Sponsors Link

8 Kegiatan Manusia yang Mempengaruhi Kehidupan Ekosistem

Sponsors Link

Ekosistem merupakan interaksi makhluk hidup terhadap lingkungannya. Keseimbangan komponen biotik dan abiotik ekosistem penting untuk mencegah dampak negatif dari bahaya lingkungan seperti bencana alam, degradasi lingkungan dan lain-lain. Kegiatan manusia dapat mempengaruhi bahkan menggangu keseimbangan ekosistem tersebut. Berikut kegiatan manusia yang mempengaruhi ekosistem

ads
  1. Urban Sprawl

Urban sprawl merupakan fenomena perluasan kegiatan perkotaan di perdesaan menyebabkan terjadinya alih fungsi perdesaan menjadi perkotaan. Akibatnya kawasan lindung, budidaya yang seharusnya menjadi agroekosistem dan habitat hewan dan tumbuhan menjadi berkurang yang pada akhirnya beralih fungsi menjadi bangunan beton untuk kepentingan manusia.

  1. Pembakaran Hutan dan Penebangan Hutan Secara liar

Hutan merupakan bentangan alam yang luas yang sebagaian besar ditutupi kanopi pepohonan, semak belukar dan berlindung hewan. Beberapa kebutuhan manusiapun dapat dipenuhi oleh keberadaan hutan. Untuk pemenuhan kebutuhan tersebut manusia kerap kali melakukan kerusakan hutan diantaranya melakukan penebangan pohon untuk dimanfaatkan kayunya dan membakar hutan untuk lahan pertanian (kebutuhan pangan) dan pemukiman. Kerusakan hutan tersebut berdampak buruk bagi kelangsungan keseimbangan ekosistem hutan. Berikut dampaknya:

  • Hewan kehilangan tempat tinggal (berlindung)
  • Berpotensi banjir dan longsor
  • Tanah menjadi tandus
  • Daerah jelajah yang sempit untuk hewan mencari makan. Akibatnya daerah teritorial hewan untuk mencari makan yang beralih fungsi tetap menjadi daerah jelajah hewan hutan dan akibatnya manusia terganggu akibat ulahnya sendiri.
  1. Perburuan Liar

Perburuan merupakan kegiatan manusia dari jaman pra sejarah untuk bertahan hidup. Saat ini perburuan hewan di hutan dilakukan karena ingin mengambil kulit atau dagingnya ataubupun hanya sekedar hobi untuk olahraga. Perlahan populasi hewan di dalam hutan berkurang dan punah. Akibatnya keseimbangan ekosistem terganggu. Piramida ekologi hutan terjadi perubahan terutama piramida biomassa areal yang diburu berkurang. Pada salah satu tingkat mengalami pengurangan terutama hewan karnivora sehingga hewan herbivora berkembang pesat dan produsen tidak sanggup memenuhi kebutuhan makan herbivora tersebut. Jika sudah begitu hewan akan mengalami kelparan dan mati

  1. Penggunaan Pupuk secara berlebihan

Pupuk terdiri dari alami dan buatan yang berbahan dasar kimia sintesis. Pupuk buatan pabrik yang mengandung bahan kimia sintesis jika berlebihan akan larut dan terbawa air ke sungai atau danau sehingga perairan tersebut mengalami penumpukan unsur hara dan gulma seperti eceng gondok dapat tumbuh subur berlebihan pula sehingga menutupi biota dibawahnya. Penutupan gulma dapat menghambat sinar matahari masuk dan biota yang memerlukan sinar matahari akan mati.

  1. Penggunaaan Pestisida berlebihan

Pemakaian pestisida yang berlebihan menyebabkan hama resisten dan kebal terhadap pestisida tertentu. Akibatnya populasi serangga meningkat cepat dan merusak tanaman budidaya manusia.

Selain itu dapat mematikan serangga lain yang bukan hama tanaman. Misalnya pestisida  yang disemprotkan pada tanaman dimakan oleh tikus dan tupai. Zat kimia yang masuk ke dalam tubuh sulit terurai dengan baik dan dimakan predator elang. Secara otomatis zat kimia tersebut masuk kedalam tubuh elang dan menghasilkan telur yang tidak dapat tumbuh dan berkembang. Jika populasi predator berkurang, tikus merajalela dan tanaman budidaya manusia menjadi gagal panen.

Sponsors Link

  1. Pembuangan Limbah Rumah Tangga dan Industri ke Sungai

sampah di sungaiSampah atau benda tak terpakai lagi setiap harinya selalu saja ada baik yang berasal dari rumah tangga maupun industri. Tempat pembungan sampah akhir belum termanfaatkan dengan maksimal. Masyarakat lebih memilih membuang sampah ke sungai yang lebih dekat dan praktis, padahal dampaknya akan berkaitan satu sama lain karena sungai merupkan salah satu sumber penghidupan. Berikut dampaknya:

  • Polusi (pencemaran) air. Sampah mengandung bibit penyakit dan racun sehingga ekosistem perairan di dalamnya akan terganggu
  • Tumbuhan atau hewan air yang terdapat pada sungai akhirnya dapat mengalami pengurangan populasi
  • Selain pada hewan dan tumbuhan, pengaruhnya pada manusia pun sangat besar karena dipergunakan untuk minum dan kebuuhan masak bisa menyebabkan keracunan tubuh
  • Sampah juga bisa menyumbat saluran air, kemudian meluap dan terjadilah banjir

Industripun menghasilkan limbah yang menimbukan polusi udara dan perairan. Limbah cair dan padat dari sisa buangan industri yang tidak diolah terlebih dahulu menimbulkan air mengandung racun dan tanah tanah berkurang tingkat kesuburan. Diperlukan penampungan sementara sebelum dilakukan pembuangan seperti daur ulang atau treatment yang tidak menimbulkan keracunan.

  1. Perusakan Terumbu Karang

Ekologi laut tropis merupakan disiplin ilmu yang mempelajari salah ekosistem terumbu karang. Terumbu karang merupakan habitat dari berbagai spesies hewan laut sekaligus sempadan pantai dari arus. Selain itu dapat digunakan sebagai bahan bioaktif medis dan farmasi. Oleh karena itu terkadang manusia mengambil terumbu karang tersebut untuk diperjual belikan demi memperoleh keuntungan.

Beberapa aktivitas manusia yang merusak terumbu karang:

  • Menyentuh dan membawa pulang terumbu karang. Sentuhan dapat menyebabkan terumbu karang mati sehingga populasinya berkurang.
  • Membuang jangkar ke pesisir pantai yang dibawahnya terdapat kumpulan (koloni) terumbu karang
  • Pencemaran laut oleh sampah dan limbah baik limbah rumah tangga maupun limbah pabrik
  • Cara penangkapan ikan menggunakan racun dan bahan peledak dapat meracuni terumbu karang.
  • Pengendapan kapur akibat penebangan pohon. Sehingga endapan kapur yang mengalir ke habitat terumbukarang mengalami pembentukan sendimen yang menyebabkan terhalangnya sinar matahari sampai pada terumbu karang. Jika tidak ada terumbu karang sel stomata tidak dapat berfotosintesis menghasilkam makanan dan lama kelamaan akan mati.
Sponsors Link

  1. Pembangunan Industri dan Pemukiman tanpa memperhatikan AMDAL

Pembangunan industri memang sangat membantu kebutuhan manusia secara cepat dan pemukiman membantu manusia mendapatkan kenyamanan bernaung. Akan tetapi apabila tidak memperhatikan amdal seperti persentase ruang terbuka hijau (RTH) yang dibutuhkan dalam setiap KDB (Koefisien DasarBangunan) untuk menyeimbangkan polusi udara yang ditimbulkan asap pabrik tidak diterapkan dengan baik dan limbah rumah tangga tanpa pengolahan terlebih dahulu yang langsung dibuang ke sungai atau laut. Maka polusi udara dan polusi air akan menjadi gangguan keseimbangan ekosistem udara dan air

Berbagai kegiatan manusia yang dapat merusak keseimbangan ekosistem jika tidak didasari ilmu pengetahuan yang cukup mengenai ekologi lanksap yang baik dan kesadaran akan pentingnya keseimbangan ekosistem baik jenis ekosistem air tawar, ekosistem laut maupun ekosistem hutan. Semoga menambah wawasan dan meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya menjada lingkungan dan memperhatikan keseimbangan ekosistem.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Ekologi