Sponsors Link

5 Contoh Perpindahan Panas Secara Konveksi dalam Kehidupan Sehari-hari

Sponsors Link

Konveksi merupakan salah satu dari tiga jenis perpindahan kalor berdasarkan media perantara. Biasanya terjadi pada wujud zat yang mengalir seperti air dan udara. Masa yang akan dipanaskan tidak langsung menuju suhu yang sama. Sehingga bagian yang paling banyak dipanaskan memperoleh masa jenis yang lebih kecil daripada bagian masa yang lebih dingin. Akibatnya terjadi sirkulasi yang menyebabkan kalor tersebar merata keseluruh zat.

ads

Konveksi terjadi hanya berada di satu permukaan bahan saja. Sehingga yang paling utama bukan di dalam bahannya tetapi di permukaan bahan dan keadaan lingkungan sekelilingnya. Konveksi ada yang alami dan ada yang di paksa. Contoh alami yaitu ketika memasak air maka terdapat gelembung udara hingga pecah dan menguap. Sedangkan yang dipaksa yaitu hair dryer yang memaksakan udara panas keluar dari alat tersebut.

Contoh perpindahan panas secara konveksi sebagai berikut:

1. Air dalam Teko Dipanaskan di Atas Kompor

memasak airAir dipanaskan di atas kompor dengan menggunakan teko yang merupakan contoh perpindahan kalor secara konduksi. Permukaan bawah logam panci bersentuhan dengan elemen panas sedangkan permukaan logam atas panci menyebabkan air di dalam panci mengalami peristiwa konveksi.

Air di bawah panci yang menyentuh logam akan semakin panas sehingga menyebabkan air naik ke atas dan mentransfer panas air di atasnya yang tidak bersentuhan langsung dengan logam. Air yang dingin di dorong ke bawah sehingga lama kelamaan panas air merata.

2. Balon Udara Panas

Naiknya balon udara panas diakibatkan oleh udara hangat yang dipanaskan yang menyebabkan udara disekitarnya renggang atau kurang padat. Udara hangat kurang padat daripada udara dingin karena sumber panas pada bagian bawah balon di sekitar api membuat molekul udara meningkat sehingga molekul menyebar dan udara hangat naik ke atas. Terjadi sirkulasi udara yang saat naik terus meningkatkan suhu di sekitarnya.

3. Konveksi Cuaca (Aliran Angin)

angin darat dan lautCuaca dipengaruhi oleh aliran udara yang bergerak yaitu angin. Angin merupakan gejala alam yang terjadi di troposfer. Aliran udara bersentuhan langsung dengan permukaan bumi baik di daratan maupun di perairan. Air memiliki kemampuan menyerap kapasitas panas yang tinggi dan lebih baik. Sehingga perubahan suhu air pada daratan dan perairan membutuhkan waktu yang lebih lama.

Terjadi arah berbeda antara siang dan malam. Pada siang hari, tekanan yang diciptakan di atas tanah lebih tinggi daripada diatas air karena udara di atas air lebih rendah di bandingkan di atas tanah. Serakan molekul udara angin bergerak dari perairan ke daratan. Sedangkan pada malam hari berlaku sebaliknya. Angin ini dikenal pula dengan angin darat dan angin laut yang banyak dimanfaatkan nelayan mencari ikan. Yuk simak perbedaannya.

Sponsors Link

  • Angin Laut

Angin yang terjadi pada siang hari yang telah dijelaskan sebelumnya dinamakan angin laut. Penyerapan panas oleh air lebih lambat dibandingkan dengan tanah sehingga udara di atas lautan lebih dingin daripada udara di atas daratan. Sehingga menyebabkan massa jenis udara diatas daratan lebih kecil.

Molekul udara di daratan naik digantikan oleh udara yang ada di lautan. Arah aliran  udara atau angin bergerak dari laut menuju daratan yang dikenal dengan angin laut. Daratan berwujud padat yang memiliki kalor jenis kecil daripada kalor jenis air laut (zat cair). Kenaikan suhu diakibatkan oleh pancaran sinar matahari.

  • Angin Darat

Berbeda dengan angin laut. Angin darat terjadi pada malam hari. Pada malam hari daratan lebih cepat dingin karena zat padat pada tanah memiliki kalor jenis lebih kecil dibandingkan dengan kalor jenis air laut (zat cair). Hal ini mengakibatkan udara yang berada di lautan naik ke atas dan digantikan aliran udara atau angin dari daratan. Biasanya dimanfaatkan nelayan mencari ikan di laut.

Sponsors Link

4. Aliran Asap pada Cerobong Asap

Hasil pembakaran biasanya berupa asap. Pembakaran di dalam rumah atau pabrik biasanya dikeluarkan melalui cerobong asap yang dipasang langsung keluar agar tidak mengganggu sirkulasi udara di dalam ruangan. Asap bersuhu tinggi sehingga mengalami pemuaian. Dengan memuainya asap maka volume asap bertambah namun sesuai dengan rumus massa benda, massa tersebut tidak berubah. Pertambahan volume asap menjadikan massa jenis berkurang yang mengakibatkan asap cepat naik ke atas cerobong asap untuk di keluarkan.

5. Proses Mencairkan Daging Beku

Biasanya pengawetan daging disimpan di dalam freezer dengan dibekukan. Untuk memudahkan pengolahan daging tersebut diperlukan treatment yaitu dengan mencairkan kandungan air dalam daging tersebut. Cara yang paling cepat yaitu dengan proses konveksi dengan menempatkan di bawah air mengalir jika bandingkan dengan di rendam. Gerakan air dan sirkulasi panas dapat menstransfer panas lebih cepat dibandingkan perendaman dan harus menyerap energi panas melalui konduksi.

Nah itulah contoh perpindahan panas secara konveksi dalam kehidupan sehari-hari lengkap dengan penjelasan singkatnya, semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Fisika