semakin besar konsentrasi dari zat terlarut, maka semakin tinggi titik didih yang harus dicapai oleh suatu senyawa.

5. Jenis Larutan

Perlu diketahui, suatu senyawa dalam bentuk cair atau larutan tentu memiliki titik didih lebih cepat dibandingkan dengan senyawa dalam bantuk padat. Untuk senyawa dengan konsentrasi sama, jenis zat terlarut mempengaruhi titik didihnya. Untuk larutan elektrolit mempunyai kenaikkan titik didih yang lebih tinggi daripada kenaikkan titik didih pada larutan non elektrolit.

Hal ini disebabkan partikel-partikel terlarut yang terdapat pada larutan elektrolit lebih besar dibandingkan larutan non eletrolit

6. Harga Kb

Harga Kb biasanya didapatkan dari melakukan pengukuran kenaikkan titik didih dari larutan encer yang sebelumnya telah diketahui nilai molalitasnya (mengandung zat terlarut yang diketahui jumlah dan massa molalnya). Oleh karena itu semakin tinggi harga Kb maka semakin tinggi pula titik didih suatu senyawa.

Sponsors Link
,
Oleh :
Kategori : Fisika