Sponsors Link

Penjelasan Daur Hidup Ayam dan Jenis-Jenisnya

Sponsors Link

Bertahan hidup adalah sebuah hal bisa dikatakan sangat wajar untuk semua makhluk hidup. Metode bertahan hidup sendiri sangat bermacam-macam dengan keunikan dan karakteristik mereka sendiri. Setiap makhluk hidup mampu bertahan hidup dengan cara yang telah mereka miliki. Metode bertahan hidup itu sendiri merupakan hasil dari sebuah proses adaptasi dan evolusi.

ads

Ada banyak sekali jenis-jenis adaptasi yang digunakan makhluk hidup bertahan hidup. Bahkan hasil-hasil yang muncul dan ditemukan dalam proses bertahan hidup tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu point dalam pengelompokan hewan yang ada. Walaupun, proses bertahan hidup itu sendiri tak hanya bertahan pada hewan saja, namun juga kita temukan pada tumbuhan juga. Proses evolusi bertahan hidup inilah yang menghasilkan macam-macam keanekaragaman hayati yang ada di muka bumi.

Salah satu bentuk dari usaha untuk bertahan hidup adalah dengan menghasilkan keturunan selanjutnya. Dalam hal ini dapat dikatergorikan kedalam materi reproduksi. Namun, salah satu unsur dari reproduksi yang cukup penting adalah siklus kehidupan dari makhluk hidup tersebut.

Pada dasarnya siklus hidup merupakan salah satu bentuk perkembangan dari setiap makhluk hidup yang ada. Dalam proses siklus hidup makhluk hidup yang ada, pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu mereka yang mengalami metamorfosis dan mereka yang tidak mengalami metamorfosis. Terdapat perbedaan yang mencolok antara keduanya dalam siklus tersebut.

Kali ini kita kan membahas mengenai beberapa hal yang berhubungan dengan daur hidup ayam. Salah satu jenis makhluk hidup yang bisa dikatakan sangat sering ditemukan. Dan juga merupakan salah satu binatang yang paling terkenal di bumi. Ada beberapa hal yang harus kita pahami dan ketahui mengenai daur hidup hewan yang satu ini, seperti

DAUR HIDUP

Daur-Hidup-AyamAyam sendiri merupakan salah satu jenis hewan yang tidak mengalami metamorfosis. Proses metamorfosis adalah sebuah siklus dalam daur hidupnya yang dapat ditunjukkan dengan perubahan bentuk dalam setiap fase yang mereka lalui. Meskipun Dalam kondisinya tidak mengalami metamorfosis, akan tetapi pada beberapa tataran, terdapat juga yang mengatakan ayam merupakan salah satu hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna.

Pada hal tersebut kita harus memahami dahulu mengenai perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna. Proses perkembangbiakan ayam sendiri bisa dikatakan sangat mudah dan tak banyak mengalami perubahan. Jika kita melihat secara seksama maka ayam hanya mengalami 3 kali fase perubahan dalam kehidupannya. Beberapa fasa yang dilalui oleh seekor ayam dalam hidupnya adalah

1. Telur

TelurAyam adalah satu dari beberapa hewan yang dibudidayakan di dataran rendah, bahkan keberadaannya tidak hanya terbatas pada daerah dataran rendah saja. Hal tersebut dikarenakan ayam adalah satu hewan yang cukup mudah untuk dibudidayakan. Perawatan yang tidak terlalu sulit dan prose adaptasi yang cukup cepat adalah salah satu nilai lebihnya. Dalam proses daur hidup ayam, keberadaan dari telur bukan hanya sebuah tujuan untuk meneruskan jenis mereka.

Namun, telur juga merupakan sebuah komoditi yang memiliki nilai ekonomis cukup besar. Telur ayam sendiri memiliki bentuk yang menyerupai elips dengan ukuran yang beragam. Namun, kebanyakan telur ayam berwarna kecoklatan dan juga putih. Dalam proses berkembang biaknya, telur akan dierami oleh indukan dalam kurun waktu 21 hari semenjak dilahirkan.

Pada proses tersebut maka indukan ayam akan jauh lebih agresif daripada biasanya. Cangkang telur terbuat dari zat kapur dan beberapa campuran lain yang membuatnya cukup kuat. Kandungan kalsium dalam cangkang telur ayam sendiri bisa dikatakan cukp tinggi.


2. Anak Ayam

Anak AyamFase kedua yang dilalui oleh ayam dalam proses daur hidupnya adalah anak ayam. Meskipun terlihat cukup mirip, namun pada dasarnya dalam fase ini ada beberapa perbedaan dengan ayam dewasa. Pada fase ini kita masih belum bisa menentukan dan menemukan jenis kelamin dari hewan tersebut. meskipun mungkin organ reproduksi tersebut telah terbentuk, namun fisik dari anak ayam tersebut tidak menunjukan perubahan yang berarti secara keseluruhan.

Pada fase ini bisa dikatakan cukup memakan waktu yang lama. Bahkan bisa dikatakan salah satu fase hidup yang cukup lama dalam daur hidup ayam adalah fase anak ayam. Ketika anak ayam tersebut menetas dari telur, maka anak ayam tersebut akan masih tetap memiliki sumber makanan dari kuning telur yang ada.

Selain itu kondisi tubuhnya juga cinderung lemah. Bulu rambut yang ada di badannya juga masih bisa dikatakan lembut. Belum miliki bentukan yang pasti seperti ayam dewasa. Namun, seiring dengan perkembangan yang ada bulu-bulu tersebut akan rontok secara perlahan. Bulu yang rontok tersebut akan digantikan oleh bulu-bulu yang lebuh kuat dan kokoh.

3. Ayam Dewasa

Ayam DewasaFase yang satu ini merupakan sebuah fase pamungkas, atau bisa dikatakan sebagai fase terakhir bagi perkembangan ayam itu sendiri. Pada fase ini setiap organ yang ada di dalam tubuh ayam telah menglami perkembangan yang matang dan juga telah mendapatkan bentuk yang sempurna. Sebenarnya, sebelum mengalami proses menuju ayam dewasa, maka ayam akan melalui fase ayam remaja. Pada proses tersebut kenampakannya bentukan ayam akan berbeda jauh dari anak ayam.

Pada fase ini kita sudah bisa membedakan dengan pasti dan jelas gender dari ayam-ayam tersebut. Kematangan dalam organ reproduksi  merupakan salah satu hal yang cukup penting pada fase ini. Ada salah satu hal yang cukup menarik yang dapat kita temukan pada ayam dewasa, terutama hal tersebut dapat kita temukan pada ayam betina. Hal yang unik tersebut adalah, pada kondisi tertentu maka ayam betina dapat berubah menjadi ayam jantan.

Hal tersebut dapat terjadi jika terdapat gangguan perkembangan pada fisiologi hewan tersebut. jika kita melihat anatomi dari ayam betina, maka akan masih kita temukan adanya ovotestis. Organ tersbut merupakan sebuah organ yang banyak diketemukan pada hewan hermaprodit. Sedangkan pada ayam betina organ tersebut dalam kondisi dorman, yang dapat dibangunkan dengan kondisi-kondisi tertentu.


JENIS AYAM

Ayam sendiri merupakan salah satu jenis hewan yang cukup sering diternakkan. Selain itu ayam juga merupakan salah satu hewan vertebrata yang memiliki jenis yang cukup banyak dan beragam. Hal ini dikarenakan persebaran ayam yang cukup luas dengan berbagai macam kondisi lingkungan yang berbeda-beda. Ada beberapa ayam ras yang bisa kita ketahui, seperti

  1. Ayam pelung, ras lokal dan unggul dari Priangan, Kabupaten Cianjur yang memiliki kokokan yang khas yaitu panjang dan bernada unik, termasuk ayam hias;
  2. Ayam kedu termasuk ayam cemani, ras lokal dan mulia dari daerah Kedu dengan ciri khas warna hitam legam hingga moncong dan dagingnya, termasuk ayam pedaging dan ayam hias;
  3. Ayam nunukan, ras lokal dan mulia dari Nunukan, Kaltim, dengan bentuk badan tegap dan ukuran besar, keturunan ayam aduan, termasuk ayam pedaging dan hias;
  4. Ayam walik atau di sebut juga dengan frizzle, ayam dengan bulu yang tidak menutupi badan tetapi tegak berdiri;
  5. Ayam bali, ayam dengan leher tidak berbulu dan jambul di kepalanya, sekarang mulai dibiakmurnikan;
  6. Ayam katai (bantam), istilah umum untuk ayam dengan ukuran kecil yang memiliki proporsi panjang kaki dengan ukuran badan lebih kecil daripada ayam normal yang lain, terdapat berbagai ras lokal dan ras murni seleksi yang masuk kategori ini;
  7. Ayam ketawa, ayam jantan seleksi dengan suara kokok terputus-putus seperti orang tertawa, diduga pertama kali sengaja diseleksi di Sulawesi Selatan, tetapi sekarang telah tersebar di berbagai tempat.

Itulah tadi beberapa informasi mengenai daur hidup ayam yang bisa kita ketahui. Ayam adalah satu jenis hewan yang telah dijinakkan dan kemudian dapat dipergunakan untuk kepentingan hidup manusia. Hampir disetiap fase yang ada dalam daur hidup ayam dapat di manfaatkan secara penuh. Semoga informasi tadi bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Hewan