Sponsors Link

Contoh Larutan Basa Kuat dan Basa Lemah

Sponsors Link

Contoh larutan basa kuat dan basa lemah akan kita bahas setelah kita mengetahui apa itu basa dan kegunaanya. Larutan basa kuat dan basa lemah ternyata banyak digunakan bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum membahas contoh larutan basa kuat dan basa lemah, mari kita mengenal apa itu larutan basa, bagaimana ciri-cirinya dan apa kegunaan dari larutan basa.

ads

Larutan merupakan campuran homogen dari dua zat (zat telarut dan zat pelarut) atau lebih yang saling melarutkan sehingga penyusun dari masing-masing zat tersebut secara fisik tidak dapat dibedakan lagi. Untuk menentukan sifat sebuah larutan, apakah larutan tersebut bersifat asam, basa atau netral kita bisa melihat ukuran konsentrasi H+ yang terdapat di dalamnya.

Contoh Larutan Basa Kuat dan Basa Lemah

Istilah basa atau alkali adalah istilah yang berasal dari bahasa arab “Al Qali” yang memiliki arti “Abu”. Alkali adalah istilah untuk basa yang larut dalam air. Basa seringkali dipasangkan dengan asam karena keduanya memang bersifat saling menetralkan. Asam dan Basa dibedakan berdasarkan sifat larutan airnya. Basa adalah senyawa yang menghasilkan ion hidroksida (OH) ketika larut dalam air.  Ion hidroksida ini terbentuk karena ketika larut dalam air, senyawa hidroksida (OH) mengikat satu elektron. Gugus OH selalu terdapat dalam rumus senyawa basa kecuali pada ammonium hidroksida.

Berbeda dengan larutan asam yang sudah pasti memiliki rasa asam dan bersifat korosif (dapat mengikis jaringan organ secara kimia atau secara peradangan), larutan basa memiliki rasa sedikit pahit,  bersifat kaustik (biasanya basa kuat, yakni sifat dapat terbakar, berkarat, hancur, atau rusak akibat peristiwa kimia), beberapa bersifat korosif, dan licin. Namun, sangat tidak disarankan untuk mengidentifikasi larutan asam atau basa menggunakan salah satu indera tubuh, karena bisa menimbulkan efek yang berbahaya.

Agar dapat mengenali larutan asam dan basa, kita dapat melakukan percobaan menggunakan indikator asam basa, diantaranya indikator yang lain, indikator asam basa yang paling sering digunakan adalah kertas lakmus merah dan lakmus biru. Dengan menggunakan kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru, perbedaan keduanya (larutan asam dan basa) dapat terlihat karena larutan asam akan mengubah lakmus berwarna biru menjadi berwarna merah, sedangkan larutan basa akan mengubah lakmus berwarna merah menjadi lakmus berwarna biru. Jika sebuah larutan diuji dan ternyata tidak mengubah lakmus merah dan lakmus biru menjadi warna sebaliknya, maka larutan tersebut bersifat netral. Contoh larutan yang bersifat netral adalah air murni.

Indikator asam basa adalah alat yang kita gunakan untuk mengetahui sifat sebuah larutan, asam atau basa. Indikator asam-basa merupakan asam lemah atau basa lemah organik yang warna molekulnya berbeda dengan warna ionnya.

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, indikator asam basa akan mengalami perubahan warna jika ditetesi larutan asam atau larutan basa. Jika ingin menggunakan indikator asam-basa alami, kita dapat menggunakan ekstrak warna dari bungan yang berwarna terang atau menyala.

Tingkat kebasaan sebuah larutan diukur dalam pH da pOH. pH atau puissance de H+ adalah tingkatan yang menujukkan keasaman atau kebasaan larutan berdasarkan jumlah [H+] di dalam larutan. pH netral sebuah larutan terletak pada tingkatan ke-7. Jika sebuah larutan memiliki pH lebih kecil daripada tujuh, maka larutan tersebut semakin asam. Sebaliknya, jika sebuah larutan memiliki pH lebih dari tujuh, maka larutan tersebut bersifat basa. Kebasaan sebuah larutan akan berbanding lurus dengan nilai pH.

Sedangkan pOH adalah tingkatan keasaman atau kebasaan sebuah larutan yang diukur dari jumlah [OH] yang dimiliki oleh larutan tersebut. Sama dengan ukuran pH, titik netral sebuah larutan terletak pada tingkat ketujuh. Namun kebalikannya dari tingkatan pH, jika sebuah larutan memiliki tingkatan pOH lebih kecil dari tujuh, maka larutan tersebut bersifat basa. Tingkatan kebasaan yang diukur dengan pOH berbanding terbalik dengan nilai pOH.

Contoh Larutan Basa Kuat dan Basa Lemah

Larutan basa dibagi menjadi dua, yakni basa kuat dan basa lemah. Sebuah larutan basa dikatakan sebagai basa kuat jika :

  • Larutan tersebut mudah terion
  • Memiliki ikatan antar atom yang mudah terlepas
  • Ikatan antar atom mudah terlepas karena jarak antar inti atom pada molekul yang sangat jauh.
  • Memiliki terion sempurna. Jika dilarutkan dalam air seluruh molekulnya akan menjadi ion OH-.

Termasuk larutan basa kuat adalah : NaOH, Mg(OH)2, KOH, Ca(OH)2, Sr(OH)2.

Sedangkan yang dimaksud larutan basa lemah adalah yang memiliki ciri-ciri :

  • Larutan tersebut sulit terion.
  • Memiliki ikatan antar ion yang sulit lepas.
  • Ikatan antar ion sulit lepas karena jarak antar inti atom pada molekul yang sangat dekat.
  • Memiliki terion sebagian. Jika dilarutkan dalam air hanya sebagian molekulnya yang terurai menjadi ion OH-.

Termasuk larutan basa lemah adalah : NH4OH, Al(OH)3, Fe(OH)3, NH3, Fe(OH)2.

Secara umum, larutan basa dapat diidentifikasi melalui sifat-sifat dan ciri-ciri seperti; memiliki pH lebih dari 7, dapat mengubah warna indikator, pahit dan terasa licin di kulit, terkadang menyebabkan iritasi dan rasa terbakar pada kulit, dapat menghantarkan arus listrik, dan dapat menetralkan larutan yang bersifat asam.

Berikut penjelasannya :

  1. Memiliki pH lebih dari 7

Larutan yang bersifat basa akan memiliki pH lebih dari 7 jika diuji dengan pH meter. (Baca juga :

  1. Dapat mengubah warna indikator

Jika kamu mengadakan suatu percobaan menggunakan indikator asam-basa misalnya kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru, maka larutan yang bersifat basa akan mengubah warna indikator tersebut, yakni mengubah warna lakmus merah menjadi berwarna biru.

  1. Pahit dan terasa licin di kulit

Jika kamu memegang sabun atau bahan pembersih, pasti kamu merasakan dua hal tersebut licin ditanganmu. Larutan basa yang terdapat dalam kedua benda tersebutlah yang membuatnya terasa licin.

Jika kamu membuka bungkus sabun atau sampo dengan gigi dan mulutmu tidak sengaja sedikit merasakan rasa kedua benda tersebut, pasti pahit. Rasa pahit dari kedua benda tersebut juga berasal darilarutan basa yang terkandung dalam dua benda tersebut.

  1. Menyebabkan iritasi dan rasa terbakar pada kulit.

Beberapa produk yang mengandung larutan basa biasanya dilarang keras untuk tidak terkena kulit atau bagian tubuh karena dapat menyebabkan iritasi bahkan rasa terbakar pada kulit. Contohnya kaporit dalam jumlah banyak, cairan pemutih dan formalin.

  1. Menghantarkan arus listrik

Larutan basa khususnya basa kuat, mudah terionisasi dalam air dan dapat menghantarkan listrik dengan baik.

  1. Menetralkan Sifat Asam

Contoh sederhananya adalah larutan basa yang terdapat pada obat maag. Cairan pada lambung yang menyebabkan penyakit maag itu mengandung asam klorida yang pada kondisi normal membantu menghancurkan makanan ketika proses pencernaan , sehingga obat maag yang bersifat basa dapat menetralkan asam lambung tersebut.  Basa yang direaksikan engan asam akan menghasilkan garam dan air. Reaksi tersebut dinamakan netralisasi. 

Contoh lainnya adalah kapur yang ditaburkan di atas tanah gambut sebelum tanah tersebut ditanami. Kapur yang bersifat basa tersebut ditaburkan dengan tujuan untuk mengurangi keasamaan tanah. Sehingga dapat kita katakan bahwa dalam istilah kimia, setiap zat yang dapat menetralkan asam adalah basa.

Selain menetralkan asam, larutan basa juga dapat melarutkan minyak dan debu. Hal ini lah yang dimanfaatkan dalam produk-produk pembersih alat-alat rumah tangga.

Larutan-larutan yang termasuk larutan basa kuat dan basa lemah diantaranya adalah:

  1. Natrium Hidroksida (NaOH), biasanya digunakan dalam proses produksi kertas, tekstil dan sebagai bahan baku sabun atau detergen.
  2. Kalium Hidroksida (KOH), biasanya digunakan dalam produksi biodiesel dan sabun.
  3. Magnesium Hidroksida (Mg(OH)2), biasanya digunakan dalam produksi obat lambung (obat maag), obat pencahar dan pasta gigi.
  4. Kalsium Hidroksida (Ca(OH)2), biasanya digunakan dalam pengolahan limbah dan mengurangi keasaman tanah.
  5. Stronsium Hidroksida (Sr(OH)2), biasanya digunakan untuk mengekstrak gula.
  6. Barium Hidroksida (Ba(OH)2), biasanya digunakan dalam industri perminyakan.
  7. Aluminium Hidroksida (Al(OH)2), biasanya digunakan untuk mengobati asam lambung.
  8. Besi(II) Hidroksida (Fe(OH)2)
  9. Besi(III) Hidroksida (Fe(OH)3)
  10. Ammonia (NH3) biasanya digunakan dalam produksi obat obatan, campuran pupuk urea, pembuatan baterai, bahan bakar roket, bahan peledak , kertas plastik, dan pembersih alat rumah tangga.
  11. Rubidium Hidroksida (RbOH)
  12. Urea (H2NCONH2), digunakan dalam produksi pupuk kimia.
  13. Sesium Hidroksida (CsOH)
  14. Glukosa (C6H2O6)
  15. Berilium Hidroksida (Be(OH)2)
  16. Litium Hidroksida (LiOH)

(baca juga : 28 Penyakit Reproduksi Manusia yang Wajib Dihindari)

Dibawah ini merupakan tabel yang akan memudahkan kalian untuk mengetahui kandungan basa dalam suatu produk :

No.

 Produk

Larutan Basa yang Terkandung

1 Sabun Cuci Natrium Hidroksida,
2 Air Kapur Kalsium Hidroksida
3 Bahan Bakar roket Ammonia
4 Larutan Soda Natrium Hidroksida
5 Bahan Pembersih Amonia, Natrium Hidroksida, Kalium Hidroksida
6 Obat Maag Magnesium Hidroksida
7 Deodorant Alumunium hidroksida
8 Plester Kalsium hidroksida
9 Pembersih saluran pipa Natrium hidroksida
10 Antasida Alumunium hidroksida, Magnesium hidroksida
11 Sabun Mandi Kalium hidroksida
12 Pelarut desinfektan Amonium hidroksida
13 Baterai Ammonia
14 Baking Soda Natrium Bikarbonat
15 Kaporit Kalsium Klorida
16. Detergen Natrium Hidroksida
17 Pupuk Ammonia (NH3)
18 Bahan pemutih Natrium Hidroksida, Kalium Hidroksida
19 Pembersih saluran pipa air Natrium hidroksida
20 Pabrik mortar Kalsium hidroksida
21 Obat pencahar Magnesium hidroksida
22 bahan pembuatan rayon Ammonia
23 bahan pembuatan nilon Ammonia
24 Disinfektan Ammonia
25 Pembuatan Biodiesel Kalium Hidroksida
26 Pengolahan Limbah Kalsium Hidroksida
27 Penetralisir asam tanah Kalsium Hidroksida
28. Pasta Gigi Magnesium Hidroksida

(baca juga : Ciri-Ciri Ion)

Sekian mengenai contoh-contoh larutan basa kuat dan basa lemah, semoga bermanfaat!

(baca juga : Baca Juga : 9 Organ-Organ Pernapasan Manusia)

Sponsors Link
, , , , , , , , , , , , ,
Oleh :
Kategori : Kimia