Sponsors Link

Biosfer: Pengertian dan Komponen Penyusunnya

Sponsors Link

Pengertian biosfer

Ditinjau dari asal katanya, biosfer berasal dari kata bios yang berarti hidup dan sphere yang berarti lapisan. Biosfer merupakan tempat yang memiliki kehidupan pada lapisan bumi, yang mana tersusun atas ekosistem yang beroperasi. Biosfer terdiri dari dua komponen utama yaitu komponen biotik dan abiotik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengertian biosfer adalah tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup yang ada di bumi dari tingat sederhana sampai yang sangat kompleks saling berkaitan erat/bergantung satu sama lain membentuk lapisan kehidupan atau biosfer.

ads

Komponen-komponen Penyusun biosfer

Cakupan pembahasan biosfer sangat luas sehingga dalam mempelajarinya perlu di jabarkan menjadi beberapa bagian. Komponen penyusun biosfer dapat terbentuk berkat interaksi antara komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik berupa makhluk hidup yang mendiami lapisan biosfer, baik yang makroskopis ataupun mikroskopis. Dalam kehidupanya makhluk hidup tersebut tidak bisa lepas dari pengaruh faktor abiotik atau benda tidak hidup bahkan termasuk penyebarannya pun berkaitan dengan hal ini.

Berikut ini adalah  komponen penyusun biosfer dari faktor abiotik:

  1. Suhu, setiap organisme memiliki suhu optimalnya. Sudah ratusan sampai ribuan tahun organisme yang ada di suatu wilayah tertentu beradaptasi pada suhu yang ada di lingkungan itu. Suhu berkaitan dengan reaksi metabolisme yang ada dalam tubuh. Oleh karena itu sekarang dikenal dengan pembagian wilayah vegetasi.
  2. Cahaya, cahaya secara langsung dapat mempengaruhi suhu suatu wilayah. Organisme berupa tumbuhan sangat memerlukan intensitas cahaya yang cukup untuk melakukan fotosintesis. Tumbuhan yang merupakan produsen dalam rantai makanan punya peran penting untuk semua jenis hewan. Cahaya juga mempengaruhi pergerakan satu hewan, misalnya beberapa hewan dikenal dengan istilah hewan nokturnal (aktif di malam hari), siang hari saat terdapat intensitas cahaya matahari, hewan tsb cenderung pasif atau mengabiskan waktu siang untuk istirahat.
  3. Kelembapan udara, kelembapan berkaitan dengan kandungan uap air di udara ataupun di dalam tanah. Contohnya cacing sangat memerlukan kelembapan yang cukup tinggi untuk hidup. Cacing mencegah dirinya mengalami kekeringan karena akan mengakibatkan kematian. Selain itu berbagai jenis tumbuhan, kelembapan sangat penting untuk kehidupanya misalnya kaktus dan lumut.
  4. Curah hujan, air sangat penting untuk proses kehidupan. Curah hujan berkaitan dengan proses pendistribusian air di bumi.
  5. Angin, angin mempengaruhi penyebaran uap air yang ada di bumi. Selain itu, beberapa organisme membutuhkan angin untuk membantu proses penyebarannya, misalnya tumbuhan yang memerlukan angin untuk penyerbukan ataupun penyebaran benih.
  6. Air, salah satu penyusun tubuh makhluk hidup adalah air, oleh karena itu air sangat penting untuk kehidupan. Penyebaran organisme bergantung ketersediaan air. Beberapa sangat memerlukan air contohnya organisme akuatik.
  7. Tanah, tanah menjadi bagian lapisan bumi tempat semua organisme melakukan kagiatanya khususnya organisme yang menghuni ekosistem daratan (teresterial). Tanah juga sangat berpengaruh terhadap penyebaran tumbuhan sebagai produsen.
  8. Topografi, topografi berkaitan dengan tinggi dan rendahnya permukaan bumi. Topografi sangat mempengaruhi suhu dan kelembapan. Intensitas cahaya matahari yang ada di daerah ketinggian pasti berbeda dengan daerah lainnya. Perbedaan topografi inilah yang mempengaruhi terhadap penyebaran vegetasi di lapisan biosfer.

Dari segi komponen biotik dan ditinjau dari  tingkatan organisasi makhluk hidup, komponen penyusun biosfer sebagai berikut:

  1. Protoplasma, komponen hidup yang terdiri dari organel-organel dan senyawa kompleks dalam sel seperti lemak, rotein, karbohidrat dll.
  2. Sel, unit terkecil yang fungsional dan strukturil, terdiri dari protoplasma, inti, dan membran.
  3. Jaringan, kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama.
  4. Organ, kumpulan beberapa jaringan yang mempunyai struktur dan fungsi berlainan yang menyatu namun tetap memiliki fungsi tertentu.
  5. Sistem organ, organ-organ yang saling bekerja sama secara harmonis dan fungsional sehingga membentuk suatu sistem tertentu.
  6. Organisme, sistem organ tsb kemudian membentuk suatu individu hidup.
  7. Spesies, organisme yang memiliki morfologi yang sama dan dapat menghasilkan keturunan yang sama.
  8. Populasi, spesies yang membentuk kelompok yang sama pada suatu tempat dan waktu tertentu.
  9. Komunitas, kumpulan dari populasi yang berbeda spesies, hidup bersama pada suatu daerah.
  10. Ekosistem, suatu lingkungan kompleks yang di dalamnya terjadi interaksi antara benda hidup (biotik) dan tak hidup (abiotik) membentuk suatu sistem.
  11. Bioma, suatu ekosistem skala besar yang memiliki sifat-sifat lingkungan yang sama dan mempunyai karakteristik komunitas yang sama pula, misalnya bioma hutan tropis dan bioma gurun.

Dari segi lapisan-lapisan yang ada di planet bumi, biosfer tidak dapat berdiri sendiri, seperti komponen-komponen penyusun berikut ini:

  1. Atmosphere, atmo yang berarti udara dan sphere yang artinya lapisan. Atmosphere merupakan lapisan udara yang menyelimuti bumi.
  2. Lithosphere, lithos yang berarti batuan dan sphere yang artinya lapisan. Lithosphere merupakan lapisan kulit bumi yang paling luar.
  3. Hydrosphere, hidros yang berarti air dan sphere yang artinya lapisan. Hydrosphere merupakan permukaan bumi yang meliputi perairan, seperti danau, sungai, laut dan uap air yang terdapat dilapisan udara.

Terdapat berbagai bentuk ekosistem yang terbentuk dari hasil berbagai interaksi yang terjadi. Oleh karena itu untuk mengetahui dan memahami jenis-jenis ekosistem, maka penting untuk mengetahui konsep bioma yang merupakan bagian dari komponen biosfer. Bioma yang ada pada sebuah benua memiliki sifat-sifat lingkungan dan karakteristik yang sama bahkan yang terletak di benua lain pun dapat pula digolongkan dalam satu tipe bioma.

Secara garis besar ekosistem dapat dibedakan dalam ekosistem daratan (teresterial) dan ekosistem perairan (akuatik).

Ekosistem Daratan

  1. Hutan tropis, daerah bercurah hujan tinggi dan memiliki pohon-pohon yang rata-rata tingginya 46-55 m.
  2. Gurun, terdiri atas terma, perdu, dan juga pophonan namun masih memiliki lahan kosong diselahnya. Contohnya gurun sahara dan gurun di Australia.
  3. Savana, memiliki pohon-pohon yang menyebar, terbuka, dan bercampur dengan padang rumput. Contohnya savana yang terdapat di Nusa Tenggara Timur.
  4. Hutan Konifer, pohon-pohon yang dominan tumbuh disini yaitu dari golongan yang berdaun jarum.
  5. Padang Rumput, umum dijumpai di daerah-daerah iklim hujan dan faktor-faktor yang menguntungkan laninya membuatnya bersaing dengan tumbuhan berkayu.
  6. Tundra, daerah yang memiliki sedikit pohon, terbatas pada daerah-daerah polar yang tertutup es. Vegetasi yang dominan yaitu dari berbagai jenis lumut.

Ekosistem Akuatik

Ekosistem akuatik dapat dibagi menjadi 3, yaitu ekositem air tawar, air laut, dan estuaria

  1. Ekosistem Air Tawar

Berdasarkan pergerakan airnya, ekosistem air tawar dapat dibedakan dalam dua tipe perairan yaitu:

  • Perairan mengenang atau habitat lentik. Contohnya danau, kolam, telaga, rawa
  • Perairan mengalir atau habitat lotik. Contohnya sungai
  1. Ekosistem Laut

Ekosistem laut atau bahari bisa dikatakan memiliki keanekaragaman organisme terbesar di bumi. Laut merupakan wilayah yang paling luas di bumi. Laut terdiri dai lima zona yaitu:

  • Zona Litoral, yaitu daerah antara air pasang dan surut. Organisme yang dapat ditemukan yaitu dari kelompok bentos.
  • Zona Neritik, yaitu perairan dangkal dari kedalaman 0-200 m yang masih dapat ditembus cahaya matahari. Organisme yang dapat ditemukan seperti plankton, nekton, bentos, dan neston.
  • Zona Bathyal, daerah dengan kedalaman 200-1800 m. Organisme yang ditemukan tidak sebanyak zona sebelumnya. Kelompk nekton yang dominan dari zona ini.
  • Zona Abysal, daerah dengan kedalaman lebih dari 1800-6000 m, hanya spesies-spesies tertentu yang dapat ditemukan dalam zona ini karena daerah ini gelap tidak tembus cahaya.
  • Zona Hadal, daerah berupa palung laut dengan kedalaman lebih dari 6000 m

3. Ekosistem Eustaria

Eustaria adalah ekosistem perairan pesisir yang masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Misalnya vegetasi hutan bakau.

Sponsors Link
, , ,



Oleh :
Kategori : Biologi, Ekologi