Sponsors Link

7 Faktor Eksternal Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Sponsors Link

Faktor Eksternal Pertumbuhan yang membantu proses tumbuh dan kembang tumbuhan dan juga hewan.  Tumbuh adalah salah satu ciri-ciri utama makhluk hidup. Pertumbuhan ditandai dengan bertambahnya bentuk, tinggi, panjang, berat dan volume makhluk hidup. Semua makhluk hidup mengalami pertumbuhan, contoh: bayi yang beranjak dewasa, telur ayam yang menetaskan anak ayam hingga menjadi ayam dewasa atau biji tanaman yang ditanam hingga tumbuh menjadi besar. Pertumbuhan makhluk hidup adalah sebuah proses yang bersifat irreversible atau bergerak maju dan tidak dapat diulang/mundur. (Baca Juga : Penurunan Tekanan Uap)

ads

Faktor Eksternal Pertumbuhan

Faktor Eksternal PertumbuhanProses pertumbuhan makhluk hidup sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam tubuh makhluk hidup seperti: gen dan hormon.

Sedangkan faktor eksternal pertumbuhan makhluk hidup dapat dikatakan sebagai faktor yang berasal dari lingkungan sekitarnya. Atau dengan kata lain faktor yang berasal dari luar tubuh makhluk hidup tersebut.

Cukup mudah untuk membedakannya? Yang akan kita bahas kali ini adalah 7 faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan makhluk hidup, selamat membaca!

1. Makanan (nutrisi)

Semua makhluk hidup butuh makan karena makanan sangatlah penting baik bagi pertumbuhan maupun kelangsungan hidup. Dalam makanan terkandung berbagai nutrisi yang penting untuk energi dan metabolisme tubuh. Nutrisi tersebut antara lain vitamin, protein, karbohidrat dan lemak. Makanan dikatakan mempengaruhi pertumbuhan makhluk hidup tergantung dari kualitas dan kuantitasnya. Artinya semakin baik kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi oleh makhluk hidup, maka semakin baik juga pertumbuhannya.

Ada perbedaan antara manusia, hewan dan tumbuhan dalam mendapatkan nutrisi untuk pertumbuhannya. Manusia dan hewan mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan lewat konsumsi makanan dan minuman (air), sedangkan tumbuhan hanya membutuhkan air serta unsur hara dalam tanah untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya.

2. Suhu

Sebelum lanjut ke pembahasan poin ini, kamu perlu tahu apa itu suhu. Suhu adalah besaran yang digunakan untuk mengukur panas/dingin dengan ukuran kuantitatif (Baca juga: Kenaikan titik didih). Dalam hubungannya dengan pertumbuhan makhluk hidup, di Ilmu Pengetahuan Alam dikenal istilah ‘suhu optimum’. Suhu optimum didefinisikan sebagai kondisi suhu terbaik bagi makhluk hidup untuk tumbuh.

Di antara semua jenis makhluk hidup, tumbuhan lah yang paling bergantung pada suhu lingkungan untuk tumbuh dan berkembang. Sebagai contoh, kamu mungkin mengenal beberapa tumbuhan yang hanya bisa tumbuh di kondisi lingkungan tertentu, misalnya

  • Tanaman padi, jagung, kelapa dan cokelat tumbuh di daerah bersuhu antara 26.3° – 22°C
  • Tanaman kopi, teh dan sayur-sayuran yang hanya tumbuh di daerah bersuhu antara 22° -17.1°C
  • Tanaman jenis lumut-lumutan yang bisa tumbuh di daerah bersuhu 11.1° – 6.2°C

Hal ini dikarenakan, pada tumbuhan dikenal adanya suhu maksimum serta suhu minimum yang mempengaruhi pertumbuhannya. Beda dengan manusia dan hewan yang cenderung mampu bertahan hidup dan terus tumbuh di suhu tertentu.

3. Cahaya

Faktor yang tak kalah penting bagi pertumbuhan makhluk hidup adalah cahaya, terutama cahaya matahari. Bagi manusia dan hewan, cahaya penting sebagai penerang dalam menjalani kehidupannya. Khususnya bagi manusia bahkan cahaya matahari pagi memiliki pancaran ultraviolet yang jika terpapar kulit akan merangsang tubuh untuk memproduksi vitamin D. Vitamin D sendiri adalah vitamin yang bermanfaat untuk pertumbuhan tulang serta meningkatkan kekebalan tubuh.

Pada tumbuhan, cahaya matahari memegang peranan penting pada proses fotosintesis. Cahaya matahari diserap melalui zat hijau daun (klorofil) yang kemudian digunakan untuk mengubah karbon dioksida (CO2) dan air menjadi Glukosa dan Oksigen. Kebutuhan cahaya pada setiap tumbuhan bisa berbeda-beda tergantung pada jenis tumbuhannya. (Baca Juga : Contoh Elektrolit Lemah)

Sponsors Link

4. Air

Air mendominasi unsur dalam tubuh manusia serta hewan. Perlu diketahui, manusia hanya mampu bertahan hidup selama 3-4 hari tanpa air. Begitu pula dengan hewan yang juga tentunya tidak akan mampu hidup tanpa air. Secara garis besar, air merupakan faktor penting dalam terjadinya reaksi-reaksi biokimia dalam tubuh makhluk hidup. Pada tumbuhan, air memegang unsur penting pada proses fotosintesis, jadi keberadaan air juga sangat penting bagi pertumbuhan tanaman.

Bagi manusia dan hewan, peran air untuk pertumbuhan antara lain:

  • Membantu proses metabolisme dalam tubuh.
  • Membantu mengganti sel yang rusak.
  • Membantu mereproduksi cairan-cairan dalam tubuh.
  • Mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh.
  • Menjaga suhu tubuh.

Sedangkan manfaat air bagi tumbuhan diantaranya:

  • Melarutkan unsur hara dalam tanah untuk kemudian diserap oleh akar.
  • Mengangkut nutrisi hasil proses fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan.
  • Sebagai unsur utama dalam proses biokimia seperti fotosintesis dan respirasi.

Mengingat banyaknya manfaat yang dikandung oleh air, dapat dikatakan bahwa konsumsi air yang baik dari segi kualitas dan kuantitas akan berpengaruh baik dalam pertumbuhan makhluk hidup. (Baca juga: Perbedaan Larutan Elektrolit dan Non elektrolit)

5. Udara

Udara adalah salah satu sumber utama keberlangsungan hidup makhluk hidup. Udara di bumi kita tersusun atas kandungan nitrogen (78%), oksigen (21%), dan gas-gas lain seperti karbon dioksida, argon, uap air dan lain-lain sebesar (1%). Semakin tinggi suatu daerah maka kadar oksigen dalam udaranya juga akan semakin sedikit. Mulai di ketinggian 1500 Mdpl oksigen hanya akan tersisa 80% hingga di ketinggian 10.000 Mdpl oksigen hanya ada 10-15% saja. Karenanya biasanya orang yang tinggal di dataran tinggi, tubuhnya mengalami penyesuaian diri dengan meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah. Hemoglobin adalah senyawa protein dalam sel darah merah yang berfungsi untuk mengikat dan mengangkut oksigen.

Secara umum udara mendukung pertumbuhan makhluk hidup karena peranannya penting dalam proses. Respirasi sendiri adalah proses ketika makhluk hidup menguraikan Senyawa Energi Tinggi (SET) untuk akhirnya digunakan sebagai pendukung segala aktivitas kehidupannya. Respirasi bisa diartikan sebagai proses pernafasan meski pada prakteknya repirasi melibatkan fungsi-fungsi organ yang lebih kompleks. Pada manusia, respirasi berlangsung dengan mengambil oksigen di udara untuk membantu proses penguraian (katabolisme) glukosa menjadi senyawa adenosin triphosphat (ATP). ATP inilah yang berfungsi untuk memberi energi kepada sel-sel agar mampu bekerja dengan baik. Proses tersebut akan menghasilkan zat sisa berupa uap air dan karbon dioksida yang dihembuskan kembali. (Baca juga: Organ-organ pernapasan)

Sponsors Link

Respirasi pada tumbuhan berlangsung efektif di malam hari. Prosesnya kurang lebih sama yaitu menangkap oksigen dan mengolahnya menjadi energi. Bedanya dengan fotosintesis, proses ini tejadi di stomata atau mulut daun. Sedangkan respirasi hewan melibatkan alat pernafasan yang beraneka ragam tergantung jenisnya, meski pada dasarnya prinsip respirasinya tetap sama. Berikut adalah daftar jenis hewan berikut alat pernafasannya:

  • Hewan vertebrata (bertulang belakang) dan reptil bernapas dengan paru-paru.
  • Jenis serangga dan anthropoda bernapas dengan corong hawa/trakea.
  • Kalajengking dan laba-laba bernapas dengan paru-paru buku.
  • Bangsa burung (aves) bernapas dengan pundi-pundi (kantong) udara.
  • Bangsa ikan (pisces) bernapas dengan insang.
  • Katak sebagai hewan amphibi bernafas dengan insang, paru-paru dan permukaan kulitnya.

6. Tanah

Tanah dihasilkan melalui serangkaian proses alami yang berlangsung selama ribuan hingga jutaan tahun. Di dalam tanah terkandung berbagai macam zat baik yang sifatnya organik maupun anorganik. Zat yang terkandung dalam tanah ini sangat bermanfaat bagi tumbuhan, hewan atau manusia yang hidup di atasnya. Itulah yang dinamakan dengan unsur hara. Selain itu tanah juga menyediakan bahan pangan dan mineral-mineral yang penting untuk makhluk hidup di sekitarnya

Jenis-jenis tanah dapat dibedakan menurut faktor pembentuk dan sifat yang dimilikinya diantaranya adalah:

  • Tanah humus yaitu tanah subur yang dibentuk dari hasil pelapukan batang pohon dan daun.
  • Tanah organosol (gambut) yaitu tanah yang terbentuk dari sisa tumbuhan yang setengah membusuk.
  • Tanah liat/lempung ialah tanah dengan kandungan alumunium, silikon dan oksigen yang tinggi.
  • Tanah vulkanik yaitu tanah yang paling banyak mengandung unsur hara dan dibentuk melalui aktivitas gunung berapi.
  • Tanah pasir yaitu tanah hasil pelapukan batuan yang dikenal kurang baik untuk pertanian.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa unsur hara sangat dibutuhkan oleh tumbuhan baik untuk proses fotosintesis maupun respirasi. Artinya semakin banyak kandungan mineral dan semakin tinggi kemampuan tanah tersebut untuk mengikat zat hara, maka semakin baik pula kualitas tanah tersebut untuk pertumbuhan makhluk hidup di sekitarnya. (Baca juga: Molalitas)

7. Kelembapan (pH)

Kelembapan dapat diartikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. Namun sebenarnya tidak hanya udara saja yang memiliki kelembapan, bahkan tanah pun mengandung kadar kelembapan. Kebutuhan kelembapan pada tumbuhan bisa berbeda-beda tergantung jenis tanamannya. Karena kelembapan udara berpengaruh pada kemampuan tumbuhan untuk melakukan transpirasi (penguapan). Saat kelembapan rendah, kemampuan transpirasi akan meningkat dan diikuti juga dengan meningkatnya kemampuan penyerapan air dan mineral dalam tanah. Sebaliknya saat kelembapan tinggi, laju transpirasi akan mengalami penurunan. Artinya ketersediaan nutrisi yang diperlukan tumbuhan juga akan berkurang dan hal tersebut akan menghambat pertumbuhannya.

Itulah faktor eksternal pertumbuhan makhluk hidup. Kualitas faktor-faktor tersebut juga tidak bisa dilepaskan dari campur tangan manusia. Untuk itu, kita hendaknya turut serta dalam menjaganya agar pertumbuhan makhluk hidup lainnya tidak terganggu.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , , ,
Oleh :
Kategori : Biologi, Ilmu bumi