Sponsors Link

5 Akibat Revolusi Bumi

Sponsors Link

Revolusi bumi merupakan gerakan planet bumi mengelilingi matahari. Arahnya berlawanan dengan arah jarum jam seperti halnya rotasi bumi. Periode revolusi bumi adalah 365 ¼ hari tepatnya 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik. Hal ini menjadi acuan pembuatan kalender masehi. Ada empat akibat revolusi bumi yaitu pergantian musim, perubahan lamanya siang dan malam, gerak semu tahunan matahari, telihatnya rasi bintang berbeda dari bulan ke bulan. (baca juga: Bulan sebagai satelit)

ads

Akibat Revolusi Bumi

  1. Pergantian Musim

Bumi memiliki ekliptika yaitu bidang orbit bumi. Poros bumi ketika berevolusi mengelilingi matahari tidak persis tegak lurus terhadap bidang orbit tetapi selalu miring 23,50. Akibat dari kemiringan poros bumi yaitu dalam satu tahun setiap 6 bulan akan condong ke matahari dan sisanya 6 bulan menjauh ke matahari. Hal ini yang menyebabkan pergantian musim sepanjang tahun di berbagai jenis bioma di dunia.

  • Negara kita Indonesia merupakan negara yang dilalui garis khatulistiwa atau berada dipertengan garis yang membelah bumi sehingga tidak terlalu terpengaruh terhadap kemiringan matahari secara ekstrim seperti di kutub. Hanya berakibat mengalami pergantian dua musim
  • Sebagian negara Eropa mengalami empat musim berbeda yaitu summer (musim panas), spring (musim semi), winter (musim dingin), autumn (musim gugur). Hal ini diakaibatkan kedudukan bumi pada orbitnya.

Kedudukan bumi pada orbitnya dengan pertistiwa pergantian empat musim.

pembagian_musim

 

  • 21 Juni (posisi kutub utara condong ke matahari): awal musim panas untuk belahan bumi utara dan awal musim dingin untuk belahan bumi selatan. Siang hari dibelahan bumi utara lebih panjang daripada malamnya. Matahari seolah-olah berada di garis balik utara yaitu 23,50 LU
  • 22 Desember (posisi kutub utara paling jauh dari matahari: awal musim panas untuk belahan bumi selatan dan awal musim dingin untuk belahan bumi utara. Siang hari dibelahan bumi selatan lebih panjang daripada malamnya. Matahari seolah-olah berada di garis balik selatan yaitu 23,50 LS
  • 23 September ( awal musim gugur): Musim peralihan diantara musim panas dan musim dingin. Dimana daun-daun menggugurkan daunnya untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungannya.
  • 21 Maret (musim semi) : Musim peralihan diantara musim dingin dan musim panas sama seperti tanggal 23 September, namun pada saat ini pohon mulai bersemi artinya mulai tumbuh kembali dedaunan dan bunga mulai bermekaran. Baik kutub utara dan selatan tidak miring ke matahari. Oleh kerana itu semua tempat di bumi mengalami siang dan malam sama yaitu 12 jam. Matahari seolah olah  di khatulistiwa.
  1. Perubahan Lamanya Siang dan Malam

Perubahan lamanya siang dan malam dipengaruhi oleh empat kududukan matahari yang telah dijelaskan tadi pada bagian pergantian musim.

  • Posisi matahari ketika di khatulistiwa (23 September atau 21 Maret). Semua tempat mengalami waktu siang dan malam yaituselama 12 jam
  • Posisi matahari di berada paling utara yaitu di garis balik utara. Di daerah bumi bagian utara mengalami siang yang lebih panjang dan dilingkar kutub utara sendiri terdapat matahari 24 jam. Sedangkan di dalam lingkar kutub selatan mengalami waktu malam sepanjang hari selama 6 bulan.
  • Posisi matahari di berada paling selatan yaitu di garis balik selatan. Di daerah bumi bagian selatan mengalami siang yang lebih panjang dan dilingkar kutub selatan sendiri terdapat matahari 24 jam. Sedangkan di dalam lingkar kutub utara mengalami waktu malam sepanjang hari selama 6 bulan.

{AdSense-C]

  1. Gerak Semu Tahunan Matahari

Gerak-semu-matahariGerak semu tahunan matahari dapat dilihat dari kedudukan matahari setiap tahun yang seolah olah bergeser dari khatulistiwa (21 Maret) ke garis balik utara 23,50 LU (21 Juni). Kembali ke khatulistiwa (23 September) menuju ke garis balik selatan 23,50 LS (22 Desember) dan akhirnya kembali ke khatulistiwa (21 Maret).

  1. Terlihatnya Rasi Bintang Berbeda dari Bulan ke Bulan

Rasi bintang merupakan kumpulan bintang yang membentuk pola tertentu. Misal rasi scorpio, rasi gemini, rasi leo. Beberapa pola saat ini dipergunakan untuk nama zodiak sebagai acuan ramalan yang dikaitkan dengan kehidupan manusia.

Setiap bintang terlihat pada waktu yang sama dan tempat yang sama. Oleh karena itu petani dan pelaut jaman dahulu menggunakan sebagian rasi bintang ini sebagai tanda permulaan musim.

Baca juga:

Revolusi bumi Sebagai Acuan Pembuatan Kalender

Kalender yang dibuat berdasarkan revolusi bumi disebut juga kalender masehi. Kalender ini terdapat 365 hari atau 366 hari berdasarkan periode bumi mengelilingi matahari. Periode bumi mengelilingi matahari 365 hari 6 jam 9 menit10 detik. Akan tetapi 1 tahun matahari berdaasarkan periode perputaran semu tahunan matahari yaitu 365 ¼ hari (365hari 5 jam 48 menit 46 detik).

Orang Romawi jaman dulu menetapkan satu tahun sura 365 ¼ hari. Karena bukan merupakan bilangan bulat maka Juliuz Caesar menetapkan 1 tahun 365 hari, sisanya ¼ hari menjadi 1 hari setelah 4 tahun. Sehingga setiap 4 tahun sekali tahun surya atau masehi berjumlah 366 hari atau yang disebut dengan tahun kabisat.

Pada tahun 1582 Paus Gregorious XIII menyempurnakan kalender dengan menyatakan tahun kabisat adalah tahun yang bilangannya habis dibagi 4 dan hanya tahun abad yang bilangannya  habis dibagi 400. Jika menurub tkalender ini 1800 dan 1900 tidak termasuk.

Demikian uraian penjelasan mengenai peristiwa akibat revolusi bumi dan pemanfaatannya dalam kalender masehi. Semoga dapat menambah wawasan baru dan bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Astronomi