Sponsors Link

15 Ciri-Ciri Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)

Sponsors Link

Terkadang kita melihat tumbuhan dan mengklasifikasikannya hanya dari bentuk luarnya tanpa benar-benar mengetahui bagaimana struktur dalam dari tumbuhan tersebut. Padahal, bisa saja suatu tumbuhan memiliki bentuk yang cukup identik tetapi ternyata memiliki struktur dalam dan fungsinya yang sangat berbeda.

ads

Dalam pembahasan kali ini, kita akan mengenal secara singkat bagaimana tumbuhan diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis menurut struktur dalam dan struktur luarnya. Salah satu bagian dari struktur dalam suatu tumbuhan adalah biji. Dari bentuk biji saja, kita sudah dapat mengklasifikasikan suatu tumbuhan. Salah satu klasifikasi tumbuhan berdasarkan bentuk dan letak bijinya adalah Gymnospermae, atau tumbuhan berbiji terbuka. Belum pernah mendengarnya? Atau pernah mendengarnya tetapi belum memahaminya?

Mari kita pahami bersama-sama melali penjelasan singkat di bawah ini!

Klasifikasian Tumbuhan

Organisme atau mahluk hidup di dunia ini diklasifikasikan ke dalam 5 kingdom. Klasifikasi ini dikemukakan oleh seorang ilmuwan bernama Robert H Whittaker. Lima kingdom tersebut adalah Monera, Protista, Fungi, Plantae dan Animalia. Kingdom yang paling dekat dan mudah dikenali oleh manusia salah satunya adalah kingdom plantae. (baca juga: Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut)

Plantae adalah organisme yang memiliki klorofil dan bersifat autotrof. Autotrof berarti tumbuhan tersebut dapat menghasilkan makanannya sendiri. Bagian-bagian dari organisme plantae digolongkan menjadi tumbuhan lumut, tumbuhan paku-pakuan dan tumbuhan berbiji. Tumbuhan berbiji inilah yang nantinya akan diklasifikasikan menjadi tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae) dan tumbuhan bji terbuka (gymnospermae).(baca juga : Organ-Organ Pada Tumbuhan)

Klasifikasi Tumbuhan Berdasarkan Pembuluh

Tumbuhan dapat diklasifikasikan atau dibedakan menurut struktur luar tumbuhan atau struktur dalamnya. Salah satunya adalah dengan keberadaan pembuluhnya. Dibedakan menurut keberadaan pembuluhnya, tumbuhan dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu tumbuhan yang memiliki pembuluh dan tumbuhan yang tidak memiliki pembuluh. (baca juga : Faktor Internal Pertumbuhan)

  • Tumbuhan berpembuluh atau Trachaeophyta adalah tumbuhan memiliki akar, batang, daun sejati dan zat hjau daun untuk berfotosintesis. Tumbuhan berpembuluh  dibagi lagi menjadi dua kelompok yakni tumbuhan berspora dan tumbuhan berbiji.
  • Tumbuhan tidak berpembuluh atau Bryophyta adalah tumbuhan yang tidak memiliki daun, batang dan akar sejati. Tumbuhan tidak berpembuluh dibagi lagi ke dalam 4 kelompok yakni lumut , jamur, ganggang dan lumut kerak. (baca juga : Contoh Larutan Asam )

Tumbuhan Berpembuluh (Trachaeophyta)

Tumbuhan berpembuluh,yakni tumbuhan yang mempunyai pembuluh kayu (xilem) dan pembuluh tapis (floem). Xilem dan Floem berfungsi untuk mengedakan mineral, air dan makanan hasil fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan. (baca juga : Faktor Eksternal Pertumbuhan)

Tumbuhan berpembuluh memiliki dua klasifikasi tumbuhan, yakni tumbuhan berspora atau tumbuhan paku (Pteridophyta) dan tumbuhan berbiji (spermatophyta).

(baca juga : Ciri-Ciri Ion)

Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

Kata Spermatophyta berasal dari bahasa Yunani. Sperma berarti biji, dan phyton berarti tumbuhan. Spermatophyta atau tumbuhan berbiji merupakan tumbuhan yang berkembang biang dengan biji atau secara generatif. Tumbuhan berbiji merupakan tumbuhan heterospora atau membentuk dua struktur spora, yakni mikrosporangia dan megasporangia. Spora pada tumbuhan berbiji dihasilkan melalui proses meiosis di dalam sporangia seperti pada tumbuhan lain.

(baca juga : Penyakit Reproduksi Manusia)

Dalam tumbuhan berbiji, mikrospora berarti serbuk sari, mikrosporangium adalah kantung serbuk sari, dan mikrosporofil adalah benang sari. Sedangkan yang dimaksud megaspora adalah kantung embrio, megasporangium adalah bakal biji, dan megasporofilmerupakan daun buah atau karpela.

(baca juga : Struktur Batang Dikotil)

Pada mikrosporangium, proses meiosis menghasilkan mikrospora. Setelah mikrospora mencapai sporofit, lama kelamaan ia akan membentuk serbuk sari yang tumbuh ke arah bakal biji untuk kemudian membuahi gametofit betina.

Selain itu, tumbuhan berbiji juga merupakan organisme fotoautotrof, yakni organisme yang menggunakan cahaya untuk menghasilkan makanannya sendiri. Mayoritas tumbuhan berbiji tumbuh di darat, meskipun ada juga yang hidup di air, contohnya teratai.

(baca juga :Hormon Giberelin)

Spermatophyta menjadi salah satu tumbuhan dengan perkembangan paling tinggi, jumlahnya paling banyak ditemukan dan hampir mendominasi dari seluruh jenis tumbuhan. Tumbuhan berbiji dapat berbentuk pohon seperti : jati, beringin, cemara, berbentuk perdu seperti : Mawar dan kembang sepatu, berbentuk semak, seperti: arbei, dan berbentuk herba, seperti: Bunga lili dan bunga krokot.

(baca juga : Jaringan Penyusun Daun Dikotil)

Biji pada tumbuhan berbiji akan tumbuh dari bakal biji yang ada pada bunga. Di dalam biji mengandung calon tumbuhan baru yang disebut dengan embrio atau lembaga. Biji akan muncul setelah peristiwa penyerbukan dan pembuahan pada bunga terjadi. Proses penyerbukan adalah proses menempelnya serbuk sari pada  kepala putik, sedangkan proses pembuahan adalah proses terjadinya penyatuan sel telur di dalam bakal biji dengan serbuk sari. Secara sederhananya, biji akan terbentuk setelah penyatuan sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina.

Setelah itu, akan terbentuk zigot. Zigot berkembang menjadi embrio atau lembaga yang kemudian akan berkembang menjadi buah.  Proses penyerbukan pada tumbuhan berbiji biasanya dilakukan dengan bantuan angin atau disebut dengan cara anemogami. (baca juga : Contoh Larutan Asam)

Secara umum, ciri-ciri yang dimiliki oleh tumbuhan berbiji adalah sebagai berikut :

  1. Mempunyai batang, daun dan akar sejati.
  2. Berkembang biak melalui biji atau secara generatif.
  3. Memiliki alat reproduksi yang terlihat jelas dan dapat diamati, sehingga kadang disebut dengan Phanerogamae, sedangkan tumbuhan dengan alat reproduksi yang tertutup disebut dengan Cryptogamae.
  4. Disebut juga sebagai tumbuhan bunga atau anthophyta karena setiap tumbuhan berbiji pasti memilki bunga.

(baca juga : Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut)

Tumbuhan berbiji mengklasifikasi tumbuhannya ke dalam dua jenis, yakni tumubuhan biji terbuka atau gymnospermae dan tumbuhan biji tertutup atau angisopermae.

(baca juga : Penurunan Tekanan Uap)

Lalu apa itu Gymnospermae?

Gymnospermae juga berasal dari bahasa Yunani. Gymnos  berarti terbuka dan Sperma berarti biji. Gymnospermae merupakan salah satu dari klasifikasi tumbuhan berbiji atau spermatophyta.

(baca juga : Organ-Organ Pernapasan)

Ciri-Ciri Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae) :

  1. Bereproduksi secara generatif dan menghasilkan biji. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, biji akan muncul setelah terjadinya proses penyerbukan dan pembuahan.
  2. Pembuahannya terjadi secara tunggal.
  3. Mempunyai bakal biji yang berada di luar permukaan atau tidak ditutupi oleh daun buah (makrosporofil) sehingga disebut biji terbuka.
  4. Menghasilkan dua jenis spora yang berlainan.
    • Megaspora/Makrospora yang membentuk gamet betina.
    • Mikrospora yang menghasilkan serbuk sari.
  5. Tumbuhan berbiji terbuka tidak memiliki bunga sejati, tetapi memiliki sporofil yang terpisah-pisah atau berbentuk strobilus jantan dan strobilus betina.
  6. Menggunakan strobilus sebagai alat reproduksi. Tumbuhan berbiji terbuka memiliki strobilus jantan (mikrosporofil) dan strobilus betina (makrosporofil/megasporofil). Strobilus jantan pada tumbuhan berbiji terbuka merupakan kumpulan kantung sari yang berisi serbuk sari yang mengandung sperma. Sedangkan Strobilus betinanya mengandung bakal biji yang berisi sel telur. Strobilus muncul ketika tumbuhan telah dewasa.
  7. Pada umumnya, alat kelamin jantan (strobilus jantan) dan betinanya (strobilus betina) biasanya tidak berada dalam satu pohon.
  8. Gymnospermae berumah satu memiliki dua jenis strobilus, sedangkan gymnospermae berumah dua hanya memiliki satu strobilus, jantan atau betina. Tumbuhan berbiji terbuka yang berumah satu berarti memiliki strobilus jantan dan betina dalam satu pohon. Sedangkan berumah dua berarti strobilus jantan dan strobilus betina terdapat pada dua pohon yang berbeda.
  9. Bunga pada tumbuhan biji terbuka biasanya tidak memiliki mahkota.
  10. Tumbuhan biji terbuka memiiki jaringan xilem dan floem , sehingga termasuk dalam kelompok tumbuhan Tracheophyta.
  11. Tumbuhan berbiji terbuka biasanya berbentuk perdu, semak atau pohon.
  12. Tumbuhan berbiji terbuka biasanya berupa pohon besar yang memiliki akar tunggang.
  13. Tumbuhan berbiji terbuka biasanya memiliki batang yang berkambium, ukurannya besar dan bercabang-cabang.
  14. Tumbuhan berbiji terbuka biasanya  memiliki daun yang berupa
    jarum atau sisik, contohnya daun pinus dan cemara, namun beberapa diantaranya juga ada yang memiliki daun tunggal, lebar dan tebal atau berdaun majemuk.
  15. Pohon yang termasuk tumbuhan berbiji terbuka biasanya tidak menggugurkan daunnya.

(baca juga : Molalitas)

Gymnospermae pada awalnya diklasifikasikan lagi menjadi 7 kelompok, yakni : Pteridospermae, Bennettinae, Cordaitinae, Cycadophita, Gnetinophyta, Coniferophyta, dan Ginkgophyta. Tetapi tiga kelas pertama yang disebutkan telah punah. Kelas Gymnospermae yang masih mudah ditemukan adalah :

  1. Coniferophyta

Coniferophyta adalah tumbuhan yang memiliki daun berbentuk jarum. Coniferophyta terbagi lagi menjadi bangsa Auracariales (Cemara-cemaraan), Pinlaes (Pinus-pinusan) dan Podocarpales (kelompok podocarpus). Alat reproduksinya ada yang berumah satu atau berumah dua. Contoh tumbuhan Coniferophyta adalah pinus dan cemara. (baca juga : Penyakit Reproduksi Manusia)

       2. Cycadophita

Cycadophita adalah tumbuhan yang memiliki ciri khas, yakni  batang tidak bercabang, daunnya berbentuk pita dan tulang daunnya menyirip. Cycadophita merupakan tumbuhan berbiji terbuka yang berumah dua. Itu berarti, alat reproduksi pada tumbuhan ini terdapat pada dua pohon yang berbeda. Contoh Cycadophita adalah tanaman pakis haji dan kelapa sawit. (baca juga :Penurunan Titik Beku)

       3. Ginkgophyta

Ginkgophyta adalah tumbuhan yang biasanya berbentuk pohon besar, tinggi, daunnya lebar dan berbentuk kipas. Ginkgophyta merupakan tumbuhan berbiji terbuka yang berumah dua. Sering digunakan sebagai bahan obat-obatan dan kosmetik. (baca juga : Perbedaan Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit)

       4. Gnetophyta

Gnetophyta adalah tumbuhan yang biasanya memilki daun yang lebar, melingkar , bertulang menyirip. Alat reproduksinya ada yang berumah satu dan adapula yang berumah dua. Contoh dari Gnetophyta adalah melinjo. (baca juga : Contoh Elektrolit Lemah)

Apa itu strobilus?

Dalam penjelasan di atas, kita banyak menyebutkan kata “strobilus” dan jelas itu merupakan bagian pernting dari sebuah tanaman berbiji terbuka. Lalu, apa itu strobilus?

Strobilus adalah bagian dari tumbuhan Gymnospermae yang digunakan untuk bereproduksi secara generatif. Strobilus mengandung daun buah dan bakal biji. Biasanya, strobilus berbentuk runjung atau kerucut. (baca juga : Kenaikan Titik Didih)

Sekian penjelasan singkat mengenai Gymnospermae dan ciri-cirinya. Carilah ilmu sebanyak-banyaknya mengenai Gymnospermae melalui sumber-sumber lainnya. Semoga bermanfaat!

Sponsors Link
, , , ,



Oleh :
Kategori : Biologi