Sponsors Link

Bagian-Bagian Matahari dan Ciri-Cirinya

Sponsors Link

Matahari adalah sumber energi yang paling besar dan paling penting bagi keberlangsungan makhluk hidup di Bumi. Energi matahari menjadi salah satu hal yang wajib dalam menopang kehidupan segala makhluk di Bumi, dan tanpa adanya matahari, semua kehidupan di Bumi pasti akan musnah. Tak hanya manfaat bagi hewan, tetapi matahari juga bermanfaat bagi manusia dan tumbuhan.

Secara fisik, matahari merupakan bintang karena matahari bisa mendapatkan sinar panas dari dirinya sendiri. Selain itu, matahari adalah bintang yang paling dekat dengan Bumi, sehingga keberadaannya seolah-olah sangat besar dan sangat dekat dengan Bumi dibandingkan bintang-bintang lain yang biasa dapat kita lihat pada malam hari.

Matahari memiliki bentuk bola raksasa yang tidak mempunyai permukaan padat karena dibentuk dari medan magnet serta perpaduan berbagai macam gas. Gas yang dominan dalam matahari adalah hidrogen, namun ada juga beberapa gas lain yang terkandung dalam matahari seperti nitrogen, oksigen, helium, karbon, neon, besi, dan gas penyusun matahari lain.

Bagian-Bagian Matahari

1. Inti Matahari

Bagian paling dalam matahari disebut inti matahari. Inti atau pusat matahari memiliki suhu kurang lebih 15 juta derajat celcius, dan sinilah sumber energi matahari yang paling utama disimpan.

Selain itu, di dalam inti matahari juga terdapat neutron (atom bermuatan netral), proton (atom bermuatan positif), dan elektron (atom bermuatan negatif).

Reaksi nuklir juga terjadi di inti matahari, dan letaknya berada sekitar 502,000 km di bawah permukaan matahari. Diameter inti matahari sekitar 386,000 km. Bagian ini memiliki gaya gravitasi yang dapat menarik segala materi. Kemudian, akan terbentuk suatu tekanan, dan tekanan inilah yang memungkinkan terjadinya reaksi fusi.

2. Zona Radiasi

Setelah inti matahari, ada zona radiasi, yaitu zona yang menyelubungi matahari. Suhu yang dimiliki oleh lapisan ini bisa mencapat dua juta hingga tujuh juta derajat celcius. Fungsi dari zona radiasi adalah untuk mendistribusi energi.

Sebelumnya, energi terbentuk dalam inti matahari. Kemudian energi tersebut akan diedarkan ke seluruh bagian permukaan matahari sambil memanfaatkan foton yang ada dalam zona radiasi. Foton tersebut merupakan radiasi yang menjadi hasil dari reaksi antara hidrogen dan helium. Zona ini juga mengisi kurang lebih 45% dari seluruh radius matahari.

3. Zona Konvektif

Setelah zona radiasi, ada zona konvektif, yaitu lapisan yang mengandung arus konveksi yang digunakan untuk membawa energi ke lapisan atmosfer bumi. Zona ini berbeda dengan zona radiasi karena memiliki suhu yang lebih rendah dan dapat membawa foton lebih cepat.

Suhu luar dari zona ini adalah sekitar dua juta derajat celcius dan menempati hingga 30% dari seluruh radius matahari.

4. Photosphere

Photosphere merupakan pemisah antara zona inti, zona radiasi, dan zona konveksi. Bagian ini dapat dilihat oleh mata manusia, karena sinar dan cahaya matahari yang diterima oleh Bumi merupakan radiasi dari lapisan photosphere.

Lapisan ini adalah bagian-bagian matahari yang memancarkan cahaya yang sangat kuat sampai sebagian dari cahaya itu sampai ke dalam Bumi. Lapisan ini memiliki suhu yang mencapai 6000 derajat celcius dan memiliki ketebalan sekitar 500 km.

5. Chromosphere

Chromosphere adalah lapisan yang terletak di bagian atas photosphere. Suhu dari lapisan ini mencapai 50,000 derajat celcius dan terletak di atas lapisan paling dingin dari matahari. Radius dari lapisan chromosphere adalah 2000 km. Sebagian besar dari lapisan ini terdiri dari spektrum emisi cahaya dan jalur penyerapan.

Selama gerhana matahari, lapisan chromosphere akan terlihat oleh manusia dan ketika terjadi gerhana matahari total, chromosphere akan terlihat sebagai cahaya kemerahan.

6. Korona

Korona adalah lapisan paling luar dari matahari. Volume korona lebih luar dibandingkan volume matahari jika dihitung dengan perbandingan. Suhu rata-rata lapisan ini adalah 1 juta sampai 2 juta K, namun suhunya juga dapat berubah sewaktu-waktu menjadi lebih panas hingga mencapai 8 juta sampai 20 juta K.

7. Heliosphere

Bagian matahari yang paling akhir adalah heliosphere. Bagian ini terletak di bagian luar atmosfer matahari dan merupakan bagian yang sangat tipis. Lapisan ini terdiri dari plasma angin matahari.

Ciri-Ciri Matahari

Selain menjadi sumber energi bagi segala makhluk hidup di Bumi, matahari juga memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Lidah api

Lidah api matahari menyerupai lidah api yang sangat besar dan terang. Lidah api ini mencuat dari permukaan sehingga berbentuk seperti lidah dengan gerakan mengelilingi. Selain itu, lidah api biasa disebut sebagai filamen matahari karena walaupun memiliki cahaya terang, cahaya tersebut masih kalah terang dengan cahaya matahari secara keseluruhan.

2. Bintik matahari

Bintik matahari adalah granula-granula yang berbentuk cembung dengan ukuran kecil. Matahari memiliki banyak granula-granula ini karena adanya medan-medan yang menembus photosphere. Walaupun ukurannya dibilang kecil, bintik matahari sebenarnya lebih besar dibandingkan ukuran Bumi.

Bintik matahari tersusun dari dua daerah: umbra dan penumbra.

3. Angin matahari

Angin matahari adalah aliran partikel-partikel yang dikeluarkan dari atas atmosfer matahari yang pergerakannya menjangkau seluruh tata surya. Bukti adanya angin matahari bisa dilihat dari Bumi dari adanya bagai geomagnetik yang berenergi tinggi. Badai geomagnetik biasanya dapat merusak satelit dan sistem listrik. Selain itu, adanya aurora di daerah kutub yang menyerupai ekor panjang komet juga bukti dari adanya angin matahari.

4. Badai matahari

Di matahari juga terdapat badai matahari yang terjadi ketika ada pelepasan energi magnetik secara tiba-tiba yang terbentuk di atmosfer matahari.

Demikian mengenai bagian-bagian matahari serta ciri-cirinya. Sebagai bintang yang paling dekat dengan Bumi, matahari menjadi sumber energi yang sangat penting bagi kelangsungan segala makhluk hidup di Bumi.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Astronomi