Sponsors Link

5 Bahan Kimia Harmful Irritant beserta Penjelasan Lengkap

Sponsors Link

Bahan kimia yang berbahaya salah satunya ialah Harmful Irritant. Apa itu Harmful Irritant? Bahan kimia Harmful Irritant adalah bahan kimia yang dapat merusak kesehatan tubuh bila terjadi kontak langsung dengan tubuh baik melalui inhalasi, mulut, maupun melalui kontak dengan kulit.

ads

Bahan kimia ini dibagi menjadi dua  kategori yaitu Harmful (Xn) dan Irritant (Xi). Kedua kategori tersebut sama-sama berbahaya bagi tubuh. Lantas, apa perbedaan keduanya?

 Harmful (Xn)

Merupakan senyawa kimia yang akan menunjukkan resiko kesehatan akut atau kronik jika bahan kimia tersebut masuk melalui saluran pernapasan, melalui mulut, dan kontak kulit. Bahan ini korosif dan dapat merusak jaringan. Frase-R untuk bahan berkode Xn yaitu R20, R21 dan R22

Bahan yang termasuk golongan ini antara lain ;

  1. Etilen Glikol ( C2H6O2)

Etilen glikol merupakan senyawa yang tidak berwarna, tidak berbau, memiliki rasa manis namun beracun jika ditelan.

  • Fungsi : Penggunaan umumnya adalah sebagai antifreeze, pendingin pada fluida rem hidrolik, dan tinta pada pulpen.
  • Efek samping : Kontak jangka pendek (akut) terhadap etilen glikol melalui mulut dalam jumlah besar dapat berakibat pada tiga tingkat gangguan kesehatan. Pertama, gangguan system saraf pusat, diikuti oleh gangguan jantung dan paru-paru, kemudian kerusakan ginjal.

Kontak dengan dosis lebih rendah juga menimbulkan efek, walau tidak separah efek dosis besar. Efek tersebut antara lain iritasi tenggorokan dan saluran pernapasan bagian atas. Sedangkan inhalasi senyawa ini dikategorikan tidak membahayakan.

  • Penyimpanan aman :

Untuk penyimpanan , simpan senyawa etilen glikol secara terpisah dengan oksidator kuat dan basa kuat. Simpan di udara yang kering , sejuk, dan memiliki ventilasi baik. Wadah penyimpanan dipastikan tertutup rapat. Wadah yang terbuat dari stainless steel, aluminium, maupun kaca lebih disarankan untuk penyimpanan dalam bentuk cairan.

  1. Diklorometana (CH2Cl2)

Bahan kimia ini tidak berwarna, nonflammable, berwujud cairan yang mudah menguap dengan aroma manis namun sangat beracun ketika dalam kondisi dipanaskan dan mengalami dekomposisi.

  • Fungsi :

Diklorometana secar umum digunakan sebagai pelarut dalam penghapus cat, dalam pembuatan obat-obatan, pelapis film, dan sebagai pembersih logam. Senyawa ini juga digunakan sebagai propelan dalam aerosol untuk produk cat, otomotif, semprotan serangga. Dalam menghilangkan kafein dari kopi, penggunaan senyawa ini tidak lagi berjalan karena banyaknya residu.

  • Efek samping :

Senyawa ini tergolong irritant, sehingga kontak langsung dapat menimbulkan iritasi mata, kulit, saluran pernapasan, dan kepala pusing. Senyawa ini dicurigai menyebabkan kanker dan kecacatan genetic. Inhalasi mengakibatkan efek yang serupa dengan pembiusan, mual-mual, dan mabuk.

Efek jangka pendek dari kontak dengan senyawa ini dapat berupa penurunan penglihatan, pendengaran, gangguan motorik, namun  efek ini dapat menghilang jika kontak tidak lagi terjadi. Sementara efek yang berjangka panjang mengganggu system saraf pusat baik pada manusia maupun hewan.

Dalam kondisi tertentu, senyawa ini mudah terbakar dan menghasilkan uap ataupun gas beracun.

  • Penyimpanan aman :

Jauhkan dari bahan makanan. Simpan dalam keadaan tertutup rapat di ruangan yang sejuk, kering, dan berventilasi baik. Wadah terbuka sebaiknya disimpan menghadap atas untuk menghindari tumpah. Senyawa ini sensitive terhadap panas, simpan dalam gas yang bersifat inert. Untuk meminimalisir kemungkinan mengalami dekomposisi, wadah penyimpanan dapat digalvanisasi atau dilapisi pelapis fenolik.                                                                    

  1. Peridina (C5H5N)

Peridina adalah senyawa kimia tidak berwarna, berwujud cairan dengan aroma asam, busuk, seperti bau ikan. Wujud gasnya lebih berat daripada udara.

  • Fungsi :

Peridina seringkali digunakan sebagai campuran antifreeze, untuk etil alcohol, pembasmi jamur, maupun sebagai pewarna tekstil. Disamping itu, senyawa ini juga digunakan untuk melarutkan senyawa lain. Digunakan juga dalam pembuatan obat-obatan, vitamin, pewarna makanan, cat, produk karet, perekat, insektisida, dan herbisida.

  • Efek samping

Senyawa ini berbahaya bila dihirup, ditelan, atau terserap melalui kulit. Penghirupan mengiritasi mata dan hidung, sementara cairan mengiritasi kulit. Secara umum dikenal sebagai senyawa yang mampu mengurangi  kesuburan pria dan dicurigai bersifat karsinogenik. Gejala yang umum diakibatkan adalah sakit kepala, batuk, asma, laryngitis, mual, muntah, bahkan gangguan saraf.

Senyawa ini bersifat mudah terbakar dan menghasilkan gas beracun. Karena lebih berat daripada udara dalam wujud gasnya, gas dapat terbawa jauh kembali maupun menuju sumber api.

  • Penyimpanan aman

Simpan di tempat yang memiliki ventilasi baik dan jauh dari sumber api, sumber air, maupun selokan. Jika ada wadah yang rusak, jangan menyentuh atau menggenggamnya kecuali dengan perlengkapan memadai.

Irritant (Xi)

Bahan kimia yang tergolong Irritant akan menunjukkan efek inflamasi jika bahan mengalami kontak langsung dengan kulit dan selaput lendir baik secara instan, jangka panjang, maupun berulang. Bahan ini tidak korosif, namun dapat menyebabkan inflamasi. Frase-R untuk kode Xi yaitu R36, R37, R38 dan R41.

Bahan yang tergolong irritant antara lain:

  1. Ammonia ( NH3)

Gas yang tergolong basa lemah ini tidak berwarna, memiliki aroma khas yang menusuk. Walaupun umum ditemukan di alam dan digunakan untuk berbagai keperluan, ammonia bersifat kaustik dan berbahaya dalam wujud terkonsentrasi

Baca juga : Nitrogen (N) : Sifat, Kegunaan dan Jenisnya

  • Fungsi

Senyawa ini banyak digunakan dalam produk pembersih, sebagai salah satu penyusun dalam sintesa produk farmasi. Bagi yang tertarik pada dunia pertanian, pekebunan, amonia juga dikenal sebagai bahan pupuk. Dalam proses fermentasi, senyawa ini digunakan sebagai pengendali pH dan penyedia nitrogen untuk mikroorganisme.

Terkait dengan sifat penguapannya, membuat amonia menjadi pendingin yang kerap digunakan sebelum adanya freon. Karena efisiensinya yang tinggi juga harga yang terjangkau, amonia digunakan untuk pendingin arena hockey. Hanya saja, sifatnya yang beracun membuat penggunaannya dibatasi. Bahkan amonia juga berperan dalam tubuh manusia, khususnya pada sistem ekskresi.

  • Efek Samping

Pada kasus inhalasi konsentrasi tinggi, dapat menimbulkan luka bakar pada sepanjang Organ organ Pernapasan Manusia dan gagal napas. Sementara konsentrasi rendah akan menyebabkan batuk, sesak, nyeri dada, dan iritasi saluran napas.

Sama seperti inhalasi, kontak kulit dan mata dengan amonia konsentrasi tinggi juga menimbulkan luka bakar bahkan kebutaan. Tak kalah berbahayanya, kontak dengan kulit dengan nitrogen yang berwujud cair dapat mengakibatkan radang dingin (frost bite injury), suatu pembekuan kulit akibat kontak dengan suhu dingin.

Jika amonia tertelan, efek yang ditimbulkan adalah korosi pada mulut dan lambung, seperti rasa terbakar di sepanjang organ organ pencernaan manusia, nyeri lambung, dan muntah.

Gejala lain yang dapat ditimbulkan oleh kontak dengan senyawa ini adalah pusing, gelisah, menurunnya koordinasi gerak, hingga pingsan.

  1. Benzyl klorida (C6H5CH2Cl)

Benzyl klorida merupakan senyawa reaktif yang tak berwarna dengan bau khas yang menusuk. Senyawa ini bereaksi hebat dengan oksidator kuat.

  • Fungsi :

Senyawa ini digunakan sebagai zat warna, perasa, pewangi, bahkan juga digunakan dalam fotografi. Sebelumnya, dalam peperangan senyawa ini digunakan sebagai gas irritant.

  • Efek Samping :

Senyawa ini bersifat mengiritasi kulit, mata, dan membran mukus yang mengalami kontak dengannya. Kontak dengan kulit dapat menimbulkan kemerahan dan rasa sakit. Kontak dengan mata menagakibatkan mata merah, berair, serta pandangan tidak jelas. Sementara jika senyawa ini tertelan, akan menimbulkan sensasi terbakar, diare, muntah, sakit dibagian abdominal.

Pada kasus dimana benzyl klorida terhirup, rasa terbakar juga dapat ditimbulkan, selain batuk, pusing, mual, sakit kepala, dan sesak napas. Bersifat sangat beracun hingga dapat mengakibatkan kematian atau pengaruh permanen setelah kontak singkat dengan jumlah sedikit. Kontak dengan dosis besar dapat menyebabkan depresi system saraf pusat. Senyawa ini juga disebut-sebut bersifat karsinogen. Pada pembakaran, diproduksi gas yang beracun dan korosif.

  • Penyimpanan aman :

Simpan pada ruangan kering, ventilasi baik, dan jauh dari makanan maupun bahan kimia yang tidak cocok dengan benzyl klorida seperti oksidator kuat.

Cara Penanganan

  • Mata

Pada mata, jika terjadi kontak yang membahayakan, bagi pengguna lensa kontak, cek kemudian lepaskan dari mata. Bilas mata dengan air bersih sealama 20-30 menit sebelum menghubungi rumah sakit. Disarankan tidak memberikan obat apapun tanpa saran dari dokter atau tenaga medis.

  • Kulit

Jika anggota tubuh yang mengalami kontak adalah kulit, cepat-cepat siram dengan air sebanyak mungkin selagi menyisihkan semua benda yang terkontaminasi. Perlahan-lahan, cuci daerah yang terkena bahan kimia dengan air dan sabun. Jika ditemui tanda kemerahan atau iritasi, hubungi dan segera bawa korban ke dokter.

  • Pernapasan

Sementara jika kontak terjadi melalui saluran pernapasan atau inhalasi, segera tinggalkan tempat yang terkontaminasi dan hirup udara segar. Jika didapati gejala Gangguan Pada Sistem Pernapasan Manusia seperti batuk, bersin, sesak napas, atau rasa terbakar, hubungi tenaga medis. Pada korban yang tidak dapat bernapas atau mengalami apnea, berikan napas buatan segera. Sementara pada korban yang sesak napas atau dyspnea, disarankan memberikan tabung oksigen. Bagi tenaga penyelamat atau medis, terlebih dahulu siapkan perlengkapan pelindung pernapasan sebelum memasuki area yang terkontaminasi.

  • Pencernaan

Yang tak boleh diabaikan lagi, kebanyakan kita akan segera berusaha memuntahkan atau mengeluarkan zat tidak dikenal yang tanpa sengaja tertelan dalam tubuh, bukan? Namun perlu dipahami bahwa jika tertelan bahan kimia ini, hindari memancing muntah. Jika korban masih dalam ambang kesadaran, berikan 1 atau 2 gelas air untuk melarutkan bahan kimia.

Namun jika korban tidak sadarkan diri, jangan masukkan apapun ke mulut korban, pastikan lubang keluar masuk udara terbuka dan baringkan korban dengan posisi kepala lebih rendah daripada badan. Setelah pertolongan pertama dilakukan, segera minta bantuan medis dan bawa korban untuk mendapatkan penanganan selanjutnya.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Kimia