Sponsors Link

16 Dampak Positif Bioteknologi dalam Bidang Pangan dan Contohnya

Sponsors Link

Kebutuhan pangan merupakan kebutuhan primer manusia yang sampai sekarang masih saja menemui kendala. Bioteknologi pangan merupakan pemanfaatan makhluk hidup (mikroorganisme) ataupun enzim dalam proses produksi (menghasilkan) produk makanan mulai dari penyediaan bahan makanan hingga menjadi produk siap santap. Teknologi yang digunakan untuk menghasilkan produk pangan yaitu dengan rekayasa DNA, kultur jaringan, proses fermentasi dan rekombinasi DNA.

ads

Secara umum bioteknologi diciptakan untuk kesejahteraan manusia dengan meminimalisir dampak negatif yang timbul. Proses bioteknologi pangan sebenarnya telah dilakukan oleh nenek moyang terdahulu di negeri ini dengan proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme seperti pada pembuatan tempe, oncom dan tape singkong (oleh-oleh khas Bandung). Sehingga kita dapat menikmati ragam pangan sehat dan bergizi. Mikroorganisme tersebut berfungsi mengubah bahan makanan menjadi alkohol, asam asetat, gula yang dapat membantu mempercepat proses produksi makanan.

Dampak positif bioteknologi dalam bidang pangan yaitu:

  1. Menghasilkan produk makanan yang bergizi tinggi. Contohnya: tempe, roti dan nata de coco.
  2. Nilai gizi produk makanan dan minuman dapat ditingkatkan dengan bioteknologi
  3. Sumber inspirasi terciptanya makanan baru dengan nilai gizi tinggi yang sehat.
  4. Terciptanya produk makanan dan minuman hasil fermentasi alkohol. Contohnya: tapai, bir dan wine.
  5. Terciptanya roduk makanan dan minuman hasil fermentasi Asam. Contohnya: yoghurt, keju, sauerkraut dan pikel (acar).
  6. Terciptanya produk bahan penyedap. Contohnya: tauco, kecap, terasi, dan cuka.
  7. Mengatasi kekurangan bahan makanan dengan cepat karena prosesnya yang mudah dengan lahan terbatas dan waktu yang singkat.
  8. Menyediakan senyawa organik yang diperlukan untuk membantu produksi makanan dengan cepat seperti alkohol, asam asetat dan gula.
  9. Makanan menjadi lebih awet dan tahan lama misalnya asinan.
  10. Di bidang ekonomi dapat meningkatkan perekonomian rakyat dengan menjadikannya lahan wirausaha baru dengan modal kecil dan proses pembuatan yang relatif mudah
  11. Mengatasi masalah kesehatan dengan terciptanya obat-obatan untuk dikonsumsi melawan bakteri merugikan dalam tubuh dengan harga relatif murah.
  12. Memenuhi ragam kebutuhan pangan dengan cepat mulai dari makanan, minuman dan obat-obatan.

Baca juga: Unsur Lingkungan BiotikKomponen Biotik dan Abiotik.

Contoh Produk Bioteknologi Bergizi Tinggi dan Manfaatnya

1. Tempe

tempeSalah satu contoh hasil bioteknologi yang sudah tidak asing lagi adalah tempe. Proses pembuatannya dengan memanfaatkan jamur genus Rhizopus, seperti R. stoloniferus, R. oligosporus, dan R.oryzae. Manfaat mengkonsumsi tempe yaitu bergizi tinggi dan mudah dicerna. Kenapa bisa begitu?

Karena selama proses fermentasi, jamur Rhizopus menghasilkan enzim protase yang mampu mendegradasi protein menjadi asam amino dan juga menghasilkan enzim lipase. Enzim tersebut mampu menguraikan lemak menjadi asam lemak. Senyawa asam amino maupun asam lemak langsung dapat diserap oleh tubuh.

Khasiat tempe:

  • Mempercepat proses penyembuhan duodentis
  • Memperlancar organ-organ pencernaan manusia
  • Menurunkan kadar kolesterol
  • Mencegah dan mengendalikan diare
  • Mengurangi toksis dalam tubuh
  • Meningkatkan vitalitas tubuh
  • Menghambat penuaan dini
  • Mengurangi resiko jantung koroner, penyakit gula dan kanker
Sponsors Link

2. Oncom 

oncom-merahOncom merupakan makanan khas tradisional yang bisa ditemui banyak di daerah Jawa Barat dan Banten. Terbuat dari ampas kedelai. Proses pembuatannya dibantu dengan bantuan jamur Neurospora sitophila.

Jamur ini dapat menghasilkan pewarna alami berupa zat warna merah atau oranye. Enzim yang aktif dikeluarkan oleh oncom selama proses fermentasi adalah enzim amilase, lipase protease. Fermentasi ini menghasilkan sedikit alkohol dan berbagai ester yang beraroma sedap.

Manfaat oncom:

  • Mencegah perut kembung
  • Menekan produksi racun aflatoksin
  • Sumber gizi dan energi bagi tubuh
  • Menjaga sistem pencernaan
  • Mengurangi kolesterol

3. Roti

rotiRoti salah satu produk bioteknologi bergizi tinggi yang dibuat melalui proses fermentasi dengan bantuan ragi atau yeast. Senyawa yang diperlukan dalam pembuatan roti hanyalah karbon dioksida untuk membentuk gelembung-gelembung udara dalam adonan roti. Sehingga roti bertekstur ringan atau berongga-rongga.

Komposisi adonan roti terdiri atas campuran tepung terigu, garam, lemak, air dan yeast. Yeast memang tidak memiliki enzim untuk memecah amilum pada tepung, akan tetapi jika ditambahkan air dapat mengaktifkan enzim amilase yang ada pada tepung terigu tersebut. Kemudian enzim amylase memecah amilum menjadi gula dan gula difermentasi menjadi alkohol serta karbon dioksida oleh yeast.

Sponsors Link

Manfaat roti:

  • Banyak mengandung serat untuk melancarkan sistem pencernaan
  • Penambah energi karena mengandung karbohidrat
  • Baik untuk tulang
  • Mengurangi berat badan

Baca juga: Organ-Organ PernapasanGangguan Pada Sistem Pernapasan.

4. Nata de coco

Natade-CocoNata de coco merupakan produk fermentasi air kelapa yang dibantu oleh bakteri Acetobacter xylinum untuk mensisntesis polisakarida (selulosa) selama proses fermentasi berlangsung. Biosintesis selulosa ini menggunakan sumber gula berupa  glukosa dan fruktosa yang berasal dari medium air kelapa.

Manfaat Nata de coco:

  • Mencegah diabetes
  • Mencegah obesitas
  • Menurunkan kolesterol
  • Membantu penurunan berat badan

Demikian uraian dampak positif bioteknologi dalam bidang pangan. Semoga bermanfaat, menambah wawasan dan inspirasi kita semua untuk meningkatkan lebih baik lagi bidang teknologi.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Biologi